Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tak Kenal Akhir Pekan, Lubuk Begalung Gaspol Data Perlinsos, Petugas Turun dari Rumah ke Rumah

30 August 2026 | August 30, 2026 WIB Last Updated 2026-08-30T11:55:26Z

Tak Kenal Akhir Pekan, Lubuk Begalung Gaspol Data Perlinsos, Petugas Turun dari Rumah ke Rumah



D'On, Padang — Upaya mempercepat pendataan dan aktivasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) terus digenjot Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang. Tidak ingin pelayanan hanya menunggu masyarakat datang ke kantor pemerintahan, petugas memilih turun langsung ke lapangan dengan sistem jemput bola dari rumah ke rumah.


Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat yang belum terdata maupun belum melakukan aktivasi Perlinsos tidak kehilangan kesempatan memperoleh akses terhadap layanan sosial yang tersedia.


Bahkan, memasuki akhir pekan, pelayanan tidak ikut berhenti. Kantor Camat Lubuk Begalung bersama kantor-kantor kelurahan tetap membuka layanan pada Sabtu dan Minggu, sehingga masyarakat memiliki waktu lebih luas untuk menyelesaikan proses pendataan maupun aktivasi.


Pelayanan tersebut dimaksimalkan pada Minggu (30/8/2026), di wilayah Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.


Camat Lubuk Begalung, Ikrar Prakarsa, mengatakan pihaknya berupaya memberikan pelayanan sedekat mungkin dengan masyarakat. Menurutnya, petugas tidak hanya menunggu warga datang ke kantor, tetapi secara aktif mendatangi lingkungan dan rumah warga untuk membantu proses pendataan.

 

“Pelayanan kita lakukan dengan sistem jemput bola. Petugas turun langsung ke rumah masyarakat, dan pelayanan di kantor camat maupun kantor lurah juga tetap dibuka pada Sabtu dan Minggu,” ujar Ikrar.


Petugas Tak Sekadar Mendata


Menurut Ikrar, pola jemput bola dipilih karena masih terdapat masyarakat yang belum melakukan pendataan ataupun aktivasi Perlinsos. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan waktu masyarakat, khususnya mereka yang memiliki aktivitas dan pekerjaan pada hari kerja.


Karena itu, pemerintah kecamatan berusaha menghilangkan hambatan tersebut dengan menghadirkan layanan langsung ke tengah masyarakat.


Petugas yang turun ke lapangan tidak hanya melakukan pendataan. Mereka juga memberikan informasi, membantu masyarakat memahami proses aktivasi, sekaligus memberikan pendampingan terhadap warga yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut mengenai layanan yang tersedia.


Dengan pola ini, proses pendataan diharapkan tidak berhenti pada pencatatan administratif semata, tetapi benar-benar memastikan masyarakat memahami tahapan yang harus dilakukan.


Kami ingin pelayanan ini benar-benar memudahkan masyarakat. Karena itu, warga yang belum melakukan pendataan atau aktivasi agar segera memanfaatkan layanan yang tersedia, sehingga prosesnya dapat berjalan cepat dan tepat,” kata Ikrar.


Akhir Pekan Bukan Alasan Pelayanan Berhenti


Komitmen membuka layanan pada Sabtu dan Minggu menjadi salah satu langkah Kecamatan Lubuk Begalung memperluas akses pelayanan publik.


Bagi sebagian masyarakat, hari kerja sering kali menjadi waktu yang sulit untuk mendatangi kantor pemerintahan karena terbentur pekerjaan maupun aktivitas lainnya. Kondisi tersebut menjadi perhatian agar proses pendataan Perlinsos tidak justru terhambat hanya karena persoalan waktu.


Dengan tetap membuka layanan hingga akhir pekan, warga diberikan alternatif untuk datang ke kantor camat maupun kantor kelurahan pada waktu yang lebih memungkinkan.


Di sisi lain, petugas tetap bergerak menyisir masyarakat melalui pelayanan dari rumah ke rumah. Dua pendekatan tersebut dijalankan secara bersamaan agar cakupan pendataan dapat diperluas.


Langkah ini juga memperlihatkan perubahan pola pelayanan, dari masyarakat yang harus aktif mencari layanan menjadi pemerintah yang lebih aktif mendatangi masyarakat.


Kejar Data, Pastikan Tak Ada Warga Terlewat


Pendataan Perlinsos menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan sosial dapat diberikan secara lebih terarah. Karena itu, percepatan pendataan tidak hanya berkaitan dengan seberapa banyak data yang berhasil dikumpulkan, tetapi juga bagaimana memastikan data masyarakat dapat diproses secara tepat.


Kecamatan Lubuk Begalung terus mendorong masyarakat yang belum melakukan pendataan maupun aktivasi agar tidak menunda.


Petugas di lapangan juga diharapkan dapat membantu menjembatani masyarakat yang masih mengalami kesulitan dalam proses tersebut.


Semakin banyak masyarakat yang terdata dan melakukan aktivasi, semakin besar pula peluang proses pelayanan sosial dapat berjalan secara lebih optimal dan sesuai kebutuhan masyarakat.


Ikrar menegaskan, masyarakat tidak perlu menunggu sampai batas waktu tertentu untuk memanfaatkan layanan. Warga yang belum melakukan pendataan atau aktivasi diminta segera mendatangi kantor camat, kantor kelurahan, atau memanfaatkan pelayanan jemput bola yang dilakukan petugas.


Pelayanan Didekatkan, Masyarakat Dimudahkan


Kecamatan Lubuk Begalung menargetkan percepatan ini mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas. Sistem pelayanan yang memadukan petugas lapangan dengan layanan di kantor diharapkan mampu mengurangi kendala akses sekaligus mempercepat proses pendataan.


Bagi pemerintah kecamatan, pelayanan publik bukan sekadar persoalan membuka loket dan menunggu warga datang. Kehadiran petugas di tengah masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan layanan benar-benar dapat dirasakan.


Dengan pelayanan jemput bola dari rumah ke rumah serta tetap dibukanya layanan di kantor camat dan kelurahan selama akhir pekan, Kecamatan Lubuk Begalung menunjukkan bahwa keterbatasan waktu masyarakat tidak boleh menjadi penghalang untuk mendapatkan pelayanan.


Pesannya sederhana: warga yang belum terdata atau belum melakukan aktivasi Perlinsos diminta segera memanfaatkan layanan yang tersedia.


Sebab, semakin cepat proses pendataan dilakukan, semakin cepat pula pemerintah dapat memastikan pelayanan sosial berjalan mudah, cepat, tepat, dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.


(Mond)


#Parlinsos #Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update