Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

TPA Aia Dingin Dilirik Korea Selatan, Gas Metan Berpotensi Disulap Jadi Listrik dan Masuk ke PLN

12 August 2026 | August 12, 2026 WIB Last Updated 2026-08-12T09:28:38Z

TPA Aia Dingin Dilirik Korea Selatan, Gas Metan Berpotensi Disulap Jadi Listrik dan Masuk ke PLN



D'On, Padang — Tumpukan sampah yang selama ini identik dengan persoalan lingkungan mulai dilirik sebagai sumber energi alternatif. Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Aia Dingin, Kota Padang, kini menjadi perhatian pihak Korea Selatan yang melihat adanya potensi besar pemanfaatan gas metan dari timbunan sampah untuk dikembangkan menjadi energi listrik.


Potensi tersebut terungkap dalam peninjauan lapangan yang dilakukan Chief Representative Korea Environmental Industry & Technology Institute (KEITI) Indonesia Kang Min Soo, bersama delegasi lingkungan hidup Korea Selatan serta Konsulat Perwakilan Kedutaan Besar Korea Selatan untuk Sumatera, di TPA Aia Dingin, Rabu (12/8/2026).


Rombongan didampingi Kepala UPTD TPA dan IPLT Aia Dingin Syahrial. Mereka tidak sekadar melihat kondisi umum kawasan TPA, tetapi secara khusus memantau sel-sel atau zona timbunan sampah yang sudah tidak aktif.


Zona tersebut dinilai memiliki peluang untuk menjadi sumber gas metan yang kemudian dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik.


Dari Timbunan Sampah Menjadi Sumber Energi


Gas metan merupakan salah satu gas yang terbentuk dari proses penguraian sampah organik di dalam timbunan. Selama ini, gas tersebut kerap dipandang sebagai persoalan lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.


Namun, dengan teknologi yang tepat, gas metan justru dapat ditangkap, diolah, dan dimanfaatkan sebagai sumber energi.


Konsep inilah yang tengah dilirik untuk diterapkan di TPA Aia Dingin.


Rencana kerja sama tersebut diarahkan pada pengembangan sistem pemanfaatan gas metan menjadi pembangkit tenaga listrik. Energi yang dihasilkan nantinya direncanakan dapat disalurkan ke jaringan listrik PT PLN (Persero).


Jika terealisasi, langkah tersebut bukan hanya berpotensi mengurangi dampak lingkungan dari timbunan sampah, tetapi juga membuka peluang bagi TPA Aia Dingin untuk berkembang dari sekadar tempat pemrosesan akhir menjadi salah satu sumber energi alternatif bagi Kota Padang.


Syahrial mengatakan, kunjungan delegasi Korea Selatan merupakan bagian dari proses awal untuk melihat langsung kondisi lapangan dan potensi yang tersedia.

 

“Pada hari ini kita dikunjungi tim dari Korea Selatan yang rencananya akan melaksanakan pembangunan pemanfaatan gas metan di TPA Aia Dingin ini. Tim datang untuk memantau langsung sel-sel yang sudah tidak aktif lagi dan akan dimanfaatkan sebagai gas metan,” ujar Syahrial.


Menurutnya, berdasarkan pemantauan awal pihak Korea Selatan, TPA Aia Dingin memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk menghasilkan gas metan.

 

“Menurut tim dari Korea Selatan, potensi kita di sini dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan gas metan yang bisa dijadikan pembangkit tenaga listrik,” katanya.


Masih Tahap Kajian Teknis


Meski peluang tersebut cukup menjanjikan, pemerintah dan pengelola TPA Aia Dingin belum ingin terburu-buru menyatakan proyek tersebut segera berjalan.


Saat ini, rencana pengolahan limbah menjadi energi tersebut masih berada pada tahap kajian teknis oleh pihak Korea Selatan.


Artinya, berbagai aspek masih harus dipelajari secara mendalam, mulai dari potensi gas metan yang dapat dihasilkan, kondisi sel sampah, teknologi yang dibutuhkan, kelayakan investasi, hingga kemungkinan teknis penyaluran energi listrik yang dihasilkan ke jaringan PLN.


