
Tekan Peredaran Narkoba dari Hulu, Pemko Padang dan BNNP Sumbar Perkuat Kurikulum Anti Narkotika di Sekolah
D'On, Padang — Pemerintah Kota (Pemko) Padang memperkuat langkah pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika dengan membangun sinergi yang lebih erat bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat (Sumbar).
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Wali Kota Padang Fadly Amran dengan Kepala BNNP Sumbar Toton Rasyid beserta jajaran di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Selasa (1/9/2026).
Pertemuan yang turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Padang Tarmizi Ismail serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Padang Syahendri Barkah itu tidak sekadar membahas penanganan kasus narkotika, tetapi juga diarahkan pada penguatan strategi pencegahan sejak dari tingkat paling awal, terutama lingkungan keluarga, masyarakat, dan sekolah.
Salah satu langkah strategis yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah rencana penerapan Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN) di lingkungan pendidikan Kota Padang.
Program ini ditargetkan mulai diterapkan tahun ini sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda mengenai bahaya narkotika sejak usia sekolah.
Cegah dari Hulu, Jangan Menunggu Korban Berjatuhan
Kepala BNNP Sumbar Toton Rasyid mengatakan, audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara BNNP Sumbar dengan Pemko Padang dalam menghadapi persoalan narkotika yang hingga kini masih menjadi tantangan serius.
Menurut Toton, pemberantasan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penindakan terhadap pelaku maupun jaringan peredaran gelap. Upaya pencegahan harus dilakukan dari hulu dengan membangun ketahanan masyarakat terhadap pengaruh narkotika.
Salah satu sektor yang dinilai sangat strategis adalah dunia pendidikan. Karena itu, BNNP Sumbar mendorong agar pendidikan mengenai bahaya narkotika dapat masuk dan terintegrasi dalam proses pembelajaran.
“Terima kasih kepada Pak Wali atas dukungannya terhadap integrasi kurikulum anti narkotika di tingkat SD dan SMP se-Kota Padang. Kita akan segera berkoordinasi dengan OPD terkait untuk menindaklanjuti rencana tersebut,” ujar Toton.
Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu benteng penting dalam membangun generasi yang memiliki pengetahuan, sikap, dan keberanian untuk menolak narkoba.
Upaya tersebut juga akan diperkuat melalui program Sekolah Bersinar (Bersih Narkoba) yang digagas BNNP Sumbar. Sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membangun lingkungan pergaulan yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Angka Penyalahgunaan Masih Mengkhawatirkan
Toton mengungkapkan, perkembangan penyalahgunaan narkotika di Sumatera Barat, termasuk Kota Padang, masih membutuhkan perhatian serius. Hingga saat ini, kondisi tersebut belum menunjukkan penurunan yang berarti.
Data survei prevalensi tahun 2019 yang disampaikan Toton mencatat angka penyalahgunaan narkoba di Sumbar mencapai 1,1 persen, atau sekitar 63 ribu orang dari total populasi sekitar 5,4 juta jiwa.
Persoalan lainnya adalah keterbatasan kapasitas rehabilitasi. Dari jumlah masyarakat yang membutuhkan pemulihan, fasilitas rehabilitasi yang tersedia saat ini baru mampu menangani sekitar 500 orang per tahun.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan yang cukup besar antara kebutuhan penanganan dengan kapasitas rehabilitasi yang tersedia.
“Artinya, masih ada kesenjangan yang cukup besar antara jumlah masyarakat yang membutuhkan pemulihan dan kapasitas rehabilitasi yang tersedia. Karena itu, upaya pencegahan harus terus diperkuat agar penyalahgunaan narkoba tidak semakin meluas,” tegas Toton.
Menurutnya, kondisi itu sekaligus menjadi alasan penting mengapa strategi pencegahan harus dilakukan secara lebih masif dan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Tidak Bisa Hanya Mengandalkan Aparat
Toton menekankan bahwa persoalan narkotika merupakan tanggung jawab bersama. Aparat penegak hukum dan BNN memiliki keterbatasan personel, sehingga tidak mungkin seluruh lingkungan masyarakat dapat diawasi secara terus-menerus.
Karena itu, kesadaran dan kepedulian masyarakat harus menjadi bagian penting dari sistem pencegahan.
“Kita tidak mungkin selalu mengandalkan aparat karena keterbatasan personel. Karena itu, keterlibatan masyarakat dalam isu narkoba harus terus ditumbuhkan, termasuk melalui kepedulian terhadap lingkungan dan penguatan peran unsur adat,” katanya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perang melawan narkoba membutuhkan pendekatan yang lebih luas. Tidak hanya melalui penindakan, tetapi juga dengan memperkuat keluarga, sekolah, lingkungan sosial, serta unsur adat sebagai benteng pertama dalam mencegah generasi muda terpapar narkotika.
IKAN Diintegrasikan dengan Smart Surau
Menariknya, Pemko Padang melihat program IKAN bukan sekadar sebagai materi tambahan dalam pembelajaran. Program tersebut berpeluang diintegrasikan dengan sejumlah program pendidikan dan pembinaan karakter yang telah berjalan di Kota Padang.
Wali Kota Padang Fadly Amran menyatakan kesiapan Pemko Padang untuk mendukung program BNNP Sumbar tersebut.
Menurut Fadly, pendidikan anti narkotika dapat diintegrasikan dalam pembelajaran Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW) sebagai bagian dari aktivasi Program Unggulan (Progul) Smart Surau.
Selain itu, materi pencegahan narkoba juga dapat diperkuat melalui muatan lokal pada jenjang pendidikan SD dan SMP.
“Kita siap mendukung program ini, termasuk Sekolah Bersinar (Bersih Narkoba) yang digagas BNNP untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan dan pergaulan siswa,” ujar Fadly.
Langkah tersebut diharapkan mampu menghadirkan pendekatan pencegahan yang lebih dekat dengan keseharian anak-anak dan remaja.
Dengan mengintegrasikan pesan anti narkotika ke dalam pendidikan formal, kegiatan keagamaan, serta pembinaan karakter, Pemko Padang dan BNNP Sumbar ingin memastikan bahwa pemahaman mengenai bahaya narkoba tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi sesaat.
Bangun Generasi Padang yang Tangguh
Kolaborasi Pemko Padang dan BNNP Sumbar ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem pencegahan narkotika yang lebih komprehensif.
Sekolah, keluarga, masyarakat, unsur adat, dan pemerintah diharapkan dapat bergerak dalam satu arah untuk menciptakan lingkungan yang mampu melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.
Penerapan IKAN di SD dan SMP, penguatan Sekolah Bersinar, serta integrasinya dengan MDTW dan Progul Smart Surau menjadi langkah yang diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi anti narkotika di Kota Padang.
Di tengah masih tingginya tantangan penyalahgunaan narkoba dan keterbatasan kapasitas rehabilitasi, pencegahan menjadi pilihan strategis yang tidak bisa ditunda.
Sebab, semakin dini anak-anak dan remaja mendapatkan pemahaman tentang bahaya narkotika, semakin kuat pula benteng yang dapat dibangun untuk melindungi mereka.
Pertemuan Fadly Amran dan Toton Rasyid pun menjadi momentum untuk mempertegas satu pesan: perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat, tetapi gerakan bersama untuk menyelamatkan masa depan generasi muda Kota Padang.
(Mond)
#BNNPSumbar #Narkoba #Daerah #Padang