Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Progres Betonisasi Jalan Lingkungan di Padang Sarai Capai 98 Persen, Pemko Padang Kucurkan Rp1,3 Miliar

26 October 2026 | October 26, 2026 WIB Last Updated 2026-10-26T16:34:14Z

Progres Betonisasi Jalan Lingkungan di Padang Sarai Capai 98 Persen, Pemko Padang Kucurkan Rp1,3 Miliar

D'On, Padang - Pemerintah Kota Padang terus memperkuat pembangunan infrastruktur hingga ke kawasan permukiman warga. Tidak hanya berfokus pada jalan-jalan utama, perhatian pemerintah juga diarahkan pada perbaikan jalan lingkungan yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat sehari-hari.


Komitmen tersebut terlihat dari pengerjaan betonisasi jalan lingkungan di kawasan Jembatan Markas Komando Satuan (Makosat) Brimob Polda Sumatera Barat, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, yang kini hampir rampung.


Wali Kota Padang, Fadly Amran, turun langsung meninjau progres pengerjaan jalan tersebut pada Senin (26/10/2026). Dalam peninjauan itu, Fadly didampingi Dansat Brimob Polda Sumatera Barat Kombes Pol. Lukman Syafri Dandel Malik, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Padang Tri Hadiyanto, serta Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama.


Betonisasi jalan ini menjadi salah satu bentuk realisasi Program Unggulan (Progul) Pemerintah Kota Padang, Padang Rancak, terutama dalam upaya memperbaiki kualitas jalan dan drainase perkotaan.


Dengan progres pekerjaan yang telah mencapai 98 persen, pembangunan tersebut tinggal menyisakan penyelesaian sejumlah bagian, khususnya pengisian bahu jalan menggunakan material kerikil agar kondisi jalan semakin rapi, nyaman, dan siap dimanfaatkan secara optimal.


Anggaran Rp1,3 Miliar, Jalan Sepanjang 454 Meter


Kepala Dinas Perkim Kota Padang, Tri Hadiyanto, menjelaskan bahwa betonisasi jalan lingkungan di kawasan tersebut memiliki panjang 454 meter dengan lebar empat meter.


Pekerjaan itu didukung anggaran sebesar Rp1,3 miliar yang dialokasikan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di kawasan Padang Sarai.


Menurut Tri, progres pengerjaan telah mencapai 98 persen. Tahapan yang masih perlu diselesaikan adalah pengisian bahu jalan dengan kerikil untuk menyempurnakan kondisi fisik jalan.


“Kita tinggal menyelesaikan pengisian bahu jalan dengan kerikil agar kondisi jalan lebih rapi dan nyaman dilalui. Kita targetkan dalam waktu dekat seluruh pekerjaan dapat diselesaikan, sehingga jalan ini bisa dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,” ujar Tri.


Penyelesaian bahu jalan menjadi bagian penting dari tahap akhir pekerjaan. Selain mendukung kerapian kawasan, penyempurnaan tersebut diharapkan membuat akses jalan lebih nyaman digunakan oleh masyarakat yang beraktivitas setiap hari.


Dengan hampir rampungnya pekerjaan, masyarakat di sekitar kawasan tersebut diharapkan segera menikmati akses jalan yang lebih baik, baik untuk menunjang kegiatan sehari-hari maupun memperlancar mobilitas menuju kawasan lain.


Bukan Sekadar Jalan, tetapi Akses Penting bagi Masyarakat


Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya berorientasi pada jalan-jalan besar yang menjadi jalur utama transportasi. Jalan lingkungan yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat juga harus mendapatkan perhatian pemerintah.


Menurutnya, kualitas jalan lingkungan berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas warga, akses menuju kawasan permukiman, serta konektivitas antarkawasan.


“Perbaikan jalan yang kita lakukan tidak hanya pada jalan-jalan utama, tetapi juga jalan lingkungan yang dibutuhkan masyarakat. Kita berharap pembangunan ini memberikan manfaat bagi warga Padang Sarai dan jajaran Brimob Polda Sumatera Barat, serta mendukung pengendalian banjir di kawasan tersebut,” kata Fadly Amran.


Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan jalan lingkungan merupakan bagian dari upaya pemerataan pembangunan infrastruktur. Dengan akses yang lebih baik, masyarakat di kawasan permukiman diharapkan memperoleh kemudahan dalam menjalankan aktivitas sosial maupun ekonomi.


Fadly juga berharap pembangunan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar, sekaligus mendukung kebutuhan operasional personel Brimob yang bertugas di kawasan tersebut.


