Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Reward Subuh Mubarokah Jadi Pemantik Generasi Muda Padang Aktif ke Masjid

02 October 2026 | October 02, 2026 WIB Last Updated 2026-10-02T13:38:41Z

Reward Subuh Mubarokah Jadi Pemantik Generasi Muda Padang Aktif ke Masjid



D'On, Padang - Upaya Pemerintah Kota Padang membangun kebiasaan religius sejak usia sekolah terus diperkuat melalui Program Unggulan (Progul) Smart Surau. Salah satu bentuk penguatan tersebut diwujudkan dengan pemberian reward kepada pelajar yang konsisten mengikuti gerakan Subuh Mubarokah.


Sebanyak 600 pelajar, terdiri atas 300 siswa SD dan 300 siswa SMP se-Kota Padang, menerima reward triwulan III berupa uang tunai Rp300 ribu per orang. Penyerahan reward dilakukan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir dalam rangkaian Wirid Gabungan Pemerintah Kota Padang di Masjid Agung Nurul Iman, Jumat (2/10/2026).


Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Ketua Baznas Kota Padang Yuspardi, serta Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa bersama para asisten, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), dan ASN di lingkungan Pemko Padang.


Bukan Sekadar Uang, tetapi Apresiasi atas Konsistensi


Pemberian reward tersebut tidak semata-mata dimaknai sebagai bantuan berupa uang tunai. Pemko Padang menempatkannya sebagai bentuk apresiasi atas kedisiplinan sekaligus motivasi bagi para pelajar agar terus menjaga kebiasaan mengikuti salat Subuh berjamaah dan kegiatan Subuh Mubarokah.


Maigus Nasir berharap penghargaan yang diterima para siswa dapat menjadi pemantik agar mereka tidak berhenti setelah memperoleh reward. Sebaliknya, kebiasaan tersebut diharapkan terus tumbuh menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

 

“Saya berharap anak-anak yang hari ini menerima reward tetap konsisten disusul dengan peserta didik lainnya. Ke depan, reward juga akan diberikan kepada guru dan orang tua yang aktif mendampingi mereka,” ujar Maigus.


Pesan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan Subuh Mubarokah tidak hanya bergantung pada kehadiran siswa. Ada ekosistem yang perlu bergerak bersama, mulai dari keluarga, sekolah, guru, pengurus masjid hingga pemerintah.


Guru Tak Hanya Mengajar, tetapi Menjadi Teladan


Dalam penguatan Smart Surau, Pemko Padang juga mendorong keterlibatan guru secara lebih aktif. Guru SD dan SMP diharapkan tidak hanya memastikan peserta didik mendapatkan pendidikan akademik di sekolah, tetapi juga ikut mendampingi mereka dalam kegiatan keagamaan.


Pendampingan sejak salat Subuh berjamaah dinilai penting karena pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui teori. Anak-anak membutuhkan contoh nyata dari orang-orang dewasa yang berada di sekitar mereka.


Dengan demikian, guru diharapkan hadir sebagai teladan sekaligus motivator. Kehadiran guru di lingkungan masjid juga dapat memperkuat hubungan antara sekolah dan masyarakat dalam membentuk kebiasaan positif peserta didik.


Sebelumnya, Pemko Padang memang menempatkan Smart Surau sebagai bagian dari upaya penguatan pendidikan karakter. Program tersebut tidak hanya berkaitan dengan Subuh Mubarokah, tetapi juga diarahkan untuk menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pembelajaran dan pembinaan generasi muda.


Orang Tua Juga Dipandang Punya Peran Penting


Di balik anak-anak yang mampu bangun dan mengikuti salat Subuh berjamaah, terdapat peran keluarga yang tidak kalah penting. Karena itu, Maigus Nasir menyampaikan bahwa ke depan skema apresiasi akan dikembangkan sehingga guru dan orang tua yang aktif mendampingi anak-anak juga dapat memperoleh penghargaan.


Langkah tersebut sekaligus menegaskan bahwa pembentukan karakter anak tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah.


Rumah menjadi tempat pertama anak mengenal kebiasaan, sementara sekolah dan masjid menjadi ruang untuk memperluas pembelajaran tersebut. Jika ketiganya berjalan searah, pembiasaan keagamaan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan yang bersifat programatik, tetapi menjadi bagian dari karakter peserta didik.


Smart Surau dan Upaya Menghidupkan Kembali Fungsi Masjid


Program Smart Surau dirancang Pemko Padang dengan gagasan yang lebih luas daripada sekadar mengajak anak datang ke masjid. Dalam dokumen perencanaan Pemko Padang, Smart Surau mencakup sejumlah aktivasi, antara lain Subuh Mubarokah, Remaja Masjid Reborn, fasilitasi rumah tahfiz, serta ruang pembelajaran digital masjid dan Wi-Fi gratis.


Artinya, masjid diarahkan menjadi ruang yang lebih dekat dengan kehidupan generasi muda.


Anak-anak tidak hanya datang untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga diharapkan mendapatkan ruang untuk belajar, membangun interaksi sosial, mengembangkan kreativitas, serta memperkuat karakter dan nilai-nilai keagamaan.


