Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Viral Tulang Belulang Muncul di Pesisir Aceh Besar, Polisi Ungkap Jejak Makam Lama yang Tergerus Laut

01 September 2026 | September 01, 2026 WIB Last Updated 2026-09-01T12:29:52Z

Viral Tulang Belulang Muncul di Pesisir Aceh Besar, Polisi Ungkap Jejak Makam Lama yang Tergerus Laut



D'On, ACEH BESAR Pemandangan tak biasa muncul di kawasan pesisir Kabupaten Aceh Besar. Sejumlah tulang belulang yang diduga merupakan tulang manusia terlihat di kawasan pantai Dusun Imuem Daud, Gampong Lamguron, Kecamatan Peukan Bada.


Temuan itu sontak menjadi perhatian setelah videonya beredar dan ramai diperbincangkan di media sosial. Warganet pun mempertanyakan dari mana tulang-tulang tersebut berasal dan bagaimana bisa muncul di kawasan pesisir.


Polsek Peukan Bada, Polresta Banda Aceh, kemudian melakukan penelusuran dengan berkoordinasi bersama perangkat gampong dan masyarakat setempat.


Hasil penelusuran sementara justru mengarah pada cerita masa lalu kawasan tersebut bukan pada sebuah peristiwa baru.


Kapolsek Peukan Bada, Iptu Suriyatno, mengatakan lokasi penemuan berada di kawasan pantai Dusun Imuem Daud, Gampong Lamguron, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar.


“Berdasarkan penelusuran dan koordinasi dengan perangkat gampong, lokasi itu (tulang) berada di kawasan pantai Dusun Imuem Daud, Gampong Lamguron, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar,” kata Suriyatno, dikutip dari Antara, Selasa (1/9/2026).


Ada Jejak Pemakaman Lama di Balik Temuan


Menurut keterangan perangkat Gampong Lamguron dan masyarakat, kawasan tempat tulang belulang tersebut ditemukan ternyata memiliki sejarah panjang.


Jauh sebelum kawasan itu berubah seperti sekarang, lokasi tersebut merupakan daratan yang dimanfaatkan masyarakat sebagai area perkebunan kelapa. Di kawasan yang sama juga terdapat pemakaman lama.


Makam-makam tersebut, menurut keterangan warga, dahulu masih dapat terlihat di sepanjang garis pantai.


“Dari keterangan masyarakat dan perangkat gampong, tulang belulang yang ditemukan tersebut diduga berasal dari kawasan pemakaman lama,” ujar Suriyatno.


Dengan demikian, tulang belulang yang kini muncul ke permukaan diduga merupakan bagian dari sisa pemakaman lama yang sebelumnya berada di daratan.


Tsunami Mengubah Wajah Kawasan


Jejak masa lalu tersebut kemudian berhadapan dengan perubahan besar yang terjadi setelah bencana tsunami Aceh.


Kawasan yang dahulu berupa daratan mengalami perubahan bentang alam. Sebagian wilayah yang sebelumnya menjadi tempat aktivitas masyarakat kemudian berada di kawasan yang terdampak langsung perubahan garis pantai dan perairan.


Menurut keterangan masyarakat, sebelum tsunami, pemakaman lama tersebut membentang di sepanjang garis pantai dengan panjang sekitar 800 meter.


“Menurut keterangan masyarakat, sebelum tsunami, kawasan tersebut merupakan daratan dan terdapat pemakaman lama di sepanjang garis pantai dengan panjang kurang lebih 800 meter,” kata Suriyatno.


Perubahan tersebut membuat lokasi pemakaman lama kini berada di kawasan yang jauh lebih rentan terhadap pengaruh air laut.


Namun perubahan itu ternyata tidak berhenti setelah bencana tsunami berlalu.


Proses alam terus bekerja mengikis kawasan pesisir.


Abrasi Buka Kembali Jejak yang Lama Terkubur


Abrasi menjadi salah satu faktor yang diduga menyebabkan tulang belulang kembali terlihat.


Ketika garis pantai terus terkikis, lapisan tanah yang sebelumnya menutupi area pemakaman lama perlahan dapat terbuka. Material yang selama puluhan tahun berada di dalam tanah kemudian berpotensi tersingkap ke permukaan.


Kondisi tersebut semakin memungkinkan terjadi ketika air laut mengalami surut.


“Akibatnya, material dari kawasan pemakaman, termasuk tulang belulang yang diduga merupakan tulang manusia, dapat terlihat di permukaan, terutama saat air laut surut,” jelas Suriyatno.


Polisi bahkan menduga masih terdapat tulang belulang lain di sekitar kawasan tersebut.


“Kemungkinan masih terdapat tulang belulang lain di kawasan tersebut yang dapat ditemukan kembali, khususnya saat kondisi air laut surut,” ujarnya.


Artinya, temuan yang viral di media sosial tersebut kemungkinan bukan satu-satunya material dari pemakaman lama yang dapat tersingkap.


Polisi: Jangan Terburu-buru Berspekulasi


Viralnya video temuan tulang belulang sempat memunculkan beragam dugaan di tengah masyarakat.


Namun polisi mengingatkan agar masyarakat tidak langsung mengaitkan temuan tersebut dengan dugaan tindak pidana ataupun peristiwa baru tanpa informasi yang jelas.


Penelusuran sejarah lokasi menjadi bagian penting untuk memahami temuan tersebut.


Keterangan masyarakat dan perangkat gampong menunjukkan bahwa kawasan itu memang memiliki riwayat sebagai lokasi pemakaman sebelum perubahan bentang alam terjadi.


Karena itu, informasi yang beredar di media sosial perlu dilihat secara utuh dan tidak hanya berdasarkan potongan video atau foto.


Warga Diminta Laporkan Temuan


Polsek Peukan Bada mengapresiasi masyarakat dan pengunggah video yang telah menyampaikan informasi mengenai temuan tersebut.


Kepolisian menilai laporan masyarakat penting agar kondisi di lapangan dapat segera diketahui dan ditelusuri.


Suriyatno juga mengimbau warga yang menemukan tulang belulang atau benda lain yang diduga berkaitan dengan sisa pemakaman untuk tidak langsung mengambil atau memindahkannya.


Masyarakat diminta terlebih dahulu berkoordinasi dengan perangkat gampong atau kepolisian.


“Langkah ini penting untuk memastikan informasi mengenai lokasi temuan, sekaligus menghindari kesalahpahaman terkait batas wilayah administrasi antar gampong,” demikian Suriyatno.


Temuan tulang belulang di pesisir Lamguron pada akhirnya membuka kembali kisah lama sebuah kawasan yang pernah menjadi daratan, dihuni masyarakat, memiliki perkebunan dan pemakaman, kemudian mengalami perubahan besar akibat tsunami dan terus terkikis oleh abrasi.


Apa yang kini terlihat di tepian laut diduga merupakan bagian dari jejak masa lalu yang kembali muncul ke permukaan seiring alam perlahan membuka kembali apa yang selama ini tersimpan di dalam tanah.


(L6)


#Viral #Peristiwa

×
Berita Terbaru Update