
Putus Rantai Penularan TB di Padang, Dinkes Telusuri Ratusan Kontak Pasien hingga 104 Kelurahan
D'On, Padang — Upaya memutus mata rantai penularan tuberkulosis (TB) di Kota Padang terus diperkuat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang kini menggencarkan tracing TB yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah menemukan kasus secara dini sekaligus mencegah penularan yang lebih luas di tengah masyarakat.
Program tersebut menyasar masyarakat yang memiliki riwayat kontak dengan pasien TB maupun warga yang dinilai memiliki faktor risiko terinfeksi. Pemeriksaan dilakukan sedini mungkin agar seseorang yang ternyata telah terinfeksi dapat segera mendapatkan penanganan dan pengobatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Padang, dr. Dessy M. Siddik, mengatakan tracing TB merupakan bagian penting dalam upaya menemukan penderita sedini mungkin. Pasalnya, seseorang yang pernah melakukan kontak dengan pasien TB berpotensi terpapar dan perlu mendapatkan pemeriksaan.
“Di Kota Padang kita mendapat 242 lokus. Setiap lokus akan melibatkan sekitar 100 orang dengan kriteria memiliki riwayat kontak dengan penderita TBC atau memiliki faktor risiko terinfeksi TBC. Mereka akan kita lakukan pemeriksaan kesehatan,” ujar Dessy, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan tracing tersebut telah dimulai sejak 19 Agustus 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga pertengahan November 2026. Pelaksanaannya menjangkau 104 kelurahan di Kota Padang, dengan jumlah lokasi pemeriksaan di setiap kelurahan disesuaikan dengan kondisi serta jumlah kasus TB yang ditemukan di wilayah masing-masing.
Bukan Hanya Pasien, Orang di Sekitarnya Juga Ditelusuri
Tracing dilakukan dengan menelusuri orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien TB yang telah dinyatakan positif.
Kontak tersebut tidak hanya terbatas pada anggota keluarga. Petugas juga menelusuri tetangga, teman di lingkungan kerja, teman sekolah, maupun orang lain yang pernah berinteraksi dengan pasien.
“Dari pasien TB yang sudah positif, kita telusuri siapa saja yang pernah berkontak, baik tetangga, teman di tempat kerja, teman sekolah, maupun orang yang pernah berinteraksi dengan pasien. Dari sana kita lakukan pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut,” kata Dessy.
Dalam prosesnya, Dinkes Kota Padang melibatkan unsur kelurahan dan kader kesehatan untuk membantu menemukan masyarakat yang masuk dalam kriteria sasaran. Mereka kemudian diarahkan untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan.
Langkah tersebut menjadi penting karena TB dapat menyebar melalui udara. Seseorang yang tampak sehat belum tentu terbebas dari risiko apabila memiliki riwayat kontak erat dengan penderita TB.
Karena itu, pemeriksaan terhadap orang-orang yang pernah berinteraksi dengan pasien positif menjadi salah satu cara untuk menemukan kemungkinan kasus baru sebelum berkembang lebih jauh.
Jika Ditemukan Gejala, Pemeriksaan Dilanjutkan
Masyarakat yang mengikuti tracing akan menjalani pemeriksaan kesehatan. Apabila pada pemeriksaan awal ditemukan gejala atau terdapat dugaan mengarah pada TB, petugas akan mengarahkan yang bersangkutan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk pemeriksaan dahak.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan seseorang positif TB, pasien akan segera mendapatkan pengobatan sesuai prosedur penanganan yang berlaku.
Sebaliknya, apabila seseorang tidak ditemukan terinfeksi, petugas tetap memberikan edukasi mengenai TB, terutama berkaitan dengan cara penularan dan langkah-langkah pencegahan.
Dengan pola tersebut, tracing tidak hanya berfungsi sebagai upaya mencari kasus baru, tetapi sekaligus menjadi sarana meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengenali TB dan mencegah penularannya.
Etika Batuk hingga Sirkulasi Udara Jadi Perhatian
Dinkes Kota Padang juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele kebiasaan sehari-hari yang berkaitan dengan pencegahan penularan penyakit.
Dessy mengimbau masyarakat untuk menerapkan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut serta hidung. Masyarakat juga diminta tidak membuang dahak secara sembarangan.
Selain perilaku individu, kondisi lingkungan tempat tinggal juga perlu diperhatikan. Sirkulasi udara yang baik menjadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan dalam upaya mengurangi risiko penularan penyakit yang menyebar melalui udara.
Upaya pencegahan tersebut, menurut Dinkes, tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan. Masyarakat memiliki peran besar dalam memutus rantai penularan TB, terutama dengan segera memeriksakan diri apabila memiliki gejala atau riwayat kontak dengan pasien TB.
Dinkes Minta Masyarakat Tak Abaikan Pemeriksaan
Dinkes Kota Padang berharap masyarakat yang menjadi sasaran tracing dapat meluangkan waktu untuk mengikuti pemeriksaan yang telah disiapkan.
Dessy menegaskan, pemeriksaan bukan sekadar untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi atau tidak. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melindungi keluarga, lingkungan tempat tinggal, sekolah, tempat kerja, hingga masyarakat secara lebih luas.
“Harapan kami masyarakat yang dipilih untuk memeriksakan diri dapat meluangkan waktu untuk datang. Kalau memang sudah tertular, segera kita obati sehingga tidak menularkan kepada yang lain. Dengan begitu, penularan TB bisa kita putus dan kasus-kasus baru yang ditemukan dapat segera ditangani,” tuturnya.
Melalui tracing yang dilakukan secara luas tersebut, Dinkes Kota Padang menargetkan semakin banyak kasus TB dapat ditemukan pada tahap awal dan segera mendapatkan penanganan.
Bagi masyarakat, mengikuti pemeriksaan ketika masuk dalam sasaran tracing merupakan langkah sederhana, namun memiliki dampak besar. Sebab, semakin cepat kasus ditemukan dan ditangani, semakin besar pula peluang untuk mencegah penularan kepada orang-orang di sekitarnya.
Dengan menjangkau 242 lokus dan melibatkan masyarakat di 104 kelurahan, gerakan tracing TB ini menjadi salah satu ikhtiar Kota Padang untuk tidak hanya mengobati mereka yang telah sakit, tetapi juga menemukan potensi kasus lebih awal dan memutus rantai penularan sebelum semakin meluas.
(Mond)
#Dinkes #Padang #Daerah #Kesehatan