Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Demo Depan DPR Memanas, Massa Bakar Ban dan Rusak Pagar

27 August 2026 | August 27, 2026 WIB Last Updated 2026-08-27T10:15:38Z

Demo Depan DPR Memanas, Massa Bakar Ban dan Rusak Pagar



D'On, Jakarta — Aksi demonstrasi sejumlah elemen mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026), memasuki fase menegangkan. Massa yang sejak siang memadati kawasan gerbang utama gedung parlemen mulai melakukan tindakan perusakan pagar hingga membakar ban di tengah berlangsungnya penyampaian aspirasi.


Berdasarkan pantauan di lokasi, konsentrasi demonstran tersebar di sejumlah titik di sekitar gerbang utama Gedung DPR/MPR. Berbeda dengan aksi sebelumnya, sebagian mahasiswa kali ini memilih menyampaikan orasi secara langsung tanpa menggunakan mobil komando.


Suasana yang semula relatif terkendali perlahan berubah ketika sebagian massa mulai bergerak mendekati pagar pembatas. Sejumlah demonstran terlihat berupaya membuka paksa akses dengan merusak bagian besi pagar yang dinilai menghalangi pergerakan mereka menuju area gedung.


Bagian pagar yang sebelumnya menjadi pembatas antara massa aksi dan kompleks parlemen tampak mengalami kerusakan. Aksi tersebut menjadi salah satu titik eskalasi yang membuat situasi di depan DPR/MPR semakin panas.


Ban Dibakar, Asap Hitam Membumbung


Ketegangan kemudian berlanjut dengan pembakaran ban di sekitar lokasi demonstrasi. Kepulan asap hitam pekat membumbung ke udara dan menyelimuti kawasan sekitar titik aksi.


Pemandangan tersebut menambah kesan bahwa demonstrasi telah memasuki situasi yang jauh lebih tegang dibandingkan beberapa jam sebelumnya.


Di sisi lain, tidak seluruh massa memilih melakukan aksi konfrontatif. Sejumlah kelompok mahasiswa tetap bertahan menyampaikan aspirasi melalui orasi, nyanyian, dan berbagai bentuk ekspresi damai.


Perbedaan cara menyampaikan aspirasi itu terlihat jelas di tengah kerumunan massa. Ketika sebagian demonstran bergerak menuju pagar, kelompok lainnya tetap bernyanyi dan menyuarakan tuntutan tanpa melakukan perusakan.


Tembok Dipenuhi Coretan, Spanduk Tuntutan Membentang


Atmosfer demonstrasi juga terlihat dari berbagai coretan yang memenuhi sejumlah tembok di sekitar lokasi. Coretan tersebut berisi sindiran dan kritik terhadap pemerintah.


Sementara itu, spanduk berisi tuntutan massa terpasang di sejumlah pagar kompleks DPR/MPR. Pesan-pesan tersebut menjadi bagian dari simbol perlawanan dan kritik mahasiswa terhadap kebijakan serta kondisi pemerintahan yang mereka soroti.


Kawasan sekitar gerbang utama pun berubah menjadi pusat konsentrasi massa, dengan suara orasi dan nyanyian terdengar bersahutan.


Lalu Lintas Gatot Subroto-Slipi Ditutup


Dampak demonstrasi tidak hanya terasa di sekitar Gedung DPR/MPR. Arus lalu lintas dari arah Gatot Subroto menuju Slipi masih ditutup hingga Kamis sore.


Kendaraan yang hendak melintas dari arah Gatot Subroto menuju Slipi dialihkan melalui Gerbang Pemuda.


Penutupan dan pengalihan arus tersebut dilakukan di tengah masih bertahannya massa di sekitar gerbang utama DPR/MPR. Kepadatan aktivitas demonstrasi membuat kawasan tersebut menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian serius aparat dan pengguna jalan.


Massa Masih Bertahan


Hingga Kamis sore, demonstran masih bertahan di sekitar gerbang utama Gedung DPR/MPR. Eskalasi aksi terlihat dari munculnya kerusakan pada pagar dan pembakaran ban, sementara kelompok mahasiswa lainnya tetap melanjutkan penyampaian aspirasi dengan cara yang lebih damai.


Situasi ini menunjukkan bahwa demonstrasi belum berakhir. Perkembangan kondisi di lapangan masih sangat dinamis, terutama karena massa tetap terkonsentrasi di sekitar akses utama kompleks parlemen.


Di tengah memanasnya situasi, penyampaian aspirasi tetap menjadi inti aksi. Namun, perusakan fasilitas dan tindakan yang berpotensi membahayakan keselamatan publik menjadi titik krusial yang dapat memperbesar eskalasi apabila tidak segera dikendalikan.


Demo di depan DPR/MPR sore ini bukan lagi sekadar aksi menyampaikan tuntutan. Kerusakan pagar, kepulan asap ban, penutupan jalan, serta massa yang masih bertahan menjadikan kawasan parlemen berada dalam situasi penuh ketegangan.


(L6)


#Peristiwa #Demonstrasi #Nasional

×
Berita Terbaru Update