Syahrial menegaskan, sampai saat ini belum ada jadwal pasti terkait pelaksanaan pembangunan fasilitas pemanfaatan gas metan tersebut.


Dengan demikian, kunjungan delegasi Korea Selatan menjadi bagian penting dalam proses penjajakan dan pengumpulan data sebelum keputusan lebih lanjut diambil.


600-700 Ton Sampah Masuk Setiap Hari


Besarnya peluang pemanfaatan gas metan di TPA Aia Dingin tidak terlepas dari volume sampah yang masuk setiap harinya.


Saat ini, TPA Aia Dingin menerima sekitar 600 hingga 700 ton sampah per hari.


Volume tersebut menggambarkan betapa besarnya tantangan pengelolaan sampah yang harus dihadapi Kota Padang. Di sisi lain, jumlah timbunan sampah yang besar juga membuka peluang pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.


Untuk saat ini, sebagian kecil sampah yang masuk telah dimanfaatkan melalui pengolahan tertentu, antara lain untuk pakan ternak dan pembuatan kompos dari sampah organik.


Namun, kapasitas pengolahan tersebut masih jauh dibandingkan total volume sampah yang masuk setiap hari.


Karena itu, kehadiran teknologi dan investasi baru diharapkan dapat memperluas pemanfaatan sampah, bukan hanya mengurangi volume timbunan, tetapi juga menghasilkan produk atau energi yang memiliki nilai tambah.


Membuka Pintu bagi Investor


Pengelola TPA Aia Dingin menyambut positif penjajakan yang dilakukan pihak Korea Selatan.


Bagi pemerintah dan pengelola, investasi di sektor persampahan bukan semata-mata persoalan bisnis. Kehadiran investor juga diharapkan mampu membantu menjawab persoalan lingkungan yang semakin kompleks akibat meningkatnya volume sampah.


Pihak UPTD TPA Aia Dingin pun menyatakan terbuka terhadap investor yang berminat mengembangkan teknologi pengolahan maupun pemanfaatan sampah.


Harapannya, berbagai jenis sampah yang selama ini berakhir di TPA dapat secara bertahap diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.


Jika kajian teknis menunjukkan hasil positif dan kerja sama dapat diwujudkan, proyek pemanfaatan gas metan berpotensi menjadi salah satu terobosan penting dalam pengelolaan sampah di Kota Padang.


Tantangan Besar, Peluang Lebih Besar


TPA Aia Dingin menghadapi persoalan yang sama dengan banyak kota lainnya: volume sampah terus membutuhkan ruang, sementara pengelolaan sampah harus bergerak menuju sistem yang lebih berkelanjutan.


Di tengah tantangan tersebut, pemanfaatan gas metan menawarkan pendekatan berbeda.


Sampah tidak lagi hanya dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang, melainkan sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai.


Timbunan sampah yang sebelumnya hanya menghasilkan beban pengelolaan dapat diarahkan untuk menghasilkan energi. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara gas metan yang terbentuk dari proses penguraian dapat ditangkap dan dimanfaatkan.


Konsep tersebut sejalan dengan upaya mendorong pengelolaan sampah yang lebih modern, ramah lingkungan, sekaligus memiliki nilai ekonomi.


Namun, perjalanan menuju pembangkit listrik berbasis gas metan di TPA Aia Dingin masih membutuhkan kajian dan perencanaan yang matang.


Kunjungan delegasi Korea Selatan pada Rabu ini menjadi salah satu langkah awal.


Kini, harapan besar tertuju pada hasil kajian teknis yang sedang dilakukan. Jika potensi gas metan TPA Aia Dingin benar-benar layak dikembangkan, bukan tidak mungkin gunungan sampah yang selama ini menjadi persoalan justru berubah menjadi sumber energi baru bagi Kota Padang.


Dari tempat pembuangan akhir, energi masa depan bisa saja dimulai.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update