
Dubes Jerman Disambut Wali Kota Padang, Kerja Sama Padang–Hildesheim 38 Tahun Didorong Naik Kelas
D'On, Padang — Hubungan persahabatan antara Kota Padang, Sumatera Barat, dengan Kota Hildesheim, Jerman, memasuki babak baru. Setelah terjalin selama 38 tahun, kerja sama sister city kedua kota tersebut kini diarahkan tidak sekadar menjadi hubungan diplomatik dan pertukaran seremonial, tetapi berkembang menjadi program konkret yang menyentuh sektor lingkungan, pariwisata, pendidikan, kesehatan hingga pembangunan perkotaan.
Momentum tersebut mengemuka saat Wali Kota Padang Fadly Amran menyambut kedatangan Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia Ralf Beste di Ruang VIP Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (11/8/2026).
Penyambutan tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Padang Didi Aryadi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Feri Erviyan Rinaldy, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Kepala Bagian Kerja Sama Kota Padang Otto Sarbi MT Damanik, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Lingkungan Hidup, serta perwakilan Universitas Negeri Padang.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan penting bagi Pemerintah Kota Padang untuk menyampaikan perkembangan terbaru hubungan Padang dengan Hildesheim sekaligus membuka peluang dukungan yang lebih luas dari Pemerintah Jerman.
38 Tahun Persahabatan Padang dan Hildesheim
Dalam kesempatan itu, Fadly Amran menyampaikan ucapan selamat datang kepada Dubes Jerman Ralf Beste. Ia menilai kunjungan tersebut memiliki arti strategis bagi keberlanjutan hubungan kerja sama yang telah dibangun Kota Padang dan Hildesheim selama hampir empat dekade.
Menurut Fadly, perjalanan kerja sama selama 38 tahun menunjukkan bahwa hubungan kedua kota bukan sekadar hubungan antarpemerintahan, melainkan telah berkembang menjadi hubungan persahabatan yang memiliki potensi besar untuk terus diperkuat.
Kedatangan Dubes Jerman juga berlangsung setelah kunjungan Wali Kota Hildesheim ke Kota Padang dalam rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang. Dalam kunjungan tersebut, kedua pemerintah kota kembali memperbarui nota kesepahaman (MoU) sekaligus menyepakati sejumlah bidang kerja sama yang dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan Kota Padang.
“Kami tadi menyampaikan kepada Pak Dubes bahwa kunjungan Wali Kota Hildesheim dalam rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang berjalan lancar. Kita telah memperbarui MoU dan menyepakati beberapa poin yang akan kita tindak lanjuti bersama Wali Kota Hildesheim,” ujar Fadly Amran.
Ia menegaskan, pembaruan MoU tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk mengubah hubungan sister city menjadi kerja sama yang menghasilkan kegiatan dan program yang benar-benar dapat dirasakan masyarakat.
“Kami berharap dukungan Dubes Jerman agar kerja sama yang telah dikonsep ini dapat terlaksana, sehingga melalui kerja sama tersebut dapat memberikan manfaat, baik bagi Hildesheim maupun bagi Kota Padang,” katanya.
Jembatan Hildesheim Jadi Simbol Persahabatan
Salah satu simbol kuat hubungan Padang dan Hildesheim adalah penamaan Jembatan Hildesheim di kawasan Sungai Batang Arau.
Pemerintah Kota Padang memberikan nama tersebut sebagai bentuk penghormatan sekaligus simbol persahabatan antara masyarakat Padang dan Hildesheim. Keberadaan jembatan itu tidak hanya menjadi bagian dari infrastruktur kota, tetapi juga merepresentasikan perjalanan panjang hubungan kedua kota yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Bagi Pemko Padang, hubungan sister city akan semakin bermakna apabila diwujudkan dalam berbagai program yang memiliki dampak nyata terhadap pembangunan kota dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Karena itu, sejumlah agenda kerja sama yang telah disepakati bersama Hildesheim kini mulai diarahkan kepada sektor-sektor strategis.
Batang Arau Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama
Salah satu rencana yang menjadi perhatian adalah revitalisasi dan restorasi ekologis Sungai Batang Arau.
Sungai Batang Arau merupakan salah satu kawasan penting dalam struktur Kota Padang. Selain memiliki nilai lingkungan, kawasan tersebut juga memiliki keterkaitan erat dengan sejarah, aktivitas masyarakat, serta potensi pengembangan kawasan wisata kota.
