Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Perumda Air Minum Kota Padang Lakukan Pengurasan Reservoar IPA Gunung Pangilun, Upaya Maksimalkan Kualitas Air Pascabencana

08 July 2026 | July 08, 2026 WIB Last Updated 2026-07-08T15:33:22Z

Perumda Air Minum Kota Padang Lakukan Pengurasan Reservoar IPA Gunung Pangilun, Upaya Maksimalkan Kualitas Air Pascabencana



D'On, PadangUpaya memulihkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat terus dilakukan Perumda Air Minum Kota Padang. Setelah menghadapi dampak besar akibat banjir bandang yang melanda kawasan hulu pada akhir tahun lalu, perusahaan kini menjadwalkan pekerjaan pengurasan reservoar di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun sebagai bagian dari pemeliharaan rutin sekaligus langkah strategis meningkatkan kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan.


Pekerjaan tersebut akan dilaksanakan pada Jumat, 10 Juli 2026, mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai. Selama proses berlangsung, IPA Gunung Pangilun akan menghentikan sementara operasionalnya, sehingga distribusi air bersih ke pelanggan di wilayah pelayanan pusat Kota Padang akan terhenti sementara.


Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa pengurasan reservoar merupakan pekerjaan yang sangat penting untuk menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas (K3) pelayanan air bersih.


"Reservoar merupakan tempat penampungan air hasil produksi sebelum didistribusikan kepada pelanggan. Seiring waktu, akan terjadi endapan lumpur maupun material halus yang terbawa dari proses pengolahan air baku. Melalui pengurasan ini, endapan tersebut dibersihkan sehingga kualitas air yang disalurkan kepada masyarakat tetap terjaga, lebih jernih, higienis, dan memenuhi standar yang berlaku," ujarnya.


Menurut Adhie, pekerjaan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjawab berbagai keluhan masyarakat terkait kondisi air yang masih terlihat keruh di sejumlah kawasan pusat Kota Padang.


Ia tidak menampik bahwa kondisi tersebut merupakan dampak dari kerusakan yang dialami IPA Gunung Pangilun akibat bencana banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu.


"Kami memahami keresahan masyarakat dan pertama-tama kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Kondisi yang terjadi saat ini bukan sesuatu yang kami inginkan, melainkan dampak dari kerusakan infrastruktur pascabencana yang masih dalam proses pemulihan secara bertahap," kata Adhie.


Ia menjelaskan, sebelum bencana, IPA Gunung Pangilun memiliki kapasitas produksi sekitar 500 liter per detik. Namun setelah bencana, sejumlah fasilitas mengalami kerusakan sehingga kapasitas produksi belum dapat kembali normal.


Di sisi lain, perubahan karakteristik air baku Sungai Batang Kuranji pascabencana turut menjadi tantangan tersendiri. Material lumpur dan sedimen yang terbawa aliran sungai menyebabkan tingkat kekeruhan air baku meningkat dibandingkan kondisi sebelumnya.


Meski demikian, Adhie memastikan bahwa seluruh proses produksi air tetap dilaksanakan sesuai prosedur operasional dan standar kualitas yang ditetapkan pemerintah.


"Air yang kami distribusikan tetap melalui seluruh tahapan pengolahan sesuai ketentuan dan memenuhi persyaratan kualitas air minum sebagaimana diatur dalam regulasi Kementerian Kesehatan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena aspek keamanan air tetap menjadi prioritas kami," tegasnya.


Ia menambahkan, keluhan masyarakat menjadi bahan evaluasi penting bagi Perumda Air Minum Kota Padang untuk terus meningkatkan pelayanan.


"Kritik dan masukan pelanggan menjadi penyemangat bagi kami untuk bekerja lebih keras. Kami tidak ingin sekadar memulihkan kondisi pascabencana, tetapi juga memastikan kualitas pelayanan semakin baik ke depan. Karena itu, seluruh tim terus bekerja maksimal agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat segera selesai sehingga pelayanan kembali optimal," ujarnya.


Saat ini, proses rehabilitasi dan rekonstruksi kerusakan IPA Gunung Pangilun masih berlangsung secara bertahap oleh pemerintah melalui pelaksana proyek, sehingga diharapkan kapasitas produksi dan kualitas pelayanan dapat kembali seperti sebelum bencana.


Sehubungan dengan pelaksanaan pengurasan reservoar, Perumda Air Minum Kota Padang mengimbau pelanggan untuk mengantisipasi penghentian sementara distribusi air dengan menampung air secukupnya sebelum pekerjaan dimulai, menggunakan air secara hemat selama pekerjaan berlangsung, serta tidak khawatir apabila setelah aliran kembali normal air tampak sedikit keruh pada awal pengaliran. Kondisi tersebut merupakan proses normalisasi jaringan dan biasanya akan kembali jernih setelah air dialirkan selama beberapa menit.


Perumda Air Minum Kota Padang juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama pekerjaan berlangsung serta berharap masyarakat dapat memberikan dukungan terhadap proses pemeliharaan tersebut.


"Kami memohon pengertian seluruh pelanggan. Pekerjaan ini memang menyebabkan gangguan sementara, namun manfaatnya sangat besar untuk meningkatkan kualitas pelayanan dalam jangka panjang. Kami berkomitmen menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin agar distribusi air dapat kembali normal," tutup Adhie.


Bagi pelanggan yang membutuhkan informasi lebih lanjut maupun ingin menyampaikan pengaduan, dapat menghubungi Call Center 1500030 atau WA Center 0811669123.


(Mond)


#PerumdaAirMinum #Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update