Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

TPA Aia Dingin Dibidik Teknologi Korea Selatan, Padang Bersiap Ubah Sampah Jadi Aset Kota

12 August 2026 | August 12, 2026 WIB Last Updated 2026-08-11T17:28:26Z

TPA Aia Dingin Dibidik Teknologi Korea Selatan, Padang Bersiap Ubah Sampah Jadi Aset Kota



D'On, Padang — Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Aia Dingin tidak lagi sekadar dipandang sebagai lokasi penampungan sampah. Pemerintah Kota Padang mulai membuka peluang untuk menjadikannya sebagai bagian dari solusi pengelolaan lingkungan modern melalui penjajakan kerja sama dengan Korea Selatan.


Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan antara Pemerintah Kota Padang dengan delegasi lingkungan hidup Korea Selatan dan Korea Environmental Industry & Technology Institute (KEITI) di Takana Nasi Padang, Selasa (11/8/2026).


Pertemuan ini menjadi sinyal bahwa persoalan sampah di Kota Padang mulai diarahkan pada pendekatan yang lebih serius, modern, dan berorientasi jangka panjang. Bukan hanya bagaimana sampah dibuang dan ditampung, tetapi bagaimana sampah dapat dikelola menggunakan teknologi sehingga memberikan manfaat ekologis sekaligus nilai ekonomi.


Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengatakan, penjajakan kerja sama tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kota Padang untuk membawa kota ini menjadi salah satu tujuan dunia.


Menurutnya, pembangunan kota tidak cukup hanya mengandalkan sektor pariwisata. Infrastruktur lingkungan, kebersihan, pengelolaan sampah, hingga kualitas ruang hidup masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun citra sebuah kota berkelas internasional.

 

“Hari ini sesuai dengan semangat yang dimiliki Wali Kota Padang, Pak Fadly Amran, bagaimana menjadikan Padang menjadi salah satu tujuan dunia. Tidak hanya di sektor wisata, tapi juga di sektor-sektor lainnya,” ujar Maigus.


Ia menegaskan, kebersihan kota merupakan salah satu fondasi penting jika Padang ingin meningkatkan daya saingnya sebagai kota tujuan wisata dan investasi.


Padang, kata dia, sedang berupaya membangun wajah kota yang lebih bersih dan indah. Karena itu, persoalan sampah tidak boleh lagi hanya dilihat sebagai beban yang harus dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain.


Justru, dengan dukungan teknologi yang tepat, sampah diharapkan dapat diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai positif.

 

“Kota Padang memang sedang berusaha dan berjuang untuk bisa menjadi kota terbersih, kota yang indah. Tentu kehadiran para Mister dari Korea Selatan menjadi salah satu solusi agar sampah tidak lagi menjadi sesuatu yang negatif, tetapi bisa bernilai positif,” katanya.


Dua Tahun Ditinjau, Kini Masuk Tahap Penjajakan Kerja Sama


Penjajakan ini bukan proses yang muncul secara tiba-tiba.


Chief Representative KEITI Indonesia Kang Min Soo mengungkapkan, pihaknya telah mengenal dan melakukan peninjauan terhadap kondisi TPA Aia Dingin sejak sekitar dua tahun terakhir.


Artinya, pembahasan yang dilakukan bersama Pemko Padang saat ini merupakan kelanjutan dari proses pengamatan dan penjajakan yang telah berlangsung sebelumnya.


KEITI hadir sebagai lembaga yang menjembatani sektor teknologi dan industri lingkungan Korea Selatan dengan kebutuhan proyek-proyek lingkungan di Indonesia.


Dalam konteks Padang, perhatian diarahkan pada bagaimana teknologi Korea Selatan dapat diterapkan untuk membantu meningkatkan sistem pengelolaan sampah di TPA Aia Dingin.


Kang Min Soo menilai Kota Padang memiliki potensi besar untuk dikembangkan, terutama karena kota ini memiliki posisi strategis sebagai salah satu tujuan pariwisata di Sumatera Barat.


Namun, menurutnya, potensi pariwisata tersebut harus berjalan beriringan dengan pembenahan lingkungan.

 

“Kota Padang sangat berpotensi. Untuk mengembangkan Kota Padang sebagai kota pariwisata, perbaikan lingkungan sangat diperlukan dan ada banyak hal yang bisa ditingkatkan terkait lingkungan di kota ini,” ungkap Kang Min Soo.


Ia menjelaskan, KEITI memiliki peran untuk mendukung perusahaan-perusahaan Korea Selatan dalam menjalankan berbagai proyek bantuan dan pengembangan teknologi lingkungan di Indonesia.

