D'On, Sijunjung — Video aksi massa merusak sebuah mobil di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar), beredar dan menjadi perhatian publik. Mobil tersebut diketahui ditumpangi empat pria yang mengaku sebagai wartawan dari Provinsi Riau.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Insiden diduga dipicu persoalan pemberitaan terkait aktivitas pelansiran bahan bakar minyak (BBM) di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Sijunjung.
Aksi massa tersebut terekam dalam video yang kemudian beredar. Dalam rekaman terlihat sejumlah orang mendatangi dan melakukan perusakan terhadap kendaraan yang ditumpangi keempat pria tersebut.
Kasi Humas Polres Sijunjung AKP Irwan Doni membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, persoalan bermula ketika keempat pria itu diduga mendatangi SPBU dan mengaitkan kedatangan mereka dengan pemberitaan mengenai dugaan pelansiran BBM.
“Pengakuannya berkaitan pemberitaan pelansiran BBM. Sudah dicek, ternyata tidak ada. Mereka sudah sering ke sana. Sering memberitakan persoalan tersebut,” kata Irwan saat dihubungi, Kamis (27/8/2026).
Polisi menyebut situasi kemudian memanas setelah keempat pria tersebut diduga mengancam akan memviralkan aktivitas di SPBU tersebut.
“Malam itu, mereka mengancam memviralkan. Massa perusakan marah karena pemberitaan, padahal tidak ada pelansiran BBM,” ujar Irwan.
Menurut keterangan kepolisian, massa yang melakukan perusakan disebut berasal dari masyarakat sekitar yang saat itu berada di lokasi untuk mengisi BBM.
Persoalan pemberitaan yang sebelumnya menjadi pemicu ketegangan akhirnya berkembang menjadi aksi massa terhadap kendaraan yang ditumpangi keempat pria tersebut.
Empat Pria Diamankan Polisi
Untuk mencegah persoalan berkembang lebih jauh sekaligus mengusut duduk perkara secara menyeluruh, keempat pria tersebut telah diamankan di Mapolres Sijunjung.
Irwan mengatakan, mereka kini menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik. Polisi akan mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk aktivitas keempat pria tersebut di SPBU, dugaan ancaman, persoalan pemberitaan yang dipersoalkan, hingga aksi perusakan kendaraan oleh massa.
“Keempatnya sudah diamankan di Polres Sijunjung untuk dilakukan pemeriksaan intensif,” kata Irwan.
Polisi juga perlu memastikan secara utuh siapa yang melakukan pelanggaran dalam rangkaian peristiwa tersebut. Sebab, persoalan ini tidak hanya menyangkut dugaan aktivitas pelansiran BBM dan pemberitaan, tetapi juga berujung pada tindakan massa yang merusak kendaraan.
Berawal dari Pemberitaan, Berujung Kerusakan
Kasus tersebut memperlihatkan bagaimana persoalan informasi dan pemberitaan di lapangan dapat berkembang menjadi konflik ketika tidak disertai komunikasi yang baik dan mekanisme penyelesaian yang tepat.
Di satu sisi, setiap warga maupun pekerja media memiliki hak untuk memperoleh informasi dan menyampaikan fakta kepada publik. Namun di sisi lain, setiap pemberitaan semestinya didasarkan pada data dan verifikasi yang memadai.
Demikian pula terhadap pihak yang merasa keberatan dengan suatu pemberitaan, penyelesaian semestinya ditempuh melalui jalur hukum dan mekanisme yang tersedia, bukan dengan ancaman maupun tindakan kekerasan.
Polisi kini masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara terang benderang kronologi kejadian tersebut. Termasuk memastikan motif kedatangan keempat pria ke lokasi, apa yang sebenarnya terjadi di SPBU sebelum massa melakukan perusakan, serta apakah terdapat unsur pidana dalam masing-masing tindakan yang dilakukan para pihak.
Kasus ini pun menjadi perhatian karena melibatkan orang yang mengaku sebagai wartawan dan berakhir dengan aksi massa terhadap kendaraan mereka.
Polres Sijunjung memastikan proses pemeriksaan masih berjalan. Fakta-fakta yang ditemukan penyidik nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
Hingga kini, polisi masih mendalami perkara tersebut dan belum menyampaikan secara rinci status hukum masing-masing pihak.
(Mond)
#Peristiwa #Daerah #KabupatenSijunjung
