Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Fadly Amran Tekankan Standar Tinggi Pembangunan Fisik 2026: Pasar Raya hingga Huntap Disiapkan Jadi Wajah Baru Kota Padang

01 September 2026 | September 01, 2026 WIB Last Updated 2026-09-01T13:08:54Z

Fadly Amran Tekankan Standar Tinggi Pembangunan Fisik 2026: Pasar Raya hingga Huntap Disiapkan Jadi Wajah Baru Kota Padang



D'On, Padang — Pemerintah Kota Padang terus mematangkan pembangunan infrastruktur fisik sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi kota menuju kawasan metropolitan yang modern, tertata, nyaman, dan memiliki daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan.


Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Paparan Desain Pekerjaan Fisik 2026 yang digelar di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (1/9/2026). Dalam rapat tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran mendengarkan secara langsung paparan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait progres maupun rencana pekerjaan fisik yang akan dilaksanakan.


Rapat dihadiri Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Fadelan Fitra Masta, Kepala Dinas Perdagangan Fizlan Setiawan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Malvi Hendri, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Tri Hadiyanto, serta Kepala Bidang Destinasi dan Daya Tarik Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Padang Zahirwan.


Paparan tersebut mencakup sejumlah sektor strategis, mulai dari lingkungan hidup, infrastruktur jalan, irigasi dan drainase, revitalisasi kawasan pasar, penataan ruang publik, pariwisata, hingga pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana.


Dari Toilet Digital hingga Gerobak Ekonomi Kreatif


Salah satu pekerjaan yang dipaparkan berasal dari DLH Kota Padang. Kepala DLH Fadelan Fitra Masta menyampaikan rencana pembangunan toilet digital di kawasan Taman Rimbo Kaluang.


Pengembangan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sarana publik, khususnya di kawasan yang menjadi ruang terbuka dan tempat aktivitas masyarakat.


Sementara dari sektor pariwisata, Kepala Bidang Destinasi dan Daya Tarik Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Padang Zahirwan memaparkan rencana pengadaan gerobak bagi pelaku ekonomi kreatif.


Pengadaan tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas pelaku ekonomi kreatif sekaligus memperkuat daya tarik kawasan wisata dan ruang publik Kota Padang.


Wajah Pasar Raya Mulai Dibenahi


Sektor perdagangan menjadi salah satu perhatian utama dalam rapat tersebut. Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Fizlan Setiawan memaparkan berbagai pekerjaan fisik yang telah dan akan dilakukan untuk membenahi kawasan perdagangan, khususnya Pasar Raya Padang.


Pembenahan mencakup fasade pertokoan Merlin dan Koppas Plaza, serta perbaikan fasade dan bangunan Pasar Raya Padang Fase I hingga Fase VI.


Tidak hanya menyentuh tampilan bangunan, Pemko Padang juga menyiapkan pengadaan CCTV di sejumlah titik strategis sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengawasan dan keamanan kawasan perdagangan.


Pekerjaan lainnya meliputi pembenahan kios dan basement Pasar Raya Padang Fase VII, pengerjaan dinding Blok II Pasar Raya, serta pembenahan sistem tata udara dan utilitas bangunan.


Pemeliharaan juga diarahkan ke sejumlah pasar lainnya, seperti Pasar Raya Tanah Kongsi dan Pasar Bandar Buat.


Di sisi lain, pengembangan kawasan pertokoan IPPI dan kawasan kuliner Gang Rajawali turut masuk dalam agenda pekerjaan fisik.


Rangkaian pembenahan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan kawasan perdagangan tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga membangun lingkungan perdagangan yang lebih tertata dan memiliki daya tarik.


Rp50 Miliar untuk Infrastruktur di Wilayah Terdampak Bencana


Dari sektor infrastruktur dasar, Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri menyampaikan sejumlah pekerjaan pembangunan dan perbaikan irigasi serta drainase di wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi.


Pekerjaan tersebut mendapat dukungan anggaran dari Transfer ke Daerah (TKD) sekitar Rp50 miliar.


Perbaikan irigasi dan drainase menjadi bagian penting dalam pemulihan sekaligus penguatan infrastruktur Kota Padang, mengingat sistem pengendalian air memiliki peran vital dalam menghadapi ancaman banjir dan dampak cuaca ekstrem.


Selain pekerjaan yang berkaitan dengan infrastruktur pengendali air, Dinas PUPR juga menggarap sejumlah proyek strategis lainnya.