 

“KEITI mewakili Kementerian Lingkungan Hidup dan Energi Korea untuk mendukung perusahaan-perusahaan Korea dalam menjalankan berbagai proyek bantuan guna meningkatkan dan memperbaiki lingkungan di Indonesia,” ujarnya.


Bukan Sekadar Mengatasi Sampah


Kerja sama yang tengah dijajaki tersebut memiliki cakupan yang lebih besar daripada sekadar mengurangi timbunan sampah.


Penerapan teknologi modern diharapkan dapat mendorong perubahan paradigma pengelolaan sampah di Kota Padang. Sampah yang selama ini identik dengan persoalan kebersihan, bau, pencemaran, dan beban pengelolaan, diarahkan agar dapat memiliki nilai tambah.


Konsep tersebut membuka peluang bagi pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, mulai dari proses pengolahan hingga kemungkinan pemanfaatan hasil pengolahan.


Jika dapat direalisasikan secara tepat, pengembangan teknologi di TPA Aia Dingin berpotensi menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat sistem persampahan Kota Padang.


Bagi kota yang terus mengembangkan sektor pariwisata, persoalan tersebut menjadi semakin penting.


Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati pantai, kuliner, budaya, dan keindahan alam. Mereka juga berinteraksi langsung dengan wajah kota. Kebersihan lingkungan, kualitas ruang publik, sistem persampahan, serta kemampuan pemerintah menjaga lingkungan menjadi bagian dari pengalaman sebuah kota.


Karena itu, pembenahan TPA Aia Dingin dapat memiliki efek berantai terhadap citra Padang.


Korea Selatan Buka Pintu Teknologi Lingkungan


Kehadiran delegasi Korea Selatan dalam penjajakan ini juga membuka peluang transfer pengetahuan dan teknologi.


KEITI diharapkan menjadi penghubung antara Pemerintah Kota Padang dengan perusahaan-perusahaan teknologi asal Korea Selatan yang memiliki kompetensi di bidang lingkungan.


Dengan demikian, kerja sama tersebut tidak berhenti pada pertemuan atau kunjungan lapangan, tetapi diharapkan dapat berkembang menjadi proyek konkret yang mampu menjawab persoalan persampahan di Padang.


Bagi Pemerintah Kota Padang, peluang tersebut menjadi momentum untuk mempercepat pembenahan sektor lingkungan dengan memanfaatkan pengalaman dan teknologi dari negara yang telah lebih dahulu mengembangkan industri pengelolaan lingkungan.


Pertemuan di Takana Nasi Padang itu turut dihadiri Konsulat Perwakilan Kedutaan Besar Korea Selatan untuk Sumatera bersama delegasi lingkungan hidup Korea Selatan.


Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa isu pengelolaan lingkungan Kota Padang mulai mendapatkan perhatian dalam ruang kerja sama internasional.


Dari Masalah Menjadi Peluang


Bagi Padang, tantangan terbesar bukan sekadar mendatangkan teknologi, tetapi memastikan teknologi tersebut benar-benar sesuai dengan kondisi kota, berkelanjutan, mampu dioperasikan secara efektif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Karena itu, penjajakan kerja sama ini menjadi tahap awal yang penting.


Jika nantinya dapat diwujudkan dalam bentuk proyek nyata, TPA Aia Dingin berpeluang mengalami transformasi besar dari sekadar tempat akhir perjalanan sampah menjadi pusat pengelolaan lingkungan yang lebih modern dan produktif.


Pada titik inilah gagasan menjadikan sampah sebagai sesuatu yang bernilai positif menemukan relevansinya.


Padang tidak hanya membutuhkan kota yang terlihat bersih dari jalan-jalan utama. Kota ini membutuhkan sistem yang membuat kebersihan dapat dipertahankan dari hulu hingga hilir.


Dan TPA Aia Dingin menjadi salah satu titik krusial dalam perjalanan tersebut.


Penjajakan dengan Korea Selatan kini membuka pintu ke arah itu.


Jika teknologi, kebijakan, investasi, dan pengelolaan dapat berjalan beriringan, persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan perkotaan bukan tidak mungkin berubah menjadi salah satu kekuatan baru Kota Padang.


Sampah tidak lagi sekadar sesuatu yang harus dibuang. Padang sedang mencoba melihatnya sebagai sesuatu yang bisa diolah, dimanfaatkan, dan bahkan menjadi bagian dari wajah baru kota menuju standar lingkungan berkelas dunia.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update