Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

41 Anak Muda Padang Dikirim Menjemput Masa Depan, Beasiswa Padang Juara Buka Jalan ke Industri Penerbangan

08 September 2026 | September 08, 2026 WIB Last Updated 2026-09-08T13:49:21Z

41 Anak Muda Padang Dikirim Menjemput Masa Depan, Beasiswa Padang Juara Buka Jalan ke Industri Penerbangan



D'On, Padang — Sebanyak 41 anak muda asal Kota Padang resmi dilepas untuk menempuh pendidikan vokasi di Politeknik Kirana, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Mereka bukan sekadar berangkat melanjutkan kuliah, tetapi membawa harapan untuk membangun masa depan sekaligus menjadi bagian dari kebutuhan tenaga profesional di industri penerbangan.


Ke-41 mahasiswa tersebut merupakan penerima beasiswa Program Unggulan (Progul) Padang Juara yang digagas Pemerintah Kota Padang. Pelepasan berlangsung di Gedung Mini Theater Bagindo Aziz Chan Youth Center, Selasa (8/9/2026), dipimpin Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir dan disaksikan para orang tua penerima beasiswa.


Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova beserta jajaran serta Plt Kepala Bagian Kesra Setda Kota Padang Zul Asfi Lubis.


Suasana pelepasan menjadi momentum penting bagi para mahasiswa maupun orang tua. Sebab, di balik keberangkatan 41 anak muda tersebut, terdapat kesempatan pendidikan yang mungkin sebelumnya sulit dijangkau karena persoalan ekonomi.


Melalui Progul Padang Juara, Pemko Padang berupaya memastikan keterbatasan biaya tidak menjadi tembok bagi anak-anak daerah untuk mengenyam pendidikan tinggi.


Namun kali ini, pilihan pendidikan yang diberikan bukan sekadar perguruan tinggi umum. Para penerima beasiswa diarahkan ke pendidikan vokasi yang memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan industri, khususnya sektor penerbangan.


Empat Tahun Belajar, Setelah Itu Masuk Dunia Kerja


Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengatakan, kerja sama pendidikan dengan Politeknik Kirana memberikan kesempatan strategis bagi generasi muda Kota Padang untuk memperoleh pendidikan sekaligus mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.


Politeknik Kirana sendiri merupakan perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Lion Air Group.


“Selamat kepada anak-anak kita yang akan menempuh pendidikan di Politeknik Kirana, perguruan tinggi di bawah naungan Lion Air Group. Setelah menyelesaikan program D4, mereka akan langsung ditempatkan bekerja di sektor-sektor holding Lion Group, sekaligus menjadi duta Kota Padang,” ujar Maigus.


Menurutnya, pola pendidikan semacam ini memberikan nilai lebih karena mahasiswa tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga kompetensi yang dibutuhkan industri.


Para mahasiswa akan menjalani pendidikan Diploma 4 (D4) selama empat tahun. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka diarahkan untuk bekerja di berbagai sektor yang berada dalam holding Lion Group.


Artinya, sejak awal mereka sudah memiliki gambaran mengenai jalur pendidikan dan dunia kerja yang akan dimasuki.


Bagi Maigus, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal. Sebab, industri penerbangan tidak hanya membutuhkan sumber daya manusia dengan kemampuan akademik, tetapi juga tenaga profesional yang memiliki keterampilan teknis dan sertifikasi sesuai standar industri.


“Setelah tamat dari Politeknik, mereka tidak hanya berpeluang bekerja di dalam negeri, tetapi juga di berbagai perusahaan penerbangan internasional karena telah memiliki sertifikat atau lisensi sebagai teknisi maupun operator penerbangan,” katanya.


Maigus meminta para mahasiswa menjaga nama baik Kota Padang selama berada di luar daerah.


“Mari jaga nama baik Kota Padang, raih prestasi, serta manfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan kompetensi dan karakter,” pesannya.


34 Laki-laki, 7 Perempuan


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova mengungkapkan, 41 mahasiswa penerima beasiswa yang diberangkatkan ke Politeknik Kirana terdiri dari 34 laki-laki dan tujuh perempuan.


Mereka akan menempuh pendidikan pada tiga bidang yang berkaitan dengan kebutuhan industri penerbangan, yakni Otomasi, Rekayasa, dan Logistik Penerbangan.


Pilihan bidang tersebut disesuaikan dengan bakat, minat dan pilihan masing-masing mahasiswa.


Menurut Yopi, program beasiswa Progul Padang Juara memang diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak Kota Padang yang memiliki prestasi sekaligus berasal dari keluarga kurang mampu.


