Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan di Pauh, 53 Keluarga Didorong Mandiri Ekonomi

28 October 2026 | October 28, 2026 WIB Last Updated 2026-10-28T06:07:32Z

Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan di Pauh, 53 Keluarga Didorong Mandiri Ekonomi

D'On, Padang - Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus didorong Pemerintah Kota Padang melalui pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui peresmian Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di kawasan Koto Parak, Jalan Djamaluddin Wak Ketok, Kelurahan Pisang, Kecamatan Pauh, Rabu (28/10/2026).


Program yang diresmikan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, tersebut merupakan program pemberdayaan masyarakat binaan Yayasan Baitul Maal (YBM) PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Padang. Sebanyak 53 keluarga di RW 02, RW 05, dan RW 06 Kelurahan Pisang menjadi penerima manfaat, dengan harapan mampu mengembangkan usaha budi daya ikan air tawar sebagai sumber pangan sekaligus peluang peningkatan pendapatan keluarga.


Kehadiran Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar ini menjadi langkah strategis dalam membangun kemandirian masyarakat berbasis potensi lingkungan. Di tengah perkembangan Kota Padang yang terus berlangsung dan semakin terbatasnya lahan pertanian, pemanfaatan pekarangan rumah untuk kegiatan produktif dinilai dapat menjadi alternatif usaha yang menjanjikan.


Program ini juga menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan, tetapi harus disertai peningkatan keterampilan, pendampingan, dan keberlanjutan usaha agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.


53 Keluarga Mendapatkan Sarana Budi Daya Ikan


Dalam pelaksanaannya, YBM PLN UPT Padang memberikan bantuan sarana budi daya ikan air tawar kepada 53 keluarga penerima manfaat. Setiap keluarga memperoleh satu unit kolam bundar berdiameter 200 sentimeter dengan tinggi 90 sentimeter, lengkap dengan instalasi pendukungnya.


Selain kolam, masing-masing keluarga juga menerima 750 ekor bibit ikan nila dan 50 ekor bibit ikan mas. Dengan demikian, program ini menyediakan sebanyak 42.400 ekor bibit ikan untuk seluruh penerima manfaat, terdiri atas 39.750 ekor bibit ikan nila dan 2.650 ekor bibit ikan mas.


Bantuan tersebut dirancang agar masyarakat dapat langsung memulai kegiatan budi daya ikan di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Tidak hanya menyediakan sarana produksi, program ini juga dilengkapi pelatihan dan pendampingan bersama dinas terkait untuk membantu penerima manfaat mengelola usaha secara lebih terarah.


Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak sekadar menerima bantuan, tetapi juga memperoleh pengetahuan dan keterampilan untuk merawat ikan, mengelola kolam, menjaga kualitas air, serta merencanakan hasil panen agar memberikan nilai ekonomi.


Jika dikelola secara konsisten, usaha budi daya ikan skala rumah tangga berpotensi membantu memenuhi kebutuhan protein keluarga, mengurangi pengeluaran untuk pangan, dan menghasilkan pendapatan tambahan dari penjualan ikan.


Maigus Nasir: Pekarangan Harus Menjadi Sumber Produktivitas


Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengapresiasi inisiatif YBM PLN UPT Padang yang dinilai sejalan dengan program Pemerintah Kota Padang dalam mengembangkan gerakan urban farming atau pertanian perkotaan.


Menurutnya, keterbatasan lahan tidak seharusnya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk tetap produktif. Justru, kondisi tersebut perlu dijawab dengan inovasi dan pemanfaatan ruang yang tersedia secara lebih efektif, termasuk melalui budi daya ikan air tawar di pekarangan rumah.


“Program yang diluncurkan YBM PLN ini sejalan dengan semangat Pemko Padang dalam mengembangkan urban farming. Kita ingin masyarakat tetap produktif dan mampu memanfaatkan lahan yang tersedia untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujar Maigus.


Ia menilai, pengembangan budi daya ikan di lingkungan permukiman dapat menjadi salah satu solusi untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka kesempatan usaha baru bagi masyarakat.


Melalui program tersebut, warga didorong untuk mengubah pekarangan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal menjadi ruang produktif yang memberikan manfaat nyata.


Namun, Maigus mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh banyaknya bantuan yang disalurkan. Hal yang lebih penting adalah kesungguhan masyarakat dalam mengelola bantuan, menjaga keberlangsungan budi daya, dan mengembangkan usaha secara bertahap.


“Bantuan yang diterima hari ini harus kita syukuri, manfaatkan, dan kembangkan. Kalau hari ini satu kolam, tahun depan kita berharap bisa menjadi dua, kemudian bertambah lagi,” katanya.


Harapan tersebut menggambarkan arah pemberdayaan yang ingin dibangun, yakni mendorong masyarakat bergerak dari penerima bantuan menjadi pelaku usaha yang produktif dan mandiri.


Dinas Perikanan, Kecamatan, dan Kelurahan Diminta Aktif Mendampingi


Untuk memastikan program berjalan optimal, Maigus meminta Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang bersama camat, lurah, serta jajaran RT dan RW agar memberikan pendampingan secara berkelanjutan kepada keluarga penerima manfaat.


Menurutnya, pendampingan sangat diperlukan agar masyarakat dapat mengatasi berbagai tantangan dalam proses budi daya, mulai dari pemeliharaan bibit, pengelolaan kualitas air, pengaturan pemberian pakan, hingga perencanaan panen dan pemasaran hasil produksi.


