Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tembok Disulap Jadi Kanvas, Lomba Mural Hidupkan Taman Aliran Kenangan Padang

29 August 2026 | August 29, 2026 WIB Last Updated 2026-08-29T16:22:18Z

Tembok Disulap Jadi Kanvas, Lomba Mural Hidupkan Taman Aliran Kenangan Padang



D’On, Padang — Tembok pembatas yang selama ini hanya menjadi bagian dari struktur kawasan Taman Aliran Kenangan, Jalan Sutan Syahrir, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, disulap menjadi kanvas raksasa yang penuh warna.


Bukan sekadar mempercantik lingkungan, deretan mural tersebut kini menjadi wajah baru ruang publik sekaligus membawa pesan tentang kebudayaan, sejarah dan potensi pariwisata Kota Padang.


Suasana itu terlihat saat Wali Kota Padang Fadly Amran menutup sekaligus menyerahkan hadiah kepada para pemenang Lomba Mural di Taman Aliran Kenangan, Sabtu (29/8/2026).


Kegiatan yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 tersebut menjadi ruang pertemuan antara seni, kreativitas generasi muda, lingkungan dan pengembangan destinasi wisata.


Puluhan karya mural yang menghiasi tembok kawasan taman menghadirkan beragam visual yang merepresentasikan identitas Padang Selatan. Setiap gambar tidak hanya menawarkan estetika, tetapi juga membawa cerita tentang kekayaan budaya dan destinasi wisata yang dimiliki kawasan tersebut.


Ikon Pantai Air Manis, Batu Malin Kundang, Teluk Bayur, pacu sampan, barongsai hingga paralayang dituangkan ke dalam karya para peserta.


Bahkan, slogan Program Unggulan Padang Rancak turut hadir dalam sejumlah karya, membuat dinding yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai pembatas berubah menjadi ruang visual yang mampu mengundang perhatian masyarakat.


Fadly: Ruang Publik Harus Diisi Kegiatan Positif


Wali Kota Padang Fadly Amran mengapresiasi gagasan pelaksanaan lomba mural tersebut.


Menurutnya, kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan ruang publik merupakan langkah penting untuk menciptakan lingkungan kota yang lebih hidup. Taman dan ruang terbuka, kata Fadly, tidak cukup hanya dibangun secara fisik, tetapi juga harus diisi dengan aktivitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Pemerintah Kota Padang sangat mengapresiasi lomba mural ini. Kegiatan ini merupakan inisiatif yang sangat baik untuk menjaga lingkungan sekaligus menghidupkan ruang publik melalui hasil seni lukis yang indah,” ujar Fadly.


Ia mendorong agar ruang-ruang publik di Kota Padang tidak dibiarkan menjadi kawasan yang pasif, melainkan dikembangkan menjadi tempat masyarakat berinteraksi, berkreasi dan melakukan berbagai kegiatan positif.


“Mari kita efektifkan ruang-ruang publik dengan kegiatan positif yang melibatkan masyarakat dan memberikan manfaat bagi lingkungan dan pariwisata,” katanya.


Fadly juga meminta jajaran kecamatan dan kelurahan terus menggali potensi yang ada di wilayah masing-masing.


Menurutnya, setiap kawasan memiliki karakter dan potensi yang bisa dikembangkan. Dengan kreativitas dan keterlibatan masyarakat, ruang yang sebelumnya kurang termanfaatkan dapat diubah menjadi kawasan yang memiliki nilai sosial, ekonomi maupun pariwisata.


18 Frame Mural Gratis, Tembok Pembatas Jadi Daya Tarik Baru


Ketua Pelaksana Lomba Mural, Rachmat Baitul Maqdis, mengungkapkan bahwa ide awal kegiatan tersebut berangkat dari kondisi tembok pembatas di kawasan Taman Aliran Kenangan.


Tembok tersebut sebelumnya hanya menjalankan fungsi sebagai pembatas. Melalui sentuhan para seniman, bidang kosong itu kemudian diubah menjadi karya seni yang memiliki cerita dan karakter.


“Kami menyediakan 18 frame mural yang dikerjakan seniman secara individu maupun tim tanpa dipungut biaya. Kami berharap karya ini menjadi inspirasi bagi kelurahan dan kecamatan lain untuk mengubah lahan yang tidak berfungsi menjadi ruang yang lebih fungsional dan memperindah kota,” ujar Rachmat.


Ia berharap keberadaan mural tersebut tidak berhenti sebagai karya seni semata.


Kawasan Taman Aliran Kenangan diharapkan berkembang menjadi ruang publik yang memiliki daya tarik baru, terutama sebagai tempat berkumpul warga sekaligus salah satu spot yang dapat dikunjungi masyarakat.


