
Berbulan-bulan Pasca Banjir Bandang, BPBD Padang Masih Antar Air Bersih ke Lambung Bukit, Pauh dan Kuranji
D'On, Padang — Banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah Kota Padang pada November 2025 ternyata belum sepenuhnya meninggalkan persoalan bagi masyarakat. Di tengah proses pemulihan pascabencana yang terus berjalan, kebutuhan dasar berupa air bersih masih menjadi pekerjaan penting yang harus ditangani pemerintah.
Hingga kini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang masih rutin memasok air bersih bagi warga di sejumlah kawasan terdampak, terutama Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, serta beberapa titik di Kecamatan Kuranji.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak sebuah bencana tidak selalu berhenti ketika air bah surut dan aktivitas masyarakat kembali berjalan. Gangguan terhadap sarana dan jaringan pelayanan dasar dapat berlangsung jauh lebih lama dan secara langsung memengaruhi kehidupan warga.
Untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, BPBD Kota Padang mengerahkan dua unit armada tangki air. Armada tersebut dioperasikan secara bergantian setiap hari untuk mendistribusikan air ke lokasi-lokasi yang masih membutuhkan pasokan.
Bantuan air bersih menjadi sangat penting karena air merupakan kebutuhan utama masyarakat, bukan hanya untuk konsumsi, tetapi juga untuk aktivitas rumah tangga, kebersihan dan sanitasi.
Dua Armada Bergerak Setiap Hari
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan pelayanan air bersih masih menjadi salah satu prioritas dalam penanganan pascabencana.
Menurutnya, BPBD tidak ingin masyarakat terdampak harus menghadapi persoalan baru setelah bencana, khususnya terkait pemenuhan kebutuhan dasar.
“BPBD Kota Padang bersama Damkar Kota Padang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Hingga saat ini kami masih menyalurkan air bersih ke daerah Lambung Bukit, Pauh, dan Kuranji yang membutuhkan. Dua unit armada kami kerahkan setiap hari untuk memastikan kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi,” ujar Hendri Zulviton.
Pengerahan armada secara rutin tersebut menjadi bentuk respons pemerintah terhadap kondisi lapangan. Distribusi dilakukan ke sejumlah titik yang pasokan airnya masih mengalami gangguan akibat dampak bencana.
Artinya, penanganan pascabanjir tidak hanya dilakukan melalui perbaikan fisik, tetapi juga dengan memastikan masyarakat tetap dapat menjalankan kehidupan sehari-hari selama proses pemulihan berlangsung.
BPBD dan Damkar Bersinergi
Dalam pelaksanaan distribusi, BPBD Kota Padang tidak bekerja sendiri. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang turut mengambil bagian dalam penyaluran air bersih kepada masyarakat.
Kolaborasi dua instansi tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan pelayanan. Armada yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan warga di lokasi yang masih memerlukan bantuan.
Sinergi ini sekaligus memperlihatkan bahwa penanganan bencana membutuhkan kerja lintas sektor. Ketika dampak bencana menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, kecepatan respons dan koordinasi antarinstansi menjadi faktor yang sangat menentukan.
Bagi warga, kedatangan armada tangki air bukan sekadar bantuan sementara. Pasokan tersebut menjadi penopang aktivitas sehari-hari ketika akses terhadap air bersih belum sepenuhnya kembali normal.
Pemulihan Belum Selesai
Banjir bandang November 2025 menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan waktu. Setelah fase tanggap darurat berakhir, masih ada pekerjaan panjang untuk mengembalikan berbagai fasilitas dan layanan masyarakat ke kondisi normal.
Dalam situasi seperti ini, pemerintah dituntut tidak hanya hadir ketika bencana terjadi, tetapi juga tetap berada di tengah masyarakat selama proses pemulihan.
BPBD Kota Padang menyatakan distribusi air bersih akan terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan. Bersamaan dengan itu, koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan sarana dan prasarana yang terdampak.
Langkah tersebut penting agar ketergantungan warga terhadap bantuan air bersih dapat segera berakhir dan pelayanan air kembali berjalan sebagaimana mestinya.
Air Bersih, Kebutuhan Dasar yang Tak Bisa Ditunda
Persoalan air bersih memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Ketika pasokan terganggu, berbagai aktivitas rumah tangga ikut terdampak.
Karena itu, distribusi air bersih menjadi salah satu bentuk pelayanan yang harus dijaga keberlangsungannya. Pemerintah harus memastikan tidak ada warga terdampak yang terabaikan hanya karena perhatian publik mulai bergeser setelah bencana berlalu.
Kehadiran armada BPBD dan Damkar di kawasan terdampak menjadi bukti bahwa proses pemulihan masih terus berlangsung.
Bagi masyarakat Lambung Bukit, Pauh dan Kuranji yang masih membutuhkan pasokan, air bersih bukan sekadar bantuan. Itulah kebutuhan dasar yang menentukan apakah kehidupan sehari-hari dapat terus berjalan dengan layak.
Pemerintah Kota Padang juga mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Warga diminta segera melaporkan kondisi darurat maupun kebutuhan bantuan kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti secepat mungkin.
Sebab, pengalaman banjir bandang telah memperlihatkan satu hal penting: ketika bencana datang, yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya respons cepat, tetapi juga kehadiran pemerintah yang konsisten sampai benar-benar pulih.
(Mond)
#Padang #Daerah #BPBDPadang