Di antaranya rehabilitasi kawasan air mancur Pasar Raya Padang, penataan taman dan pelataran parkir Pantai Padang, rehabilitasi basement Blok II dan III Pasar Raya Padang, serta pembangunan dan peningkatan sejumlah ruas jalan.


Dengan begitu, pembangunan fisik tidak hanya diarahkan pada infrastruktur yang bersifat teknis, tetapi juga menyentuh kawasan publik yang menjadi ruang interaksi masyarakat.


Huntap Korban Bencana Terus Dikebut


Sementara itu, sektor perumahan juga menjadi perhatian dalam agenda pembangunan 2026.


Kepala Dinas Perkim Kota Padang Tri Hadiyanto memaparkan progres pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi.


Pembangunan Huntap tersebut tersebar di Kelurahan Balai Gadang, Kelurahan Lambung Bukik Sungkai, serta Huntap Mandiri Pauh.


Pembangunan tidak hanya mencakup rumah sebagai tempat tinggal, tetapi juga dilengkapi berbagai infrastruktur pendukung.


Saat ini pekerjaan masih berlangsung, meliputi pembangunan rumah, jalan lingkungan, drainase, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) air bersih, hingga sumur bor.


Selain Huntap, Pemko Padang juga melakukan perbaikan dan rehabilitasi rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) sebagai bagian dari penanganan dan penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat.


Fadly: Jangan Hanya Bagus di Atas Kertas


Dalam arahannya, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa seluruh pembangunan fisik yang dilakukan pemerintah harus mengedepankan kualitas.


Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi harus memastikan hasil akhirnya benar-benar memberikan manfaat dan memiliki kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan.


Fadly meminta seluruh OPD memastikan material yang digunakan memiliki kualitas terbaik dan proses pengerjaan dilakukan secara rapi.


Menuju kota metropolitan, kita harus memastikan pembangunan menggunakan bahan material terbaik dan dikerjakan dengan rapi. Pasar juga harus menjadi tempat yang nyaman dan menarik, bahkan dapat menjadi bagian dari destinasi wisata,” tegas Fadly.


Penekanan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa wajah Kota Padang ke depan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya pembangunan yang dilakukan, tetapi juga oleh kualitas hasil pembangunan tersebut.


Pasar Bukan Sekadar Tempat Jual Beli


Fadly juga memberikan perhatian khusus terhadap kawasan pasar.


Menurutnya, pasar harus mengalami perubahan fungsi dan citra. Tidak cukup hanya menjadi lokasi transaksi antara pedagang dan pembeli, kawasan pasar juga harus mampu menjadi ruang publik yang nyaman dan menarik.


Bahkan, kawasan perdagangan dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi bagian dari destinasi wisata kota.


Konsep tersebut membuat pembenahan pasar memiliki dimensi yang lebih luas. Perbaikan fasade, penataan kawasan, peningkatan utilitas, keamanan melalui CCTV, hingga pengembangan kawasan kuliner dapat menjadi satu kesatuan dalam menciptakan kawasan perdagangan yang hidup dan memiliki karakter.


Dengan pendekatan tersebut, Pasar Raya Padang diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi salah satu ruang yang merepresentasikan wajah Kota Padang.


Infrastruktur sebagai Fondasi Kota Metropolitan


Paparan pekerjaan fisik 2026 memperlihatkan bahwa pembangunan Kota Padang diarahkan secara lintas sektor.


Infrastruktur jalan dan drainase dibangun untuk memperkuat konektivitas dan ketahanan kota. Pasar dibenahi untuk meningkatkan kualitas kawasan ekonomi. Ruang publik dan kawasan wisata ditata agar semakin menarik. Sementara pembangunan Huntap diarahkan untuk memastikan masyarakat terdampak bencana memperoleh hunian yang layak dan lingkungan yang mendukung kehidupan mereka.


Bagi Pemko Padang, pembangunan fisik tersebut menjadi bagian dari proses panjang membangun kota yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga memiliki lingkungan yang nyaman, fasilitas publik yang memadai, kawasan perdagangan yang tertata, serta infrastruktur yang mampu menghadapi tantangan bencana.


Karena itu, pesan Fadly Amran dalam rapat tersebut menjadi penting: pembangunan Kota Padang menuju kota metropolitan harus dimulai dari kualitas pekerjaan yang terlihat dan dirasakan langsung oleh masyarakat.


Bukan sekadar membangun lebih banyak, tetapi membangun lebih baik dengan material berkualitas, pengerjaan yang rapi, desain yang tepat, serta memastikan setiap infrastruktur memiliki fungsi dan manfaat jangka panjang bagi warga Kota Padang.


(Mond)


#Infrasttuktur #Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update