Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Perbaikan Accelator 2 IPA Gunung Pangilun Dimulai 7 September, Distribusi Air di Sejumlah Wilayah Padang Bakal Terganggu

05 September 2026 | September 05, 2026 WIB Last Updated 2026-09-05T11:23:09Z

Perbaikan Accelator 2 IPA Gunung Pangilun Dimulai 7 September, Distribusi Air di Sejumlah Wilayah Padang Bakal Terganggu



D'On, Padang — Pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang di sejumlah kawasan diminta bersiap menghadapi gangguan distribusi air minum. Kondisi tersebut menyusul dimulainya pekerjaan perbaikan Accelator 2 Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun, yang dijadwalkan mulai Senin, 7 September 2026.


Pekerjaan diperkirakan berlangsung sekitar tiga minggu. Selama proses berlangsung, pola distribusi air kepada pelanggan dipastikan tidak akan berjalan seperti kondisi normal. Sejumlah wilayah masih mendapatkan aliran pada siang hari, sebagian lainnya pada malam hari, bahkan ada kawasan yang berpotensi mengalami gangguan sepanjang siang dan malam.


Perbaikan Accelator 2 bukan sekadar pekerjaan teknis biasa. Infrastruktur tersebut merupakan bagian penting dalam sistem pengolahan air yang menopang pelayanan kepada masyarakat Kota Padang. Karena itu, pekerjaan ini menjadi bagian dari langkah tanggap darurat sekaligus upaya memperkuat keandalan sistem produksi air minum.


Perbaikan tersebut juga merupakan kelanjutan dari pekerjaan sebelumnya pada Accelator 1 IPA Gunung Pangilun.


Perumda Air Minum Kota Padang menyebut pekerjaan dilakukan untuk meningkatkan keandalan sistem produksi, menjaga kualitas air minum, memperkuat infrastruktur pelayanan, serta memastikan pelayanan kepada pelanggan dapat berjalan lebih optimal dalam jangka panjang.


Gangguan Air Tidak Terjadi Merata


Pelanggan perlu memahami bahwa gangguan distribusi selama pekerjaan berlangsung tidak akan dirasakan secara sama di seluruh wilayah.


Berdasarkan informasi Perumda Air Minum Kota Padang, terdapat kawasan yang mengalami gangguan pada siang hari, kawasan yang terdampak pada malam hari, serta wilayah yang berpotensi tidak memperoleh aliran baik siang maupun malam.


Untuk gangguan aliran pada siang hari, wilayah yang terdampak antara lain Batang Kapur, Tamsis, Gor, Alai Belakang Pasar, Gunung Semeru SMA 3, Kampung KB, Perjuangan, UK, Sumatra, Paus, S. Parman, Jalan Jakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kampung Jawa Dalam, Pulau Karam, Sawahan, Sutomo, Aur Duri, sebagian Ganting, Pola Mas Azizi, Lubuk Lintah, Wahidin, Pemancungan, Palinggam, Berok, Batang Harau dan Alang Laweh.


Sementara gangguan aliran pada malam hari meliputi Adabiah, Jati Parak Salai, Pulai Banda Kali, Pondok Munggu Ampang, Jalan Bakhti Alai, Anyelir Flamboyan, Belanti Barat, Belanti Raya, Pramuka, Pekanbaru, Banda Pulau Karam, Kampung Sabalah, Cokro, Tanah Baroyo, sebagian Dobi, Nipah Raya deretan Kakiku, Belakang Tangsi, Silungkang Imam Bonjol, Banda Olo, Patimura, Banda Dama, M. Yamin, Ujung Belakang Olo, Belakang Makam Lolong, Parak Gadang, Parak Pisang, Belakang Pasar Simpang Haru, Komplek PJKA Jalan Sunda, Jati Rumah Gadang, Jati Gaung, Singamangaraja dekat rel, hingga Kehakiman belakang PLN.


Adapun wilayah yang berpotensi mengalami gangguan sepanjang siang dan malam mencakup Purus 1, sebagian Purus 2, Olo Ladang, Pancasila, Koto Marapak, Hayam Wuruk, Banda Puruih belakang tenis, Rohana Kudus, Kenzi Futsal Parak Salai, Puskesmas Parak Salai dan Pasopati.


Pemetaan tersebut penting diperhatikan pelanggan, terutama bagi rumah tangga, pelaku usaha, fasilitas pelayanan publik, sekolah, tempat ibadah maupun sektor usaha yang sangat bergantung terhadap ketersediaan air bersih setiap hari.


Bukan Sekadar Gangguan, Ada Pekerjaan Besar di Baliknya


Gangguan distribusi air tentu menjadi konsekuensi yang tidak bisa dihindari ketika infrastruktur utama sedang diperbaiki.


Namun, pekerjaan Accelator 2 justru diarahkan untuk menghindari persoalan yang lebih besar di kemudian hari.


Jika infrastruktur pengolahan air tidak segera diperbaiki dan diperkuat, risiko terhadap kontinuitas produksi maupun distribusi air dapat semakin besar. Karena itu, masa gangguan yang berlangsung sekitar tiga minggu tersebut diharapkan dipahami sebagai bagian dari proses pemulihan dan penguatan sistem pelayanan.


Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menekankan bahwa perusahaan memahami betul gangguan aliran air akan berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.


Namun, menurutnya, perbaikan harus dilakukan secara serius agar persoalan infrastruktur tidak terus menjadi beban pelayanan di kemudian hari.

 

“Kami memahami air merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. Karena itu, setiap gangguan tentu menjadi perhatian serius bagi kami. Tetapi perbaikan Accelator 2 ini juga harus dilakukan karena menyangkut keandalan sistem secara keseluruhan. Prinsipnya, ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan hari ini harus menjadi bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik dan lebih andal ke depan,” ujar Adhie Zein.


Ia menjelaskan, Perumda Air Minum Kota Padang tidak ingin pekerjaan dilakukan sekadar untuk menyelesaikan persoalan jangka pendek. Infrastruktur yang diperbaiki harus mampu memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas dan kontinuitas pelayanan.

 

“Kami tidak ingin hanya menyelesaikan masalah hari ini, kemudian persoalan yang sama kembali muncul. Karena itu, pekerjaan ini harus dikawal dengan baik agar hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi pelanggan. Kami juga meminta pelanggan memahami bahwa proses perbaikan membutuhkan waktu dan tahapan teknis yang harus dijalankan secara cermat,” katanya.


Dimulai 7 September, Ditargetkan Berjalan Secepat Mungkin


Sebelum memasuki tahapan pemulihan infrastruktur, Kementerian Pekerjaan Umum melalui PT Hutama Karya disebut telah menyelesaikan checklist dokumen pelaksanaan pekerjaan.


Tahapan selanjutnya adalah pelaksanaan pemulihan infrastruktur pada Accelator 2 IPA Gunung Pangilun yang dimulai pada 7 September 2026.


Perumda Air Minum Kota Padang menargetkan pekerjaan dapat berlangsung efektif sehingga masa gangguan tidak melampaui waktu yang telah diperkirakan.


Adhie mengatakan, komunikasi kepada pelanggan menjadi bagian penting selama pekerjaan berlangsung.

 

“Yang paling penting adalah pelanggan mendapatkan informasi yang jelas. Kami tidak ingin masyarakat bertanya-tanya mengapa air terganggu dan kapan normal kembali. Karena itu, informasi mengenai wilayah terdampak kami sampaikan secara terbuka. Kami juga terus memantau perkembangan pekerjaan agar apabila ada perubahan kondisi, masyarakat dapat segera mengetahuinya,” ujar Adhie.


Menurutnya, keberhasilan pekerjaan bukan hanya ditentukan oleh selesainya konstruksi atau perbaikan secara teknis, tetapi juga bagaimana pelayanan kepada masyarakat tetap dikelola selama masa transisi.


Pelanggan Diminta Bersiap


Dengan adanya pemetaan wilayah terdampak, pelanggan di kawasan yang berpotensi mengalami gangguan disarankan mengantisipasi kebutuhan air selama pekerjaan berlangsung.


Langkah sederhana seperti menyiapkan cadangan air untuk kebutuhan pokok dinilai penting, terutama bagi wilayah yang masuk dalam kategori gangguan siang dan malam.


Perumda Air Minum Kota Padang juga meminta masyarakat tetap mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan pekerjaan agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait jadwal maupun kondisi distribusi.


“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul. Kami juga memohon doa dan dukungan pelanggan serta masyarakat agar pekerjaan berjalan lancar, aman dan dapat diselesaikan secepat mungkin. Harapan kami, setelah pekerjaan ini selesai, manfaatnya dapat dirasakan langsung melalui sistem pelayanan air minum yang semakin andal,” kata Adhie.


Ada Harga yang Harus Dibayar untuk Pelayanan yang Lebih Andal


Perbaikan Accelator 2 pada akhirnya menempatkan masyarakat pada satu pilihan yang tidak mudah: menghadapi gangguan pelayanan dalam jangka pendek demi mendapatkan sistem yang lebih kuat dalam jangka panjang.


Air mungkin tidak selalu mengalir sebagaimana biasanya selama pekerjaan berlangsung. Namun di balik keran yang sementara tak mengalir itu, terdapat pekerjaan penting untuk memastikan sistem produksi air minum Kota Padang mampu menghadapi kebutuhan pelayanan yang terus berkembang.


Perumda Air Minum Kota Padang berharap masyarakat dapat memberikan dukungan selama proses tersebut berlangsung.


Untuk informasi dan pengaduan layanan, pelanggan dapat menghubungi 1500030 atau layanan WhatsApp 0811-669-123.


Perbaikan Accelator 2 IPA Gunung Pangilun diharapkan menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat fondasi pelayanan air minum Kota Padang bukan hanya untuk menjawab kebutuhan pelanggan hari ini, tetapi juga memastikan air bersih tetap menjadi pelayanan publik yang semakin berkualitas, berkelanjutan dan dapat diandalkan.


(Mond)


#PerumdaAirMinum #Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update