Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dari Nasi Padang ke Panggung Dunia, Fadly Amran Dorong Kuliner Indonesia Jadi Gastronomi Global

05 September 2026 | September 05, 2026 WIB Last Updated 2026-09-05T16:18:18Z

Dari Nasi Padang ke Panggung Dunia, Fadly Amran Dorong Kuliner Indonesia Jadi Gastronomi Global



D'On, Jakarta — Kuliner Indonesia bukan sekadar persoalan makanan dan cita rasa. Di balik rendang, nasi Padang, sate, pempek, hingga beragam pangan tradisional dari Sabang sampai Merauke, tersimpan identitas, sejarah, budaya, kreativitas, sekaligus potensi ekonomi yang sangat besar untuk dibawa ke panggung dunia.


Gagasan itulah yang disuarakan Wali Kota Padang Fadly Amran saat tampil sebagai salah satu pembicara dalam Ideafest 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, 5 Agustus 2026.


Mengangkat tema “Can Indonesian Food Become a Global Cuisine?”, Fadly Amran bersama para penggiat ekonomi kreatif dan pelaku industri membahas peluang sekaligus tantangan kuliner Indonesia untuk menembus pasar global tanpa kehilangan akar budaya dan identitasnya.


Di hadapan ratusan audiens Ideafest 2026, Fadly menegaskan bahwa Indonesia sesungguhnya memiliki modal yang sangat kuat untuk menjadikan gastronomi sebagai salah satu kekuatan bangsa di tingkat internasional.


Menurutnya, kekayaan kuliner Indonesia yang begitu beragam merupakan keunggulan yang tidak dimiliki semua negara. Tantangannya adalah bagaimana kekayaan tersebut dikembangkan secara kreatif, dikemas secara modern, memiliki daya saing global, namun tetap mempertahankan nilai autentik yang menjadi jati dirinya.


Kuliner Padang sudah menunjukkan bisa dikenal di panggung dunia tanpa harus kehilangan identitasnya. Kita bisa menemukan Nasi Padang di Eropa, Amerika, Australia, dan mungkin wilayah lainnya,” ujar Fadly Amran.


Pernyataan tersebut sekaligus menjadi gambaran nyata bahwa makanan tradisional Indonesia tidak harus mengubah identitasnya untuk diterima masyarakat internasional.


Nasi Padang, misalnya, telah berkembang jauh melampaui batas geografis Sumatera Barat. Rumah makan Padang dapat ditemukan di berbagai kota dan negara, membawa bukan hanya makanan, tetapi juga cerita tentang budaya Minangkabau, tradisi merantau, cara penyajian, hingga filosofi kehidupan masyarakatnya.


Kuliner sebagai Identitas dan Kekuatan Ekonomi


Fadly melihat perkembangan kuliner tidak dapat dilepaskan dari ekosistem ekonomi kreatif. Gastronomi bukan semata-mata tentang bagaimana makanan dibuat dan disajikan, tetapi juga menyangkut budaya, pariwisata, kreativitas, pelaku UMKM, rantai pasok, hingga pengalaman wisatawan.


Karena itu, pengembangan kuliner dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan sebuah daerah secara lebih luas.


Ketika seseorang menikmati rendang atau nasi Padang di luar negeri, misalnya, yang diperkenalkan bukan hanya rasa makanan tersebut. Ada identitas daerah, tradisi, sejarah, dan kebudayaan yang ikut terbawa.


Perspektif inilah yang menurut Fadly perlu terus dikembangkan Indonesia untuk menjadikan kekayaan gastronominya sebagai kekuatan di panggung internasional.


Kota Padang sendiri, kata Fadly, telah membuktikan bahwa kekuatan kuliner dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkenalkan sebuah kota kepada dunia.


Keberadaan kuliner Padang yang telah menyebar ke berbagai belahan dunia menjadi bukti bahwa makanan lokal memiliki kemampuan untuk menembus batas negara.


Kuliner Padang sudah menunjukkan bisa dikenal di panggung dunia tanpa harus kehilangan identitasnya,” tegasnya.


Bagi Fadly, fenomena tersebut merupakan modal besar yang harus dikembangkan secara lebih terarah. Kuliner tidak boleh hanya dilihat sebagai produk konsumsi, tetapi harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi memperkuat identitas kota, meningkatkan daya tarik wisata, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.


