Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Aksi Simbolik di Monumen Tugu Tani: Mahasiswa Bentangkan Spanduk Raksasa Titip 5 Tuntutan untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran

20 October 2026 | October 20, 2026 WIB Last Updated 2026-10-20T12:52:49Z

Aksi Simbolik di Monumen Tugu Tani: Mahasiswa Bentangkan Spanduk Raksasa Titip 5 Tuntutan untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran


D'On, Jakarta -  Sebuah aksi simbolik dan penuh ketegangan mewarnai kawasan Jakarta Pusat pada Selasa (20/10/2026) sore. Sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi terkemuka bersama kelompok masyarakat sipil membentangkan spanduk berukuran raksasa tepat di Monumen Tugu Tani, Gondangdia. Langkah dramatis ini diambil untuk menegaskan lima tuntutan mendesak kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.


Aksi pemanjangan dan pemasangan spanduk raksasa tersebut menjadi puncak dari rangkaian unjuk rasa yang berlangsung sejak siang hari. Tepat pukul 17.50 WIB, usai orasi politik yang menggemakan berbagai persoalan bangsa berakhir, suasana mendadak riuh. Dua mahasiswa laki-laki dengan sigap memanjat struktur monumen bersejarah itu dengan bantuan serta dorongan fisik dari rekan-rekan mereka yang membentuk barisan di bawah.


Diiringi gemuruh tepuk tangan dan kepalan tangan yang mengudara, pekikan tegas bertema perubahan membakar semangat para peserta aksi di lokasi.


"Revolusi, revolusi, revolusi!" teriak massa secara bersahut-sahutan di tengah reremang senja Jakarta.


Meski menghadapi medan panjat yang tidak mudah dan risiko keselamatan, koordinasi solid antarmahasiswa membuahkan hasil. Dalam kurun waktu kurang dari 20 menit—tepatnya pukul 18.08 WIB—kain putih berukuran besar tersebut berhasil meluncur turun dan terpasang sempurna. Spanduk raksasa itu menjuntai gagah, menutupi sisi Monumen Tugu Tani yang menghadap langsung ke arah jalur utama Gondangdia.


Lima Poin Krusial Bertinta Merah-Hitam


Spanduk tersebut memuat pesan lugas yang ditulis dengan kombinasi tinta berwarna merah dan hitam, menyimbolkan ketegasan sekaligus sinyal darurat atas kondisi sosial-politik terkini. Adapun lima poin tuntutan utama yang diusung meliputi:


  1. Status Bencana Nasional Karhutla: Mendesak pemerintah segera menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional serta melakukan pemulihan ekosistem secara komprehensif.
  2. Keadilan Ekonomi: Pembenahan tata kelola ekonomi nasional secara mendasar demi memangkas jurang ketimpangan sosial yang kian melebar.
  3. Perlindungan Demokrasi: Penghentian segala bentuk penyempitan ruang sipil dan penolakan terhadap gejala militerisasi di sektor sipil.
  4. Pemberantasan KKN: Komitmen total dan tanpa kompromi dalam memberantas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
  5. Pendidikan Murah dan Berkelanjutan: Penurunan biaya pendidikan serta perwujudan sistem pendidikan nasional yang inklusif dan berpihak pada rakyat kecil.


Aliansi Lintaskampus


Aksi membentangkan spanduk di salah satu ikon perjuangan Jakarta ini dikonsolidasikan oleh lintas aliansi mahasiswa. Beberapa kelompok BEM yang mengomandoi gerakan ini di antaranya berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), mahasiswa IPB University, serta mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.


Pemasangan spanduk raksasa di Tugu Tani ini bukan sekadar penutup demonstrasi biasa, melainkan sebuah pesan visual yang kuat dari generasi muda: pertanda bahwa pengawalan terhadap kebijakan dan janji-janji pemerintah akan terus bergulir secara kritis di ruang-ruang publik.


(L6)


#Nasional #Demonstrasi

×
Berita Terbaru Update