Breaking News

Serang Udara Israel: Rumah Sakit Al-Aqsa Dibom, Jurnalis Tewas dan Terluka

Israel Bombardir Rumah Sakit Al Aqsa

D'On, Gaza,-
Rumah Sakit Al-Aqsa merupakan satu-satunya fasilitas medis yang masih beroperasi di wilayah tengah Jalur Gaza. Halaman rumah sakit dijadikan tempat perlindungan bagi sejumlah besar jurnalis yang berasal dari bagian utara Gaza.

Para jurnalis terus bekerja dalam keadaan yang sangat tidak menguntungkan, dengan pasokan makanan, air, dan listrik yang terbatas, serta selalu dihadapkan pada ancaman serangan dari pihak Israel.

Melansir dari BBC Senin (1/4/2024), militer Israel mengatakan pihaknya menyerang pusat komando Islamic Jihad (IJ) di halaman Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir al-Balah. Dalam serangan itu empat anggota kelompok militan IJ tewas.

"Mereka menyerang tenda tanpa peringatan apa pun, kami tinggal di tenda sebagai sekelompok jurnalis dengan damai dan tidak ada teroris di antara kami,” kata Ali Hamad, seorang fotografer, kepada kantor berita Reuters.

"Kami adalah jurnalis tidak bersenjata dan kami tidak melakukan apa pun," kata seorang fotografer lepas, Saeed Jaras

Tenda yang berada paling dekat dengan titik ledakan adalah tenda yang dimiliki oleh kantor berita Turki, Anadolu. Dalam serangan udara Israel ini, tujuh orang jurnalis mengalami luka-luka. Ketua Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan empat orang tewas dan 17 luka-luka dalam serangan udara tersebut.

Selanjutnya, Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel menyatakan pada Minggu, 31 Maret 2024 bahwa serangan darat besar-besaran di Rafah, perbatasan Mesir akan tetap dilakukan meski Amerika Serikat menegaskan tidak akan memberikan dukungan terhadap operasi tersebut.

Netanyahu menekankan pada konferensi pers bahwa serangan di Rafah, yang merupakan tempat tinggal lebih dari satu juta pengungsi dianggap sangat penting untuk meraih kemenangan.

Kementerian kesehatan yang dikelola oleh Hamas pada Minggu menyatakan bahwa serangan Israel telah menewaskan 77 orang di Gaza dalam 24 jam terakhir. Selain itu dilaporkan bahwa sembilan orang tewas dalam serangan Israel di Bani Suhaila dekat kota Khan Younis.

Pihak Israel kukuh mengatakan bahwa tindakan penyerangan ini bertujuan untuk menghancurkan Hamas. Namun sejak Israel melancarkan operasi balasan terhadap serangan Hamas 7 Oktober 2023, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas total 32.782 warga Palestina telah terbunuh dan 75.298 lainnya terluka.

Awal bulan ini, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan bahwa lebih dari 25.000 korban adalah perempuan dan anak-anak

(*)

#Internasional #Gaza #AgresiIsrael