Padang Bidik Jejaring Kota Kreatif UNESCO


Dalam kesempatan tersebut, Fadly juga mengungkapkan langkah Kota Padang untuk mendapatkan rekognisi internasional melalui UNESCO Creative Cities Network (UCCN) atau Jejaring Kota Kreatif UNESCO.


Kota Padang saat ini tengah mengupayakan diri untuk menjadi bagian dari jejaring kota kreatif dunia melalui sektor Gastronomi.


Upaya tersebut menjadi bagian dari ambisi Padang untuk membawa kekayaan kuliner dan gastronomi Minangkabau ke level internasional secara lebih terstruktur.


Fadly berharap pengakuan internasional tersebut nantinya tidak hanya menjadi sebuah predikat, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi perkembangan kota dan masyarakat.


Saat ini Kota Padang tengah mengupayakan menjadi bagian dari jejaring kota kreatif dunia sebagai kota gastronomi pada Unesco Creative Cities Network (UCCN), harapan kita dengan rekognisi internasional di sektor gastronomi ini akan menarik banyak kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik untuk lebih mengenal Kota Padang secara lebih komprehensif lagi,” ungkapnya.


Menurut Fadly, gastronomi dapat menjadi jembatan yang menghubungkan wisatawan dengan berbagai sisi kehidupan sebuah kota.


Wisatawan yang datang ke Padang tidak hanya diajak menikmati makanan, tetapi juga dapat mengenal sejarah, tradisi, budaya Minangkabau, seni, kreativitas masyarakat, serta berbagai potensi wisata yang dimiliki daerah tersebut.


Dengan demikian, gastronomi dapat menjadi pintu masuk pariwisata berbasis pengalaman.


Bukan Sekadar Rendang, tetapi Cerita di Balik Makanan


Ambisi menjadikan Padang sebagai kota gastronomi juga memiliki makna yang lebih luas. Fadly ingin kekayaan kuliner Padang dipahami bukan sekadar sebagai daftar menu yang terkenal, melainkan sebagai bagian dari identitas dan peradaban masyarakat.


Rendang, nasi Padang, lamang, lamang tapai, katupek, lamang baluo, hingga berbagai hidangan tradisional lainnya memiliki cerita dan akar budaya masing-masing.


Di balik makanan tersebut terdapat pengetahuan lokal yang diwariskan lintas generasi, mulai dari pemilihan bahan, teknik memasak, penggunaan rempah, cara penyajian, hingga tradisi masyarakat dalam menikmati makanan.


Jika seluruh kekayaan tersebut dikembangkan dalam satu ekosistem gastronomi, Padang memiliki peluang besar untuk membangun pengalaman wisata yang khas dan sulit ditiru daerah maupun negara lain.


Karena itu, pembicaraan Fadly di Ideafest 2026 tidak hanya menjadi promosi kuliner Padang. Lebih jauh, forum tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan gagasan bahwa kuliner dapat menjadi instrumen diplomasi budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif.


Membawa Padang Lebih Dekat ke Dunia


Kehadiran Fadly Amran di panggung Ideafest 2026 juga memperlihatkan upaya Pemerintah Kota Padang untuk memperluas ruang promosi kota melalui forum-forum nasional yang mempertemukan pelaku industri kreatif, komunitas, inovator, hingga masyarakat.


Di tengah persaingan antarwilayah dalam menarik wisatawan dan investasi kreatif, identitas menjadi salah satu kekuatan penting.


Padang memiliki identitas tersebut melalui kekayaan gastronomi Minangkabau yang telah dikenal luas.


Tantangannya kini adalah bagaimana popularitas tersebut dapat dikembangkan menjadi ekosistem yang memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat, pelaku UMKM, industri kreatif, sektor pariwisata, serta perekonomian daerah.


Bagi Fadly, dunia sudah mengenal cita rasa Padang. Pekerjaan berikutnya adalah memastikan dunia juga semakin mengenal cerita, budaya, kreativitas, dan identitas Kota Padang yang berada di balik cita rasa tersebut.


Dari meja makan, Padang ingin membawa cerita tentang kotanya lebih jauh hingga panggung dunia.


Dan melalui jalur gastronomi, Kota Padang kini tengah berupaya mendapatkan pengakuan internasional sebagai bagian dari UNESCO Creative Cities Network.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update