Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Padang Gastronomi Fest 2026 Dibuka, Fadly Amran Dorong Tradisi Malamang Jadi Identitas Kuliner dan Budaya Kota

30 August 2026 | August 30, 2026 WIB Last Updated 2026-08-30T12:08:16Z

Padang Gastronomi Fest 2026 Dibuka, Fadly Amran Dorong Tradisi Malamang Jadi Identitas Kuliner dan Budaya Kota



D'On, Padang — Suasana Komplek Perumnas Belimbing, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sabtu (29/8/2026), berubah semarak. Tradisi, kuliner, kreativitas dan geliat ekonomi masyarakat berpadu dalam Padang Gastronomi Fest 2026, sebuah kegiatan yang tidak sekadar menghadirkan festival makanan, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat warisan budaya sekaligus mendorong pelaku UMKM naik kelas.


Kegiatan yang digelar hingga Minggu (30/8/2026) tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Padang Fadly Amran, bersama Anggota DPRD Kota Padang Erianto Mahmuda, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Padang.


Hadir dalam pembukaan tersebut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang Teddy Antonius, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza, Camat Kuranji Rozaldi Rosman, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Syamdani, unsur Forkopimca Kuranji, serta tamu undangan lainnya.


Pembukaan festival berlangsung semarak dan ditandai dengan pemukulan gendang tabuh oleh Fadly Amran bersama Erianto Mahmuda, pimpinan OPD terkait, Camat Kuranji, serta unsur Forkopimca Kuranji.


Dentuman gendang tersebut menjadi simbol dimulainya sebuah perhelatan yang membawa pesan lebih besar: bahwa kekayaan kuliner dan tradisi lokal bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi dapat menjadi kekuatan ekonomi dan identitas Kota Padang di masa depan.


Malamang, Tradisi yang Menjadi Kekuatan Gastronomi


Salah satu kekuatan utama yang diangkat dalam Padang Gastronomi Fest 2026 adalah tradisi Malamang yang telah lama hidup di tengah masyarakat Kuranji.


Bagi masyarakat Minangkabau, Malamang bukan hanya aktivitas mengolah makanan. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, gotong royong, interaksi sosial dan penghormatan terhadap tradisi yang diwariskan antargenerasi.


Karena itu, Fadly Amran menilai tradisi tersebut memiliki nilai budaya yang harus terus dipertahankan sekaligus dikembangkan agar mampu menjawab tantangan zaman.


Ia mengapresiasi komitmen Erianto Mahmuda yang telah menyalurkan dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) dalam bentuk kegiatan Malamang dan Food Festival.


Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh bagaimana dukungan terhadap kebudayaan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

 

"Kami berharap tradisi Malamang yang menjadi salah satu kearifan lokal masyarakat Kuranji ini dapat terus dikembangkan. Tradisi ini merupakan bagian dari kekayaan budaya yang harus kita jaga bersama," ujar Fadly Amran.


Menurut Fadly, pelestarian tradisi tidak cukup hanya dengan mempertahankannya dalam bentuk seremonial. Tradisi lokal harus diberi ruang untuk berkembang, dikenalkan kepada generasi muda, dan dikemas menjadi bagian dari kekuatan ekonomi kreatif daerah.


Padang Bidik Jejaring Kota Kreatif UNESCO Bidang Gastronomi


Lebih jauh, Fadly Amran mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Padang tengah mengupayakan agar Kota Padang dapat menjadi bagian dari jejaring kota kreatif UNESCO di bidang gastronomi.


Langkah tersebut membutuhkan pemetaan potensi yang dimiliki setiap wilayah. Sebab, menurut Fadly, gastronomi Padang tidak hanya berbicara mengenai rendang atau kuliner yang sudah dikenal luas, tetapi juga mencakup kekayaan tradisi, bahan pangan, cara pengolahan, sejarah, budaya hingga kehidupan masyarakat yang melahirkan sebuah makanan.


Setiap kecamatan, kata Fadly, memiliki karakter dan potensi masing-masing yang dapat dikembangkan menjadi identitas gastronomi.


"Kita akan memetakan potensi-potensi gastronomi yang ada di setiap kecamatan. Ini menjadi bagian dari upaya kita untuk mewujudkan Padang sebagai Kota Gastronomi," katanya.