Melalui kerja sama dengan Hildesheim, revitalisasi Batang Arau diharapkan tidak hanya berorientasi pada penataan fisik sungai, tetapi juga mempertimbangkan aspek ekologis dan keberlanjutan.
Pendekatan tersebut dapat menjadi peluang bagi Kota Padang untuk memperoleh pengalaman, pengetahuan, teknologi, maupun dukungan dalam pengelolaan lingkungan perkotaan.
Kerja sama juga diarahkan pada pengembangan ekosistem pariwisata berkelanjutan. Konsep ini dinilai sejalan dengan kebutuhan Kota Padang untuk mengembangkan sektor pariwisata dengan tetap menjaga lingkungan dan melibatkan masyarakat.
Selain lingkungan dan pariwisata, bidang pendidikan dan kesehatan juga masuk dalam rencana kerja sama yang akan ditindaklanjuti Padang dan Hildesheim.
Dengan cakupan yang semakin luas, hubungan sister city tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertukaran kunjungan, tetapi berkembang menjadi kolaborasi antarlembaga, perguruan tinggi, pemerintah daerah, serta komunitas.
Pemko Padang Siapkan Konsep untuk Dibawa ke Level Kerja Sama Pembangunan
Peluang kerja sama Padang dengan Hildesheim semakin terbuka setelah Pemko Padang memperoleh informasi mengenai rencana kunjungan Menteri Pembangunan dan Kerja Sama Internasional Jerman ke Indonesia.
Informasi tersebut menjadi perhatian Pemko Padang karena kementerian terkait memiliki keterkaitan dengan agenda kerja sama pembangunan internasional, termasuk peluang dukungan pendanaan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Padang Didi Aryadi mengatakan, Pemko Padang diminta mempersiapkan konsep kerja sama yang telah disusun bersama Hildesheim.
Konsep tersebut nantinya dapat dibahas lebih lanjut dalam konteks peluang dukungan kerja sama pembangunan antara Indonesia dan Jerman.
“Kita diminta mempersiapkan dan menyampaikan konsep kerja sama yang telah disusun bersama Hildesheim, sehingga dapat dibahas lebih lanjut dalam konteks peluang dukungan kerja sama pembangunan antara Indonesia dan Jerman,” ujar Didi.
Menurutnya, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan dengan baik. Sebab, keberhasilan kerja sama sister city bukan diukur dari seberapa banyak dokumen yang ditandatangani, melainkan dari seberapa jauh kesepakatan tersebut dapat diterjemahkan menjadi program nyata.
“Harapan kita, kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan MoU saja, tetapi bisa diwujudkan dalam program dan proyek yang konkret serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kota Padang,” katanya.
Dari MoU Menuju Proyek Nyata
Pernyataan tersebut menunjukkan arah baru kerja sama Padang–Hildesheim. Setelah melewati perjalanan panjang selama 38 tahun, hubungan kedua kota kini menghadapi tantangan untuk membuktikan bahwa sister city dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Revitalisasi Sungai Batang Arau, pengembangan pariwisata berkelanjutan, pendidikan dan kesehatan menjadi beberapa pintu masuk yang dapat dikembangkan menjadi proyek bersama.
Jika terealisasi, kerja sama tersebut berpotensi menghadirkan pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara kedua kota, sekaligus membuka peluang dukungan pembangunan dari mitra Jerman.
Bagi Kota Padang, peluang itu juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat kualitas perencanaan pembangunan, terutama dalam mengembangkan kota yang lebih ramah lingkungan, berkelanjutan dan memiliki daya saing.
Sementara bagi Hildesheim, kerja sama tersebut menjadi kelanjutan dari hubungan persahabatan yang telah berlangsung hampir empat dekade dengan salah satu kota penting di Indonesia bagian barat.
Dengan demikian, penyambutan Dubes Jerman di BIM bukan sekadar agenda protokoler. Di balik pertemuan tersebut terdapat agenda yang jauh lebih besar: bagaimana hubungan persahabatan Padang dan Hildesheim selama 38 tahun dapat ditransformasikan menjadi kolaborasi pembangunan yang konkret.
Kini, tantangannya berada pada tahap berikutnya mengubah konsep menjadi program, mengubah MoU menjadi proyek, dan memastikan setiap bentuk kerja sama pada akhirnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Padang.
(Mond)
#Padang #Daerah