Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Lomba PKK Padang 2026: Bukan Sekadar Adu Administrasi, Tapi Uji Nyata Gerakan Keluarga di Tengah Masyarakat

13 August 2026 | August 13, 2026 WIB Last Updated 2026-08-13T11:29:45Z

Lomba PKK Padang 2026: Bukan Sekadar Adu Administrasi, Tapi Uji Nyata Gerakan Keluarga di Tengah Masyarakat



D'On, Padang — Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kota Padang kembali diuji untuk menunjukkan sejauh mana program-programnya benar-benar hidup dan memberi dampak di tengah masyarakat.


Bukan sekadar perlombaan administratif, Lomba Ekspos Gerakan PKK dan Koordinator Dasawisma Berprestasi Tingkat Kota Padang Tahun 2026 diarahkan menjadi ruang untuk mengukur kerja nyata kader dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri, sejahtera, dan berkualitas.


Kegiatan tersebut resmi dibuka Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kota Padang, Dian Puspita, di Balai Kota Padang, Kamis (13/8/2026).


Hadir dalam kegiatan itu Ketua Bidang I TP-PKK Kota Padang Sri Hayati, Kepala DP3AP2KB Kota Padang Boby Firman, Sekretaris TP-PKK Kota Padang Vanny Sri Rezki, serta jajaran kader dan peserta dari berbagai wilayah di Kota Padang.


Sebanyak 11 kelurahan yang merupakan perwakilan dari 11 kecamatan ambil bagian dalam tahapan awal perlombaan tersebut.


Bagi Dian Puspita, lomba ini bukan hanya tentang siapa yang nantinya keluar sebagai juara. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk melihat secara objektif bagaimana sepuluh program pokok PKK diterapkan, dikembangkan, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


“Melalui kegiatan ini, kita melihat sejauh mana program-program PKK telah dilaksanakan secara nyata, terukur, berkesinambungan, dan memberikan manfaat langsung bagi keluarga serta masyarakat,” ujar Dian.


Bukan Sekadar Administrasi


Dian menegaskan, penilaian terhadap peserta tidak boleh berhenti pada kelengkapan dokumen maupun kemampuan peserta mempresentasikan program di hadapan tim penilai.


Menurutnya, keberhasilan Gerakan PKK justru harus terlihat dari aktivitas nyata di lapangan.


Mulai dari keterlibatan masyarakat, inovasi yang dilakukan kader, keberlanjutan program, hingga dampak yang ditimbulkan terhadap kehidupan keluarga harus menjadi bagian penting dalam penilaian.


Karena itu, Dian mengingatkan seluruh peserta agar tidak menjadikan lomba sebagai alasan untuk melakukan berbagai persiapan secara instan.


Ia meminta program maupun data yang ditampilkan benar-benar menggambarkan kondisi sebenarnya.


“Jangan sampai direkayasan dan dimunculkan hanya saat lomba. Jika direkayasan, justru Bapak dan Ibu sendiri yang nantinya akan kesulitan saat tim turun ke lapangan,” tegasnya.


Pesan tersebut menjadi penekanan penting bahwa lomba PKK bukanlah panggung untuk menciptakan pencitraan sesaat. Sebaliknya, lomba diharapkan menjadi cermin atas proses pembinaan yang selama ini dilakukan di tengah masyarakat.


Kader PKK Harus Hadir Menjawab Persoalan Keluarga


Dian menjelaskan, Gerakan PKK memiliki ruang yang sangat luas dalam pembangunan keluarga.


Sepuluh program pokok PKK tidak boleh berhenti sebagai program di atas kertas. Program tersebut harus diterjemahkan menjadi kegiatan yang mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat.


Mulai dari pendidikan keluarga, kesehatan, pola pengasuhan anak, ketahanan lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga.


Dengan demikian, keberadaan kader PKK diharapkan benar-benar dirasakan masyarakat, terutama dalam membantu keluarga meningkatkan kualitas kehidupan.


“Gerakan PKK harus terus hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan keluarga, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, pengasuhan anak, ketahanan lingkungan, hingga sektor ekonomi,” katanya.


Menurut Dian, kader PKK merupakan salah satu kekuatan penting dalam membangun kesadaran masyarakat dari tingkat paling dasar, yakni keluarga.


Ketika keluarga memiliki ketahanan yang baik, maka akan semakin kuat pula fondasi pembangunan masyarakat.


Dasawisma Bukan Sekadar Pendata Keluarga


Perhatian khusus juga diberikan Dian kepada kelompok Dasawisma.


Menurutnya, koordinator Dasawisma memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat akar rumput.


Dasawisma tidak semata-mata menjalankan fungsi pendataan keluarga. Lebih dari itu, kelompok ini menjadi salah satu penggerak komunikasi, gotong royong, penyampaian informasi pembangunan, serta pemantauan berbagai kondisi keluarga di lingkungannya.


