Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jelang Demo 27 Agustus, Polda Metro Jaya Tahan Sejumlah Orang, Massa Pati Bergerak ke DPR

27 August 2026 | August 27, 2026 WIB Last Updated 2026-08-27T06:52:37Z

Jelang Demo 27 Agustus, Polda Metro Jaya Tahan Sejumlah Orang, Massa Pati Bergerak ke DPR



D'On, Jakarta Detik-detik menjelang aksi demonstrasi 27 Agustus 2026 di depan Gedung DPR RI diwarnai peningkatan kewaspadaan aparat keamanan. Polda Metro Jaya disebut telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang sejak Rabu malam, bahkan beberapa di antaranya untuk sementara diamankan guna menjalani pemeriksaan.


Informasi tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Djamari Chaniago seusai mengikuti kegiatan jalan santai bersama Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri dan Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi, Kamis (27/8/2026).


Djamari mengungkapkan, langkah kepolisian dilakukan sebagai bagian dari upaya mengantisipasi berbagai kemungkinan menjelang berlangsungnya aksi massa.


“Kapolda menyampaikan saya dari sejak tadi malam itu dilakukan dan ada beberapa orang yang sudah kita periksa dan kita tahan untuk sementara,” kata Djamari kepada wartawan.


Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti berapa jumlah orang yang diperiksa maupun diamankan. Identitas mereka juga belum disampaikan kepada publik.


Djamari mengatakan, informasi lebih lengkap mengenai hasil pemeriksaan tersebut akan disampaikan langsung oleh Polda Metro Jaya melalui keterangan resmi.


“Berapa orang yang sudah kita periksa? Ada. Mungkin nanti Kapolda akan menyampaikannya secara pers. Pernyataan pers ada berapa orang dan mereka sudah membawa apa saja, itu mungkin akan dipaparkan oleh Kapolda,” ujarnya.


Massa dari Pati Pastikan Merapat ke DPR


Di tengah meningkatnya pengamanan, gelombang massa dari daerah mulai bergerak menuju Jakarta.


Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) memastikan tetap menggelar aksi di depan Gedung DPR RI. Kelompok ini datang membawa tuntutan yang mereka nilai berkaitan langsung dengan agenda pemberantasan korupsi di Indonesia.


Koordinator AMPB Supriyono alias Botok menyebut ada dua tuntutan utama yang akan disuarakan, yakni mendorong pengesahan RUU Perampasan Aset serta penerapan hukuman mati bagi koruptor.


“Kami ke Jakarta itu mendukung gerakan dari kawan-kawan di Jabodetabek yang akan menggelar aksi 27 Agustus,” kata Botok di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (26/8/2026).


Botok menegaskan, kedatangan massa AMPB bukan untuk mencari keributan.


Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi sekaligus dukungan terhadap kelompok masyarakat lain yang menggelar aksi serupa di kawasan Jabodetabek.


“Tidak ada niatan untuk membuat rusuh,” tegasnya.


Konsolidasi Disebut Meluas ke Berbagai Daerah


AMPB juga mengklaim telah melakukan konsolidasi dengan kelompok masyarakat di berbagai daerah untuk mematangkan rencana aksi.


Menurut Botok, persiapan aksi kini telah memasuki tahap akhir. Massa tinggal bergerak menuju Jakarta untuk kemudian bergabung dalam aksi di depan Gedung DPR.


“Saat ini terkait demo tinggal eksekusi, kita sudah konsolidasi kepada kawan-kawan di seluruh Indonesia, di berbagai daerah. Sudah berkembang,” jelasnya.


Meski demikian, belum ada angka pasti mengenai total massa yang akan hadir dalam aksi tersebut.


Lima Bus Disiapkan dari Pati


Dari Pati, AMPB menyiapkan sedikitnya lima bus untuk mengangkut peserta aksi menuju Jakarta.


Rombongan dijadwalkan bertolak sekitar pukul 13.00 WIB. Botok belum merinci jumlah peserta yang akan berada di dalam lima bus tersebut.


“Dari Pati itu lima bus ya. Nanti jam 1 siang berangkat,” katanya.


Pergerakan massa dari sejumlah daerah diperkirakan menjadi perhatian aparat, mengingat aksi akan berlangsung di kawasan strategis yang menjadi pusat aktivitas pemerintahan dan parlemen.


Aspirasi dan Keamanan Jadi Dua Sisi yang Harus Dijaga


Aksi demonstrasi pada dasarnya merupakan bagian dari penyampaian pendapat di muka umum. Karena itu, tantangan pengamanan bukan hanya memastikan kawasan tetap aman, tetapi juga menjaga agar masyarakat yang menyampaikan aspirasi dapat melakukannya secara tertib.


Di sisi lain, kepolisian juga memiliki kewajiban melakukan langkah pencegahan apabila menemukan indikasi yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan.


Dalam situasi seperti ini, komunikasi terbuka antara aparat dan peserta aksi menjadi penting. Massa perlu menjaga ketertiban dan menghindari tindakan yang dapat memicu kericuhan, sementara aparat diharapkan menjalankan pengamanan secara terukur dan tetap menghormati penyampaian aspirasi.


Publik kini menunggu penjelasan resmi Polda Metro Jaya mengenai orang-orang yang telah diperiksa dan diamankan sejak malam sebelumnya.


Jumlah orang yang ditahan sementara, identitas mereka, serta barang-barang yang disebut telah diamankan menjadi informasi yang dinantikan untuk memberikan gambaran lebih utuh mengenai situasi keamanan menjelang aksi.


Kamis, 27 Agustus 2026, kawasan Gedung DPR RI pun menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian besar. Massa dari berbagai daerah mulai bergerak, sementara aparat meningkatkan pengamanan. Semua mata kini tertuju pada satu harapan: aspirasi tersampaikan, keamanan tetap terjaga, dan aksi tidak berubah menjadi kericuhan.


(L6)


#Nasional #Demonstrasi 

×
Berita Terbaru Update