Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

24 Tim Berebut Piala Wali Kota Padang U-13 2026, Fadly Amran: Dari Kampung Pisang Menuju Sepak Bola Profesional

30 August 2026 | August 30, 2026 WIB Last Updated 2026-08-30T16:22:23Z

24 Tim Berebut Piala Wali Kota Padang U-13 2026, Fadly Amran: Dari Kampung Pisang Menuju Sepak Bola Profesional



D'On, Padang — Lapangan Sepak Bola Kampung Pisang, Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Minggu (30/8/2026), berubah menjadi panggung semangat dan mimpi puluhan pesepak bola cilik Kota Padang.


Sebanyak 24 tim sepak bola usia di bawah 13 tahun (U-13) ambil bagian dalam Turnamen Sepak Bola U-13 Piala Wali Kota Padang Tahun 2026 yang secara resmi dibuka Wali Kota Padang Fadly Amran.


Turnamen yang digelar hingga pertengahan September 2026 tersebut tidak sekadar menjadi arena perebutan gelar juara. Lebih dari itu, kompetisi ini diproyeksikan sebagai ruang pembinaan sekaligus penjaringan bibit-bibit muda yang berpotensi menjadi kekuatan baru sepak bola Kota Padang pada masa mendatang.


Hadir dalam pembukaan tersebut Ketua DPRD Kota Padang Muharlion, Ketua KONI Kota Padang Erianto, Ketua Askot PSSI Kota Padang Mastilizal Aye, Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama, serta Lurah Batipuh Panjang Saputra Herianto.


Bukan Sekadar Mengejar Trofi


Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan, penyelenggaraan turnamen usia dini merupakan bagian penting dari upaya membangun ekosistem olahraga yang sehat di Kota Padang.


Menurutnya, anak-anak membutuhkan ruang untuk bertanding, mengasah kemampuan, membangun mental kompetisi, sekaligus menunjukkan potensi terbaik yang mereka miliki.


Turnamen Piala Wali Kota Padang U-13 tersebut juga menjadi bagian dari program Padang Balomba dalam rangka mengaktivasi Program Unggulan (Progul) Padang Juara.


Fadly menyebut, kompetisi seperti ini dapat menjadi pintu awal bagi anak-anak untuk mengenal atmosfer pertandingan sekaligus membuka peluang bagi mereka untuk melangkah lebih jauh dalam perjalanan sepak bola.

 

“Turnamen ini menjadi wadah menjaring talenta muda berbakat yang ke depannya berpeluang bermain di klub profesional. Kami mengapresiasi Askot PSSI Kota Padang, KONI Kota Padang, dan Ketua DPRD Kota Padang yang terus mendukung berbagai kompetisi sepak bola,” ujar Fadly Amran.


Bagi Fadly, proses pembinaan tidak bisa dilakukan secara instan. Talenta harus ditemukan sejak usia dini, kemudian diberikan kesempatan untuk berkembang melalui latihan dan kompetisi yang berkelanjutan.


Karena itu, keberadaan turnamen U-13 dinilai memiliki arti strategis. Dari pertandingan-pertandingan di tingkat lokal inilah pemain muda dapat mulai dipantau, dievaluasi dan diarahkan sesuai dengan potensi masing-masing.


Olahraga Jadi Benteng Kenakalan Remaja


Selain berbicara mengenai prestasi, Fadly Amran juga melihat olahraga sebagai instrumen penting dalam membangun karakter generasi muda.


Menurutnya, semakin banyak anak dan remaja terlibat dalam aktivitas olahraga serta kompetisi yang positif, semakin banyak pula energi mereka tersalurkan ke kegiatan yang produktif.


Hal tersebut sekaligus diharapkan dapat menjadi salah satu langkah preventif dalam menekan berbagai bentuk kenakalan remaja di Kota Padang.

 

“Dengan aktif mengikuti berbagai turnamen olahraga, remaja Kota Padang diharapkan dapat menyalurkan energi secara positif sekaligus menekan tingkat kenakalan remaja,” katanya.


Pesan tersebut menjadi semakin penting karena olahraga bukan hanya tentang kemampuan fisik. Di dalam pertandingan, anak-anak belajar mengenai disiplin, tanggung jawab, sportivitas, menghargai lawan, menerima kemenangan maupun kekalahan, serta bekerja bersama dalam sebuah tim.