Dengan adanya dukungan dari perangkat daerah dan unsur kewilayahan, persoalan yang muncul selama proses pemeliharaan diharapkan dapat ditangani lebih cepat. Masyarakat juga dapat memperoleh arahan teknis sehingga risiko kegagalan budi daya bisa ditekan.


Maigus berharap, Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar Kelurahan Pisang tidak berhenti sebagai program bantuan sesaat, melainkan berkembang menjadi kawasan percontohan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.


Keberhasilan program ini nantinya diharapkan dapat menginspirasi kelurahan lain di Kota Padang untuk mengembangkan kegiatan serupa sesuai dengan kondisi lingkungan dan kemampuan masyarakat setempat.


PLN Hadir Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat


Sementara itu, Manager PLN UPT Padang, Teguh Dwi Rahmansyah, menyampaikan bahwa program Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar merupakan bagian dari kontribusi sosial YBM PLN dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Menurut Teguh, kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi keluarga penerima, terutama dalam memperkuat kemandirian ekonomi dan membangun aktivitas produktif di lingkungan tempat tinggal.


“Semoga program ini dapat meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Melalui kolaborasi ini, Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar diharapkan menjadi titik awal penguatan ekonomi keluarga dan kemandirian masyarakat,” ungkap Teguh.


Dukungan ini memperlihatkan peran lembaga sosial perusahaan dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui program yang berorientasi pada peningkatan kapasitas dan produktivitas warga.


Melalui penyediaan sarana budi daya, pelatihan, serta pendampingan, program tersebut diharapkan mampu membuka ruang bagi masyarakat untuk membangun usaha dari lingkungan rumah sendiri.


Bersumber dari Zakat Pegawai PLN, Menyasar Keluarga Desil 1–4


Ketua YBM PLN UPT Padang, Wesli Hamdani, menjelaskan bahwa program Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar bersumber dari zakat pegawai PLN yang disalurkan untuk membantu memberdayakan masyarakat kurang mampu.


Sebanyak 53 keluarga penerima manfaat telah diverifikasi berdasarkan data pemerintah dengan sasaran kelompok desil 1–4, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan relatif rendah.


Penetapan penerima manfaat tersebut menjadi bagian penting agar program dapat menjangkau keluarga yang membutuhkan dukungan untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kemampuan ekonomi.


Wesli mengatakan, program ini tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan sarana, tetapi juga diarahkan untuk mendorong tumbuhnya usaha produktif yang dapat dikembangkan oleh keluarga penerima.


“Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan keluarga dan membuka peluang usaha produktif melalui bantuan sarana, pelatihan, serta pendampingan bersama dinas terkait. Kita berharap keluarga penerima manfaat mampu meningkatkan hasil panen dan memperluas usaha secara bertahap sehingga menjadi model pemberdayaan bagi kelurahan lain,” jelasnya.


Ia berharap, bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga setiap keluarga memiliki kesempatan untuk mengembangkan budi daya ikan sesuai kemampuan dan kondisi lingkungan masing-masing.


Dengan pengelolaan yang baik, hasil budi daya diharapkan tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan ketika produksi telah memungkinkan untuk dipasarkan.


Momentum Hari Listrik Nasional ke-81


Peluncuran Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar ini dilaksanakan dalam momentum peringatan Hari Listrik Nasional ke-81. Program tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat pegawai PLN untuk kegiatan sosial yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.


Peresmian ini turut dihadiri Camat Pauh, Yandry, lurah se-Kecamatan Pauh, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pauh, serta tokoh dan elemen masyarakat Kelurahan Pisang.


Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan memperkuat sinergi dalam mendukung pelaksanaan program, mulai dari pengawasan, pendampingan, hingga pengembangan usaha masyarakat.


Kolaborasi antara pemerintah daerah, PLN melalui YBM, dan masyarakat menjadi faktor penting agar program pemberdayaan tidak berhenti pada tahap peresmian. Keberlanjutan usaha, peningkatan keterampilan, serta kemampuan masyarakat mengelola hasil produksi akan menjadi penentu manfaat jangka panjang.


Dari Satu Kolam Menuju Kemandirian Keluarga


Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang membawa harapan agar pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari lingkungan terdekat, yakni pekarangan rumah dan potensi yang tersedia di sekitar keluarga.


Bagi 53 keluarga penerima manfaat, satu unit kolam beserta bibit ikan yang diberikan menjadi modal awal untuk belajar, berproduksi, dan mengembangkan kegiatan ekonomi secara bertahap.


Keberhasilan program nantinya tidak semata-mata diukur dari jumlah kolam yang dibagikan atau bibit yang ditebar, tetapi juga dari kemampuan keluarga menjaga keberlangsungan budi daya, memperoleh hasil panen, mengelola pendapatan, serta memperluas usaha jika kondisi memungkinkan.


Dengan pendampingan yang konsisten dan partisipasi aktif masyarakat, Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar diharapkan tumbuh menjadi contoh bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk tetap produktif.


Lebih dari sekadar bantuan sosial, program ini menjadi langkah untuk membangun ketahanan pangan dari rumah, membuka peluang ekonomi dari pekarangan, dan menumbuhkan kemandirian keluarga melalui usaha yang berkelanjutan.


Harapannya, semangat yang dimulai dari Koto Parak, Kelurahan Pisang, dapat berkembang menjadi gerakan pemberdayaan masyarakat yang lebih luas di Kota Padang.


(Mond)



#PemkoPadang #YBMPLN #KampungBudidayaIkan #UrbanFarming #KetahananPangan #PemberdayaanMasyarakat

×
Berita Terbaru Update