Kawasan Permukiman Dekat Laut, Jalan Berperan Strategis


Dari sisi lokasi, jalan lingkungan di sekitar Jembatan Makosat Brimob memiliki arti penting karena kawasan tersebut dikelilingi sejumlah perumahan dan berada pada jarak ratusan meter dari laut.


Dansat Brimob Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. Lukman Syafri Dandel Malik, menjelaskan bahwa kondisi geografis dan aktivitas masyarakat di kawasan itu membuat keberadaan jalan yang memadai menjadi kebutuhan penting.


Akses jalan yang baik diperlukan untuk memperlancar pergerakan warga, menghubungkan kawasan permukiman dengan jalur menuju wilayah lain, serta mendukung mobilitas personel Brimob.


“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wali Kota Padang atas pembangunan jalan ini. Selain memperpendek akses masyarakat menuju luar, jalan tersebut juga mendukung mobilitas personel Brimob Polda Sumatera Barat dan jalur evakuasi bencana,” ungkap Lukman.


Apresiasi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur di kawasan itu tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat sipil, tetapi juga mendukung kesiapsiagaan unsur keamanan dalam menghadapi situasi darurat.


Keberadaan akses jalan yang memadai menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran proses evakuasi ketika terjadi bencana. Dalam kondisi darurat, jalur yang dapat dilalui dengan lebih mudah akan membantu pergerakan warga maupun petugas yang melakukan penanganan di lapangan.


Mendukung Penataan Kawasan dan Pengendalian Banjir


Selain meningkatkan kualitas akses transportasi, pembangunan jalan lingkungan tersebut juga diharapkan mendukung penataan kawasan permukiman dan upaya pengendalian banjir di Padang Sarai.


Hal ini sejalan dengan penjelasan Wali Kota Padang yang menempatkan perbaikan jalan dan drainase sebagai bagian dari arah pembangunan melalui Program Unggulan Padang Rancak.


Infrastruktur jalan dan drainase memiliki keterkaitan dalam mendukung kualitas lingkungan permukiman. Jalan yang dibangun dengan baik perlu diimbangi pengelolaan aliran air yang memadai agar kawasan tetap nyaman dan risiko gangguan akibat genangan dapat ditekan.


Meski demikian, efektivitas pengendalian banjir tetap bergantung pada berbagai faktor, termasuk kapasitas drainase, kondisi saluran pembuangan, serta karakteristik aliran air di kawasan tersebut. Karena itu, kesinambungan antara pembangunan jalan dan penanganan drainase menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.


Melalui pembangunan ini, Pemko Padang berharap peningkatan infrastruktur tidak berhenti pada perbaikan kondisi fisik jalan semata, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap kualitas lingkungan dan kenyamanan masyarakat.


Pemerataan Pembangunan hingga ke Lingkungan Warga


Peninjauan langsung yang dilakukan Fadly Amran menjadi bagian dari upaya memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai target dan manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.


Dengan panjang 454 meter, lebar empat meter, serta dukungan anggaran Rp1,3 miliar, betonisasi jalan di kawasan Jembatan Makosat Brimob tersebut menjadi salah satu pekerjaan infrastruktur lingkungan yang tengah diselesaikan Pemerintah Kota Padang.


Capaian pengerjaan sebesar 98 persen menunjukkan bahwa proyek telah memasuki tahap akhir. Pemko Padang melalui Dinas Perkim menargetkan sisa pekerjaan dapat dirampungkan dalam waktu dekat.


Bagi warga Padang Sarai, penyelesaian jalan ini diharapkan menjadi peningkatan nyata terhadap aksesibilitas kawasan. Sementara bagi Brimob Polda Sumatera Barat, jalan tersebut turut menunjang mobilitas personel dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan keadaan darurat.


Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya diukur dari panjang jalan yang dibeton atau besarnya anggaran yang digelontorkan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat setelah pekerjaan selesai.


Melalui Program Unggulan Padang Rancak, Pemerintah Kota Padang berupaya memastikan pembangunan menjangkau kebutuhan yang lebih dekat dengan kehidupan warga, termasuk akses jalan lingkungan yang selama ini menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari.


Dengan penyelesaian pekerjaan yang tinggal menyisakan tahap akhir, jalan di kawasan Jembatan Makosat Brimob diharapkan segera berfungsi optimal sebagai akses masyarakat, penunjang mobilitas personel, sekaligus bagian dari upaya membangun lingkungan permukiman yang lebih tertata dan nyaman di Kota Padang.


(Mond)


#Infrastruktir #Padang #News

×
Berita Terbaru Update