Mastilizal Aye: Sepak Bola Membentuk Karakter Anak


Ketua Askot PSSI Kota Padang Mastilizal Aye menilai turnamen U-13 memiliki nilai penting dalam proses pembentukan karakter pemain muda.


Menurutnya, sepak bola memberikan pengalaman yang tidak selalu bisa diperoleh hanya melalui latihan.


Dalam pertandingan, pemain dituntut untuk berpikir cepat, membaca situasi, berkomunikasi dengan rekan setim dan mengambil keputusan dalam waktu singkat.

 

“Pertandingan sepak bola ini dapat membentuk karakter anak-anak yang ikut bertanding, di mana kemampuan berpikir cepat dan kerja sama tim terbentuk dari pertandingan sepak bola,” ujar Mastilizal Aye.


Ia menjelaskan, pertandingan usia dini seharusnya tidak hanya dipandang dari hasil akhir atau siapa yang mengangkat trofi. Proses perkembangan anak jauh lebih penting.


Dari pertandingan, pelatih dapat melihat bagaimana seorang anak menghadapi tekanan, berkomunikasi dengan rekan satu tim, mematuhi instruksi, serta tetap menjaga sportivitas ketika menghadapi lawan.


Karakter-karakter tersebut, kata Mastilizal, akan menjadi fondasi penting apabila seorang pemain nantinya ingin menapaki jenjang sepak bola yang lebih tinggi.


Dari Lapangan Kampung Pisang Menuju Timnas


Mimpi menjadi pesepak bola profesional tentu menjadi salah satu motivasi bagi anak-anak yang tampil dalam turnamen tersebut.


Mastilizal berharap kompetisi Piala Wali Kota Padang U-13 tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata. Ia ingin turnamen tersebut benar-benar menjadi bagian dari mata rantai pembinaan sepak bola yang mampu menghasilkan pemain berkualitas.

 

“Semoga anak-anak yang ikut bertanding pada turnamen ini nantinya dapat bermain di tim profesional dan juga tembus di Timnas Indonesia,” harapnya.


Harapan tersebut sekaligus menggambarkan besarnya potensi sepak bola Kota Padang. Dengan pembinaan yang terarah, kompetisi rutin dan dukungan berbagai pihak, talenta yang muncul dari lapangan-lapangan lokal diharapkan memiliki jalur yang jelas menuju level yang lebih tinggi.


Tidak mustahil, dari 24 tim yang bertanding hari ini, kelak muncul pemain yang memperkuat klub profesional. Bahkan, bukan tidak mungkin ada nama yang suatu saat mengenakan seragam Tim Nasional Indonesia.


Menanam Mimpi Sejak Usia Dini


Turnamen U-13 Piala Wali Kota Padang 2026 pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara.


Di balik setiap pertandingan, terdapat anak-anak yang sedang belajar bermimpi. Ada yang sedang belajar menjadi pemain terbaik, ada yang belajar menerima kekalahan, dan ada pula yang mungkin baru pertama kali merasakan atmosfer kompetisi.


Lapangan Kampung Pisang menjadi titik kecil dari perjalanan panjang itu.


Dari tempat sederhana tersebut, proses pencarian talenta dimulai. Kaki-kaki kecil berlari mengejar bola, sementara di dalam benak mereka tumbuh mimpi besar untuk suatu hari bermain di panggung yang lebih tinggi.


Pemerintah Kota Padang bersama Askot PSSI dan KONI Kota Padang berharap momentum tersebut dapat terus dijaga melalui kompetisi yang berkelanjutan.


Sebab, membangun sepak bola tidak cukup hanya dengan mencari pemain ketika mereka sudah dewasa. Talenta harus ditemukan, dibina dan diberi panggung sejak usia dini.


Dan bisa jadi, salah satu dari 24 tim yang berlaga di Piala Wali Kota Padang U-13 2026 inilah yang kelak melahirkan nama besar sepak bola dari Kota Padang untuk Indonesia.


(Mond)


#Padang #Daerah #Sepakbola #Olahraga #Daerah

×
Berita Terbaru Update