Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dua Terduga Pelaku Penembakan Tiga ASN Jayawijaya Masuk DPO, Diduga Anak Buah Egianus Kogoya

12 September 2026 | September 12, 2026 WIB Last Updated 2026-09-12T15:38:49Z

Dua Terduga Pelaku Penembakan Tiga ASN Jayawijaya Masuk DPO, Diduga Anak Buah Egianus Kogoya



D'On, Jayawijaya - Kasus penembakan terhadap tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, memasuki babak baru. Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2026 telah mengidentifikasi dua pria yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.


Kedua pria berinisial PN dan KT kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Aparat menduga keduanya merupakan bagian dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap III Ndugama yang dipimpin Egianus Kogoya.


Identifikasi terhadap PN dan KT dilakukan setelah penyidik mencocokkan rekaman video call dengan kerabat salah satu korban, almarhum Wili Mbuik (25), dengan data serta ciri-ciri yang telah dimiliki aparat.


Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan pencocokan tersebut menjadi salah satu dasar bagi aparat untuk menetapkan kedua pria tersebut sebagai orang yang dicari dalam perkara ini.

 

“Setelah kami sandingkan dengan data yang kami miliki serta ciri-ciri yang ada pada kami, kami memastikan dua orang tersebut masuk dalam DPO kami,” kata Yusuf, Jumat (11/9/2026).


Penembakan Terjadi Setelah Para ASN Selesai Melayani Masyarakat


Peristiwa penembakan terjadi pada Rabu (9/9/2026), ketika tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya sedang menjalankan tugas pelayanan masyarakat di sejumlah wilayah.


Sebelum insiden berlangsung, ketiga korban diketahui baru saja menyelesaikan sejumlah kegiatan pemerintahan di lapangan.


Mereka antara lain menyalurkan bantuan ternak babi kepada masyarakat, melakukan pengecekan terhadap lahan yang dipersiapkan untuk program cetak sawah, serta memberikan penyuluhan mengenai peternakan.


Setelah seluruh kegiatan selesai, ketiganya kemudian melakukan perjalanan kembali menuju Wamena menggunakan sebuah kendaraan.


Namun perjalanan tersebut berubah menjadi tragedi ketika kendaraan yang mereka tumpangi dihadang oleh kelompok bersenjata.


Para korban diperintahkan turun dari kendaraan. Mereka kemudian digiring ke bagian belakang mobil.


Situasi tersebut berlangsung sebelum terdengar suara letusan senjata api sebanyak tiga kali.


Setelah melakukan aksinya, para pelaku langsung meninggalkan lokasi.


Polisi kemudian melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku sekaligus menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.


PN dan KT Diduga Terlibat Sejumlah Aksi Kekerasan


Penyelidikan Satgas Operasi Damai Cartenz tidak berhenti pada kasus penembakan tiga ASN tersebut.


Dari hasil pengembangan, PN dan KT diduga memiliki keterkaitan dengan sejumlah aksi kekerasan bersenjata yang pernah terjadi di wilayah Papua.


Keduanya disebut memiliki hubungan dengan insiden penembakan yang terjadi ketika Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) berlangsung di Jayawijaya pada 8 Agustus 2026.


Dalam insiden tersebut, dua warga sipil dilaporkan mengalami luka.


Selain perkara tersebut, aparat juga menduga PN dan KT memiliki keterkaitan dengan kasus penyanderaan pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens, yang terjadi di Kabupaten Nduga pada 7 Februari 2023.


Yusuf mengatakan, keterkaitan dengan sejumlah perkara tersebut menjadi bagian dari pengembangan penyidikan yang saat ini terus dilakukan aparat.

 

“Keterlibatan dalam kasus penembakan pada saat berlangsungnya Festival Budaya Lembah Baliem dan penyanderaan pilot Susi Air. Dari hasil identifikasi ini, kami akan terus melakukan pengejaran untuk mengetahui keberadaan para pelaku,” tegas Yusuf.


Diduga Membawa Senjata Api dan Parang


Dari penyelidikan awal, kelompok yang menghadang kendaraan para ASN tersebut diduga membawa sedikitnya dua pucuk senjata api laras panjang serta sejumlah senjata tajam berupa parang.