Karena berada paling dekat dengan masyarakat, koordinator Dasawisma dinilai memiliki kemampuan untuk mengetahui persoalan yang mungkin tidak selalu terlihat dari data administratif semata.


“Lomba Koordinator Dasawisma Berprestasi merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan kerja nyata mereka. Kita berharap lahir koordinator yang inspiratif, inovatif, tertib administrasi, komunikatif, dan menjadi teladan di tengah masyarakat,” ujar Dian.


Ia berharap kompetisi tersebut tidak hanya menghasilkan pemenang, tetapi juga menghadirkan sosok-sosok kader yang mampu menjadi contoh bagi lingkungan masing-masing.


Tim Penilai Diminta Objektif dan Transparan


Dalam kesempatan itu, Dian juga memberikan pesan khusus kepada tim penilai.


Ia meminta seluruh proses penilaian dilakukan secara objektif, profesional, transparan, dan bertanggung jawab.


Menurutnya, kualitas penilaian sangat menentukan hasil akhir sekaligus menentukan kualitas kader yang nantinya dipercaya mewakili Kota Padang pada kompetisi tingkat Provinsi Sumatera Barat.


Karena itu, penilaian harus benar-benar berangkat dari fakta dan kondisi di lapangan.


Tidak boleh ada ruang bagi rekayasa data maupun penilaian yang hanya mempertimbangkan aspek tampilan.


“Yang kita cari bukan sekadar yang paling bagus saat presentasi, tetapi yang benar-benar bekerja dan memberikan dampak,” menjadi semangat yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.


11 Kelurahan Bersaing, Lima Besar Akan Turun ke Lapangan


Sekretaris TP-PKK Kota Padang, Vanny Sri Rezki, menjelaskan, tahapan perlombaan diawali dengan ekspos yang diikuti 11 kelurahan perwakilan dari 11 kecamatan.


Proses penilaian berlangsung selama dua hari dengan materi yang mencakup sesi ekspos serta wawancara mendalam di berbagai bidang.


Namun, persaingan tidak berhenti pada tahap presentasi.


Setelah tahapan ekspos selesai, tim penilai akan melakukan penyaringan hingga diperoleh lima besar peserta terbaik.


Lima peserta tersebut selanjutnya akan menjalani peninjauan langsung ke lapangan pada September mendatang.


“Setelah tahapan ekspos kelurahan ini, kami akan menyaring hingga terpilih lima besar untuk dilakukan peninjauan lapangan pada September mendatang. Juara pertama nantinya akan mewakili Kota Padang di tingkat provinsi pada tahun depan,” jelas Vanny.


Tahapan tersebut membuat penilaian menjadi lebih komprehensif. Peserta tidak hanya dituntut mampu menjelaskan program, tetapi juga harus siap menunjukkan bukti pelaksanaan dan dampaknya ketika tim penilai datang langsung ke lokasi.


Jangan Berhenti Setelah Lomba


Vanny berharap momentum perlombaan dapat menjadi pemicu agar pembinaan PKK dilakukan secara berkelanjutan.


Menurutnya, praktik baik dan inovasi yang muncul dari masing-masing kelurahan jangan sampai berhenti setelah perlombaan selesai.


Sebaliknya, setiap inovasi yang terbukti berhasil perlu didokumentasikan dan kemudian dapat diterapkan di wilayah lain.


Dengan cara itu, kompetisi tidak hanya melahirkan satu juara, tetapi menghasilkan banyak praktik baik yang dapat memperkuat Gerakan PKK di seluruh Kota Padang.


Harapannya, semangat pembinaan tidak hanya muncul ketika agenda perlombaan digelar, melainkan menjadi bagian dari aktivitas PKK sehari-hari.


Dari Lomba Menuju Gerakan Bersama


Dian mengajak seluruh jajaran TP-PKK kecamatan dan kelurahan untuk mengubah cara pandang terhadap lomba.


Pembinaan tidak boleh dilakukan secara musiman hanya karena adanya penilaian.


Setiap inovasi, keberhasilan, maupun persoalan yang ditemukan di lapangan harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki gerakan PKK secara berkelanjutan.


“Mari kita jadikan momen ini untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan kualitas kader, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong di tingkat keluarga demi mewujudkan keluarga Kota Padang yang sehat, sejahtera, mandiri, dan berkualitas,” ajaknya.


Dengan semangat tersebut, Lomba Gerakan PKK dan Koordinator Dasawisma Berprestasi Tingkat Kota Padang 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan untuk mencari juara.


Lebih dari itu, lomba ini menjadi alat ukur sekaligus pemacu agar gerakan pemberdayaan keluarga semakin dekat dengan masyarakat, semakin inovatif, dan semakin nyata manfaatnya.


Sebab pada akhirnya, keberhasilan PKK bukan ditentukan oleh banyaknya penghargaan yang diraih, melainkan oleh seberapa besar perubahan positif yang mampu dihadirkan bagi keluarga dan lingkungan di Kota Padang.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update