Pemetaan tersebut dinilai penting agar kekayaan kuliner dan budaya yang tersebar di berbagai wilayah Kota Padang tidak berhenti sebagai potensi, tetapi dapat dikembangkan secara terarah.


Dengan demikian, gastronomi dapat menjadi bagian dari strategi pembangunan kota, khususnya dalam memperkuat sektor pariwisata, ekonomi kreatif dan UMKM.


Festival Kuliner Sekaligus Menggerakkan Ekonomi Masyarakat


Padang Gastronomi Fest 2026 juga diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan acara.


Fadly Amran menegaskan bahwa kegiatan semacam ini harus memberikan dampak nyata terhadap masyarakat, terutama pelaku UMKM yang menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi daerah.


Festival dapat menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, membangun jaringan, mendapatkan konsumen baru sekaligus belajar bagaimana mengembangkan produk lokal agar memiliki nilai jual lebih tinggi.


"Kami mendorong kegiatan serupa seperti ini diadakan setiap tahun. Di samping menggerakkan perekonomian masyarakat, juga mendukung para pelaku UMKM Kota Padang untuk naik kelas dan mengembangkan usaha yang dimilikinya," tegas Fadly.


Menurutnya, semakin banyak ruang promosi dan interaksi yang diberikan kepada UMKM, semakin besar pula peluang produk lokal untuk berkembang.


Karena itu, festival gastronomi dinilai dapat menjadi salah satu instrumen untuk mempertemukan budaya, pariwisata dan ekonomi dalam satu kegiatan.


Erianto: Komitmen Rawat Tradisi, Adat dan Budaya Kuranji


Sementara itu, Anggota DPRD Kota Padang Erianto Mahmuda mengatakan Padang Gastronomi Fest merupakan bentuk dukungan terhadap langkah Pemerintah Kota Padang dalam mendorong Padang menjadi Kota Gastronomi.


Ia menegaskan, kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi dan budaya yang berkembang di Kuranji.


"Kita berkomitmen menyelenggarakan kegiatan ini setiap tahun untuk merawat tradisi, adat dan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Kuranji. Kegiatan akan berlangsung sampai besok, yang diakhiri dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang," ujar Erianto.


Menurutnya, keberlanjutan kegiatan menjadi hal penting. Dengan pelaksanaan secara rutin setiap tahun, masyarakat diharapkan semakin memiliki ruang untuk mempertahankan tradisi sekaligus mengembangkan potensi kuliner yang dimiliki.


Komitmen tersebut juga memperlihatkan bahwa kebudayaan lokal dapat ditempatkan sebagai bagian dari pembangunan masyarakat, bukan sesuatu yang hanya dikenang dalam kegiatan seremonial.


Dari Tradisi Lokal Menuju Identitas Kota


Padang Gastronomi Fest 2026 pada akhirnya membawa satu pesan penting: kuliner bukan sekadar soal rasa, tetapi juga tentang identitas.


Di balik makanan terdapat cerita mengenai masyarakat yang membuatnya, tradisi yang diwariskan, bahan-bahan yang digunakan, cara memasak yang dipertahankan dan nilai-nilai sosial yang menyertainya.


Malamang yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Kuranji menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah tradisi dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan kekayaan budaya Padang secara lebih luas.


Jika dikembangkan secara konsisten, kekayaan tersebut bukan tidak mungkin menjadi daya tarik wisata sekaligus sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.


Ambisi menjadikan Padang sebagai Kota Gastronomi pun tidak lagi sekadar berbicara tentang sebuah predikat. Tantangannya adalah bagaimana seluruh potensi yang ada dapat dipetakan, dilestarikan, dikembangkan dan dipromosikan sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Padang Gastronomi Fest 2026 menjadi salah satu langkah kecil menuju cita-cita besar tersebut menghidupkan kembali tradisi, mengangkat kekayaan kuliner, memperkuat UMKM, sekaligus menegaskan bahwa identitas budaya lokal dapat menjadi kekuatan ekonomi masa depan.


Dari Kuranji, tradisi Malamang kembali diketuk lewat dentuman gendang. Sebuah pesan bahwa warisan leluhur tidak harus tertinggal di masa lalu, tetapi dapat dibawa melangkah bersama zaman, menjadi wajah baru Padang di panggung gastronomi dunia.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update