
Bukan Sekadar Parade, Defile PKK Kota Padang Sulap Program Kerja Jadi Pertunjukan Seni
D'On, Bukittinggi — Kreativitas kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Padang kembali mendapat panggung dalam Lomba Defile Jambore PKK 2026 tingkat Provinsi Sumatera Barat.
Tampil dengan nomor urut ketiga di halaman Istana Bung Hatta, Bukittinggi, kontingen TP-PKK Kota Padang tidak sekadar menghadirkan parade dengan kostum dan gerakan seremonial. Mereka membawa sebuah konsep yang memadukan seni tradisional Minangkabau, musik modern, gerak dan lagu sebagai media untuk menyampaikan pesan pemberdayaan keluarga kepada masyarakat.
Penampilan tersebut berlangsung dalam rangkaian Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK dan diikuti kontingen TP-PKK dari 19 kabupaten/kota se-Sumatera Barat.
Sejak awal penampilan, atmosfer parade langsung berubah ketika dentuman tambua dan tansa mengiringi langkah para peserta. Ritme musik tradisional yang dimainkan secara energik berpadu dengan koreografi yang dinamis, menciptakan pertunjukan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga sarat pesan.
Di balik kemeriahan tersebut, terdapat pesan utama yang hendak disampaikan kontingen Kota Padang: program kerja PKK bukan sekadar agenda administratif, melainkan gerakan nyata yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Melalui koreografi yang dirancang secara terstruktur, kontingen Kota Padang menyampaikan sosialisasi program kerja dari empat Kelompok Kerja (Pokja) PKK. Pesan-pesan tersebut dikemas melalui gerak dan lagu sehingga materi yang biasanya disampaikan dalam bentuk sosialisasi formal dapat hadir dengan pendekatan yang lebih komunikatif dan mudah diterima.
Konsep tersebut sekaligus menunjukkan bahwa seni dapat menjadi medium komunikasi publik yang efektif. Nilai-nilai pemberdayaan keluarga tidak disampaikan secara kaku, tetapi diterjemahkan menjadi sebuah pertunjukan yang hidup dan dekat dengan karakter budaya masyarakat Minangkabau.
Ketua TP-PKK Kota Padang, Dian Puspita Fadly Amran, mengatakan konsep tersebut sengaja dipilih untuk menggambarkan kerja nyata para kader PKK yang selama ini bergerak di tengah masyarakat.
“Kami mengemas sosialisasi program kerja empat Pokja melalui perpaduan gerak dan lagu. Ini adalah cerminan dari kerja nyata para kader PKK Kota Padang yang setiap harinya bergerak aktif di tengah-tengah warga,” ujar Dian.
Menurutnya, setiap gerakan yang ditampilkan dalam defile tersebut bukan hanya bagian dari koreografi, tetapi juga merepresentasikan semangat kader PKK dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan keluarga.
PKK, kata dia, memiliki peran penting dalam mendorong masyarakat agar semakin berdaya, terutama melalui penguatan keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
Karena itu, kreativitas dalam menyampaikan program menjadi penting agar pesan yang dibawa kader tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami berharap kehadiran para kader PKK dapat terus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh warga, demi terciptanya keluarga yang sehat, tangguh, dan sejahtera,” katanya.
Dian menegaskan, muara dari berbagai aktivitas, program, dan inovasi yang dilakukan kader PKK di lapangan pada akhirnya adalah peningkatan kesejahteraan keluarga.
Artinya, keberhasilan gerakan PKK tidak hanya diukur dari meriahnya sebuah kegiatan, tetapi sejauh mana program tersebut mampu memberikan dampak nyata bagi keluarga dan lingkungan.
Semangat itulah yang kemudian dibawa kontingen Kota Padang ke atas panggung defile. Seni tradisional menjadi identitas, kreativitas menjadi cara penyampaian, sementara pemberdayaan keluarga menjadi pesan utama.
Penampilan kontingen Kota Padang turut disaksikan Ketua TP-PKK Provinsi Sumatera Barat, Harneli Mahyeldi, Wakil Ketua TP-PKK Sumbar Deta Vasco, serta perwakilan kontingen TP-PKK dari 19 kabupaten/kota se-Sumatera Barat.
Kehadiran seluruh kontingen menjadikan lomba defile bukan semata-mata sebagai arena kompetisi, tetapi juga ruang untuk memperlihatkan beragam kreativitas, inovasi, serta kekuatan gerakan PKK di masing-masing daerah.
Bagi Kota Padang, defile ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa kader PKK mampu mengemas pesan pemberdayaan dengan cara yang kreatif tanpa meninggalkan akar budaya daerah.
Dentuman tambua dan tansa yang menggema di halaman Istana Bung Hatta pun menjadi simbol bagaimana tradisi dan inovasi dapat berjalan beriringan.
Di tengah kemeriahan parade, terselip satu pesan sederhana namun kuat: PKK hadir bukan hanya untuk membuat kegiatan, tetapi untuk menggerakkan keluarga dan masyarakat menuju kehidupan yang lebih sehat, tangguh, mandiri, dan sejahtera.
Dengan semangat tersebut, langkah para kader Kota Padang dalam defile Jambore PKK 2026 bukan sekadar langkah parade. Setiap gerakan menjadi representasi kerja, setiap irama membawa pesan, dan setiap penampilan menjadi cermin dari semangat kader yang terus bergerak di tengah masyarakat.
(Mond)
#PKK #Padang #Daerah