Konsep tersebut sejalan dengan arah Smart Surau yang sebelumnya dijelaskan Pemko Padang sebagai upaya mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat pendidikan, sosial, dan pembinaan masyarakat.


Dari Kebiasaan Pagi Menuju Pembentukan Karakter


Subuh Mubarokah memiliki tantangan tersendiri. Kegiatan tersebut berlangsung pada waktu ketika sebagian anak masih harus berjuang melawan rasa kantuk dan membangun kedisiplinan untuk bangun lebih awal.


Karena itu, konsistensi menjadi aspek penting.


Reward yang diberikan Pemko Padang dapat dipandang sebagai bentuk penguatan positif agar kebiasaan tersebut terus dipertahankan. Namun, tujuan akhirnya bukan semata-mata agar anak mengejar hadiah.


Lebih jauh, kebiasaan hadir di masjid diharapkan berkembang menjadi kesadaran pribadi. Dari yang awalnya didorong oleh orang tua, guru atau reward, perlahan menjadi kebiasaan yang dilakukan karena adanya kesadaran tentang pentingnya ibadah dan kehidupan religius.


Dalam konteks tersebut, reward menjadi pemantik, sedangkan pembentukan karakter menjadi tujuan yang lebih panjang.


Wirid Gabungan Jangan Berhenti pada Formalitas


Dalam kesempatan tersebut, Maigus Nasir juga memberikan pesan kepada jajaran ASN Pemko Padang mengenai pelaksanaan Wirid Gabungan yang rutin digelar setiap bulan.


Menurutnya, kegiatan tersebut jangan hanya dipandang sebagai agenda rutin ataupun sekadar memenuhi kewajiban absensi ASN.


Ia mengajak seluruh aparatur dan pemangku kepentingan menjadikan wirid sebagai momentum untuk memperkuat pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Saya mengajak Bapak dan Ibu menjadikan wirid ini bukan sekadar rutinitas atau formalitas absensi, tetapi sarana memperkuat nilai-nilai agama dalam kepribadian dan pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Maigus.


Pesan tersebut memperluas makna kegiatan Wirid Gabungan. Jika Subuh Mubarokah diarahkan untuk membangun kebiasaan religius pada generasi muda, maka wirid ASN diharapkan menjadi ruang refleksi bagi aparatur pemerintah agar nilai-nilai yang disampaikan dalam kegiatan keagamaan juga tercermin dalam kehidupan dan pelaksanaan tugas sehari-hari.


Gerakan Bersama untuk Generasi Kota Padang


Maigus Nasir juga mengajak ASN Pemko Padang dan seluruh stakeholder mengambil bagian dalam memperkuat Smart Surau.


Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Sekolah, guru, orang tua, pengurus masjid, tokoh masyarakat, ASN dan berbagai unsur masyarakat perlu bergerak bersama.

 

“Kepada seluruh ASN Pemko Padang dan stakeholder terkait juga diharapkan ikut mengambil bagian dalam memperkuat Smart Surau. Mari kita dukung dan wujudkan bersama cita-cita ini untuk menjadikan generasi Kota Padang yang beriman, cerdas dan berkarakter mulia,” ujarnya.


Arah tersebut juga telah terlihat sejak penguatan Smart Surau dilakukan di lingkungan pendidikan. Pemko Padang menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dan sekolah dalam membentuk karakter peserta didik, sehingga pembinaan tidak berhenti pada kegiatan di dalam kelas.


Reward Hari Ini, Kebiasaan untuk Masa Depan


Penyerahan reward kepada 600 pelajar di Masjid Agung Nurul Iman pada akhirnya bukan hanya tentang berapa besar uang yang diterima masing-masing siswa.


Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi simbol dari sebuah upaya membangun kebiasaan sejak usia dini.


Sebanyak 300 siswa SD dan 300 siswa SMP yang menerima reward pada triwulan III diharapkan dapat menjadi contoh bagi peserta didik lainnya. Mereka diharapkan terus konsisten mengikuti Subuh Mubarokah, sementara pelajar lain didorong untuk ikut mengambil bagian.


Pada saat yang sama, guru dan orang tua diharapkan semakin aktif mendampingi.


Dengan pola tersebut, Smart Surau diarahkan tidak sekadar menjadi program pemerintah yang berjalan berdasarkan agenda, melainkan berkembang menjadi gerakan bersama yang hidup di tengah masyarakat.


Sebab, membentuk generasi yang beriman, cerdas dan berkarakter tidak cukup dilakukan dalam satu kegiatan atau satu periode. Ia membutuhkan pembiasaan yang konsisten, keteladanan orang dewasa, dukungan keluarga, lingkungan pendidikan yang kuat, serta ruang sosial yang memungkinkan anak-anak tumbuh dengan nilai-nilai positif.


Dari masjid, kebiasaan itu dibangun. Dari keluarga dan sekolah, kebiasaan itu diperkuat. Dan dari lingkungan masyarakat, karakter itu diharapkan terus tumbuh menjadi bagian dari kehidupan generasi muda Kota Padang.


(Mond)


#Padang #Daerah #SubuhMubarokah

×
Berita Terbaru Update