Keterangan tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan aparat. Polisi terus mendalami bagaimana kelompok tersebut melakukan penghadangan, siapa saja yang berada di lokasi, serta bagaimana para pelaku melarikan diri setelah penembakan.


Aparat juga masih menyelidiki motif penyerangan dan kemungkinan adanya pihak lain yang turut membantu atau terlibat dalam aksi tersebut.


Menurut Yusuf, tindakan kelompok bersenjata itu diduga tidak hanya menyasar para korban, tetapi juga bertujuan menciptakan rasa takut di tengah masyarakat dan mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.

 

“Target mereka adalah mengganggu kamtibmas dan menimbulkan rasa takut di masyarakat. Karena itu, kami terus melakukan pengejaran dan pengembangan untuk mengetahui siapa saja yang terlibat,” ujarnya.


Pengejaran Terhadap DPO Terus Dilakukan


Pasca-penembakan, Satgas Operasi Damai Cartenz memperkuat pengamanan di wilayah Wamena dan Kabupaten Jayawijaya.


Pengamanan ditingkatkan bersamaan dengan upaya pengejaran terhadap PN, KT, serta pihak lain yang diduga mempunyai keterkaitan dengan kasus tersebut.


Kasatgas Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol Dr Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa pengungkapan kasus akan terus dilakukan sampai seluruh rangkaian perkara dapat diketahui secara jelas.


Menurut Faizal, setiap informasi yang diterima aparat akan diperiksa dan dikembangkan untuk mengidentifikasi seluruh pihak yang diduga terlibat.

 

“Setiap informasi yang kami peroleh akan kami dalami dan tindak lanjuti sesuai prosedur hukum. Kami terus berupaya mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dan memastikan proses penegakan hukum berjalan secara profesional,” kata Faizal.


Ia juga menegaskan bahwa aparat akan bertindak sesuai prosedur apabila menghadapi perlawanan ketika menjalankan proses penegakan hukum.

 

“Kalau dalam upaya penegakan hukum kami mendapatkan perlawanan, saya bersama jajaran Satgas Operasi Damai Cartenz akan memberikan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur hukum,” tegasnya.


Polisi Minta Masyarakat Berperan


Kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan PN dan KT ataupun memiliki informasi yang dapat membantu mengungkap kasus tersebut agar segera menyampaikannya kepada aparat keamanan.


Polisi menyatakan identitas masyarakat yang memberikan informasi akan dijaga kerahasiaannya.


Di sisi lain, Satgas Operasi Damai Cartenz meminta seluruh dinas dan instansi pemerintah daerah yang akan melaksanakan kegiatan pelayanan di lapangan untuk melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan aparat keamanan setempat.


Langkah tersebut dinilai penting karena aktivitas pemerintahan di sejumlah wilayah rawan keamanan membutuhkan pengamanan dan pemetaan risiko yang memadai.


Koordinasi diharapkan dapat memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama petugas pemerintah melaksanakan kegiatan di lapangan.


Kasus Masih Dikembangkan


Dengan ditetapkannya PN dan KT sebagai DPO, penyelidikan kasus penembakan tiga ASN Jayawijaya kini memasuki tahap pengejaran dan pengembangan lebih lanjut.


Aparat tidak hanya berupaya menemukan keberadaan kedua terduga pelaku, tetapi juga menelusuri dugaan keterlibatan mereka dalam sejumlah perkara kekerasan bersenjata lainnya.


Polisi juga masih mendalami motif penyerangan terhadap para ASN serta kemungkinan adanya jaringan atau pihak lain yang mendukung aksi tersebut.


Kasus ini menjadi perhatian karena para korban diserang ketika sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.


Satgas Operasi Damai Cartenz memastikan proses penegakan hukum akan terus dilakukan dengan mengacu pada prosedur yang berlaku, sementara pengamanan di wilayah Jayawijaya diperkuat untuk menjaga situasi tetap kondusif.


Hingga kini, pengejaran terhadap PN dan KT masih berlangsung.


(B1)


#Penembakan #Kriminal #KKB

×
Berita Terbaru Update