Dengan demikian, program tersebut tidak berhenti pada pemberian bantuan biaya pendidikan, tetapi diarahkan menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menciptakan sumber daya manusia berkualitas.


“Selain kerja sama dengan Politeknik Kirana, Pemko Padang sebelumnya telah mengirim mahasiswa ke Sampoerna University dan menyiapkan program pendidikan ke sejumlah perguruan tinggi di luar negeri, termasuk China, Malaysia, Amerika, serta penjajakan kerja sama dengan perguruan tinggi di Timur Tengah,” jelas Yopi.


Menurutnya, perluasan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi merupakan upaya membuka semakin banyak pilihan bagi generasi muda Padang untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.


Tak Berhenti di Dalam Negeri


Hal menarik dari program pendidikan di Politeknik Kirana adalah prospek karier yang terbuka setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan.


Yopi menyebutkan, setelah menjalani pendidikan selama empat tahun, para mahasiswa akan diarahkan untuk bekerja di Lion Group dengan penempatan di berbagai daerah di Indonesia.


Namun kesempatan mereka tidak berhenti di sana.


Jika mahasiswa mampu menunjukkan prestasi dan telah memiliki lisensi yang dibutuhkan, terdapat peluang bagi mereka untuk mengembangkan karier lebih jauh.


“Setelah menempuh pendidikan selama empat tahun, mereka langsung bekerja di Lion Group dengan penempatan di berbagai daerah di Indonesia. Jika telah memiliki lisensi dan berprestasi, setelah lima tahun mereka juga berpeluang bekerja di perusahaan lain, termasuk di luar negeri,” ungkap Yopi.


Peluang tersebut membuat pendidikan vokasi menjadi salah satu jalur yang strategis bagi mahasiswa karena kompetensi yang diperoleh dapat menjadi modal memasuki pasar kerja yang lebih luas.


Pemko Padang Siapkan Beasiswa hingga 2029


Bagi Pemko Padang, pelepasan 41 mahasiswa ini bukan akhir dari sebuah program. Justru menjadi bagian dari komitmen jangka panjang untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Kota Padang.


Maigus memastikan program beasiswa perguruan tinggi akan terus didorong. Bahkan, pemerintah daerah telah merencanakan penganggaran program beasiswa pendidikan hingga 2029.


“Pemko Padang di bawah arahan Bapak Wali Kota Fadly Amran telah merencanakan penganggaran program beasiswa pendidikan hingga 2029. Kita berharap program ini terus berlanjut dan membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda Kota Padang,” tegasnya.


Komitmen tersebut menjadi penting karena biaya pendidikan tinggi masih menjadi salah satu tantangan bagi sebagian keluarga. Dengan adanya beasiswa, anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu memiliki peluang yang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan.


Lebih jauh, pemerintah daerah juga berharap penerima beasiswa nantinya tidak hanya menjadi tenaga kerja profesional, tetapi mampu membawa nama Kota Padang di tingkat nasional maupun internasional.


Dari Youth Center Menuju Industri Penerbangan


Pelepasan 41 mahasiswa di Youth Center Kota Padang menjadi simbol dimulainya perjalanan baru.


Mereka meninggalkan lingkungan keluarga dan Kota Padang untuk menempuh pendidikan selama empat tahun di Banten. Di sana, mereka akan ditempa dengan pendidikan vokasi dan kompetensi yang berkaitan langsung dengan industri penerbangan.


Bagi para orang tua, keberangkatan tersebut tentu bukan sekadar melepas anak pergi kuliah. Ada harapan besar yang ikut dibawa: anak-anak mereka dapat menyelesaikan pendidikan, memperoleh pekerjaan, memiliki masa depan yang lebih baik, sekaligus mengangkat martabat keluarga.


Sementara bagi Pemko Padang, 41 mahasiswa tersebut merupakan investasi sumber daya manusia.


Jika program berjalan sesuai harapan, mereka tidak hanya akan menjadi lulusan baru, tetapi tenaga profesional yang memiliki kompetensi, sertifikasi, pengalaman kerja, dan peluang berkarier di sektor penerbangan.


Dari Padang, mereka berangkat membawa satu modal penting: kesempatan.


Dan dari kesempatan itulah, Pemko Padang berharap lahir generasi muda yang mampu membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak harus menjadi alasan untuk berhenti mengejar pendidikan dan masa depan.


Sebanyak 41 anak muda hari ini meninggalkan Kota Padang untuk belajar. Empat tahun lagi, mereka diharapkan kembali sebagai tenaga profesional yang siap bersaing bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di industri penerbangan internasional.


(Mond)


#Pendidikan #Daerah #Padang

×
Berita Terbaru Update