
Padang Utara Tampilkan Kearifan Lokal di Festival Telong-Telong, Tradisi Malamang dan Potensi Seafood Curi Perhatian Ribuan Pengunjung
D'On, Padang — Semangat Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 semakin terasa di sepanjang kawasan Pantai Cimpago, Kamis (6/8/2026) malam. Ribuan masyarakat memadati lokasi pelaksanaan Festival Telong-Telong, sebuah agenda budaya yang menjadi salah satu ikon perayaan HJK. Di tengah semarak festival tersebut, penampilan kontingen Kecamatan Padang Utara berhasil mencuri perhatian melalui perpaduan kearifan lokal, budaya Minangkabau, dan promosi potensi unggulan daerah.
Dengan mengusung konsep yang sarat nilai budaya, Kecamatan Padang Utara menghadirkan dua mobil hias yang menggambarkan identitas masyarakatnya. Ragam ornamen tradisional berpadu dengan simbol-simbol kekayaan hasil laut menjadikan penampilan kontingen ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga sarat makna tentang kehidupan masyarakat pesisir dan warisan budaya yang terus dijaga.
Festival Telong-Telong sendiri menghadirkan kreativitas dari seluruh kecamatan di Kota Padang. Setiap peserta diberi ruang untuk menampilkan karakter, budaya, serta potensi wilayah masing-masing. Momentum ini menjadi ajang memperkenalkan kekayaan lokal kepada masyarakat sekaligus memperkuat rasa bangga terhadap identitas Kota Padang.
Camat Padang Utara, Sa'at, mengatakan seluruh rangkaian penampilan telah dipersiapkan jauh sebelum malam pelaksanaan. Persiapan yang matang dilakukan agar setiap unsur yang ditampilkan benar-benar mampu menggambarkan ciri khas Kecamatan Padang Utara sekaligus memberikan hiburan terbaik bagi masyarakat.
"Kami telah mempersiapkan Festival Telong-Telong ini jauh sebelum pelaksanaan. Alhamdulillah, pada malam puncak seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik," ujar Sa'at.
Ia menjelaskan, mobil hias pertama mengangkat tradisi malamang, salah satu budaya yang masih lestari di tengah masyarakat. Pada mobil tersebut ditampilkan replika Kadai Lamang lengkap dengan gambaran proses pembuatan lamang, mulai dari bambu, proses memasak, hingga penyajian kuliner tradisional yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Minangkabau.
Menurutnya, tradisi malamang bukan sekadar aktivitas memasak makanan khas, tetapi juga simbol kebersamaan, gotong royong, serta kekuatan nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun. Karena itulah, tradisi tersebut dipilih sebagai salah satu ikon utama yang ditampilkan dalam festival.
Sementara itu, mobil hias kedua menampilkan potensi hasil laut yang menjadi kekuatan ekonomi Kecamatan Padang Utara, khususnya kawasan Ulak Karang Utara. Berbagai ornamen berbentuk ikan, udang, dan aneka hasil laut menghiasi kendaraan tersebut, menggambarkan besarnya potensi sektor perikanan dan kuliner seafood yang selama ini menjadi daya tarik wilayah tersebut.
"Kami memilih konsep ini karena tradisi malamang merupakan salah satu identitas masyarakat di wilayah kami. Sementara tema hasil laut kami angkat karena Ulak Karang Utara dikenal memiliki potensi perikanan dan kuliner seafood," jelas Sa'at.
Tidak hanya menampilkan mobil hias, seluruh rombongan Kecamatan Padang Utara juga mengenakan pakaian adat Minangkabau yang semakin memperkuat nuansa budaya sepanjang arak-arakan festival. Perpaduan busana adat, dekorasi khas Minang, dan kreativitas masyarakat menjadikan kontingen Padang Utara tampil menonjol di antara peserta lainnya.
Di sela-sela kegiatan, Sa'at turut menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi Kota Padang ke-357. Ia berharap momentum peringatan hari jadi ini menjadi semangat bersama untuk terus membangun Kota Padang yang lebih maju, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya.
"Selamat Hari Jadi Kota Padang. Semoga Kota Padang semakin maju, semakin sukses, dan terus berkembang sesuai dengan visi pembangunan yang telah dicanangkan demi kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
Hal senada disampaikan Kepala Seksi Perizinan dan Pendapatan Kecamatan Padang Utara, Susi Fitria. Menurutnya, semangat seluruh peserta begitu terasa sejak awal hingga berakhirnya festival. Seluruh elemen kecamatan bekerja sama mempersiapkan penampilan terbaik sehingga mampu memberikan kesan positif bagi masyarakat yang menyaksikan.
"Suasananya sangat meriah. Kami mengikuti Festival Telong-Telong ini dengan penuh semangat. Seluruh persiapan kami lakukan dengan maksimal agar penampilan Kecamatan Padang Utara terlihat menarik dan dapat menghibur masyarakat," kata Susi.
Festival Telong-Telong HJK ke-357 bukan sekadar parade budaya, tetapi menjadi ruang bagi setiap kecamatan untuk memperkenalkan kekayaan tradisi, potensi ekonomi, serta identitas lokal yang dimiliki. Melalui kreativitas yang ditampilkan, masyarakat tidak hanya disuguhkan hiburan, tetapi juga diajak mengenal lebih dekat keberagaman budaya yang menjadi kekuatan Kota Padang.
Keikutsertaan Kecamatan Padang Utara menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan promosi potensi daerah. Tradisi malamang yang diwariskan turun-temurun dan kekayaan hasil laut yang menjadi kebanggaan wilayah pesisir dikemas dalam sebuah pertunjukan yang edukatif, menarik, dan menginspirasi.
Di usia ke-357, Kota Padang kembali menunjukkan bahwa kemajuan pembangunan tidak harus meninggalkan akar budaya. Justru melalui festival seperti Telong-Telong, nilai-nilai tradisi, kreativitas masyarakat, dan potensi ekonomi lokal dapat bersatu menjadi wajah Kota Padang yang semakin maju, berbudaya, dan membanggakan.
(Mond)
#Padang #Daerah #HJKPadang357