“Melalui lomba mural ini kita berharap kawasan Taman Aliran Kenangan tersebut berkembang menjadi spot foto, ruang interaksi warga, sekaligus bagian dari pengembangan destinasi wisata di Kota Padang,” katanya.


Konsep mural sengaja diarahkan untuk mengangkat kekayaan budaya dan pariwisata Kecamatan Padang Selatan. Dengan demikian, masyarakat yang melihat karya tersebut tidak hanya menikmati warna dan bentuk, tetapi juga mengenal berbagai potensi yang ada di kawasan tersebut.


Dari Malin Kundang hingga Teluk Bayur


Salah satu peserta, Tommy Zulfahmi (26), memilih Pantai Air Manis sebagai objek utama mural yang dikerjakannya.


Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Pantai Air Manis memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat melalui legenda Malin Kundang sekaligus menjadi salah satu destinasi wisata yang identik dengan Kota Padang.


“Saya memang hobi melukis dalam berbagai bentuk kesenian, yang penting positif. Untuk mural ini saya mengangkat Pantai Air Manis karena merupakan lokasi bersejarah dengan kisah Malin Kundang dan memiliki panorama yang indah,” ujar Tommy.


Baginya, mural menjadi salah satu cara untuk menyampaikan pesan melalui karya visual.


Jika biasanya cerita tentang suatu daerah disampaikan melalui tulisan atau promosi konvensional, mural menawarkan pendekatan berbeda. Pesan mengenai sejarah dan pariwisata dapat disampaikan melalui gambar yang mudah dilihat dan diingat masyarakat.


Generasi Muda Dapat Ruang Bereksperimen


Cerita berbeda datang dari Dara Naskhia (19), mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) asal Sawahlunto.


Dara bersama rekannya, Viona, memilih konsep komik untuk karya mereka. Sejumlah destinasi yang berada di kawasan Padang Selatan dijadikan sumber inspirasi.


Bagi Dara, kesempatan mengikuti lomba mural bukan hanya soal memenangkan kompetisi. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan, bereksperimen dengan gagasan dan mendapatkan pengalaman baru.


“Kami sebagai seniman senang sekali karena diberi wadah dan diapresiasi. Semoga ke depan semakin banyak kegiatan seperti ini agar kami bisa mengembangkan bakat dan terus meningkatkan kemampuan,” ungkapnya.


Kehadiran peserta muda seperti Dara menunjukkan bahwa ruang publik dapat menjadi media penting untuk mempertemukan kreativitas generasi muda dengan kebutuhan pembangunan kota.


Seni, Lingkungan dan Pariwisata Bertemu


Lomba mural di Taman Aliran Kenangan pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang kompetisi.


Ada pesan lebih besar yang muncul dari deretan karya yang kini menghiasi kawasan tersebut: ruang publik dapat dihidupkan ketika masyarakat diberi kesempatan untuk terlibat.


Tembok yang sebelumnya menjadi bagian biasa dari lingkungan taman kini memiliki cerita. Setiap frame membawa identitas berbeda, sementara keseluruhan mural membentuk satu narasi tentang Padang Selatan.


Dari legenda Malin Kundang hingga aktivitas budaya, dari panorama pesisir hingga ikon Teluk Bayur, semuanya dirangkai melalui bahasa visual yang dekat dengan masyarakat.


Konsep semacam ini juga membuka peluang agar ruang publik tidak hanya menjadi tempat lewat, tetapi menjadi tempat untuk berhenti, melihat, berfoto, berinteraksi dan mengenal lebih jauh karakter sebuah daerah.


Di tengah upaya memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, kreativitas masyarakat seperti ini menjadi modal penting.


Sebab, wajah kota tidak hanya dibentuk oleh gedung-gedung dan jalan yang tertata, tetapi juga oleh karya, cerita dan partisipasi warganya.


Turut hadir dalam penutupan tersebut Camat Padang Selatan Wilman Muchtar, Kapolsek Padang Selatan AKP Nirdes Ali, Lurah Mata Air Rio Ariesta, serta elemen masyarakat setempat.


Dengan berakhirnya lomba dan diserahkannya hadiah kepada para pemenang, kompetisi memang resmi ditutup. Namun, karya-karya yang ditinggalkan para peserta justru baru memulai cerita.


Kini, masyarakat memiliki 18 frame mural yang bukan sekadar warna di atas tembok, tetapi menjadi bagian dari wajah baru Taman Aliran Kenangan sebuah ruang publik yang diharapkan terus hidup, dirawat dan berkembang menjadi salah satu titik kreatif serta destinasi menarik di Kota Padang.


(Mond)


#Mural #Daerah #Padang

×
Berita Terbaru Update