Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Setelah Bertahun-Tahun Rusak, Jalan Simpang Koto Agung–Blok C Sitiung I Akhirnya Kembali Mulus, Denyut Ekonomi Warga Dharmasraya Bangkit

02 July 2026 | July 02, 2026 WIB Last Updated 2026-07-02T06:20:56Z

Setelah Bertahun-Tahun Rusak, Jalan Simpang Koto Agung–Blok C Sitiung I Akhirnya Kembali Mulus, Denyut Ekonomi Warga Dharmasraya Bangkit



D'On, Dharmasraya -  Bagi masyarakat yang setiap hari melintasi Jalan Simpang Koto Agung–Blok C Sitiung I, perubahan itu kini benar-benar terasa. Jalan yang selama bertahun-tahun identik dengan lubang, debu saat kemarau, dan genangan air ketika hujan, kini berubah menjadi hamparan aspal hitam yang mulus.


Perubahan tersebut bukan sekadar menghadirkan kenyamanan berkendara. Lebih dari itu, rehabilitasi ruas jalan sepanjang 3,8 kilometer ini menjadi harapan baru bagi ribuan warga yang menggantungkan aktivitas sehari-hari pada akses tersebut.


Pemerintah Kabupaten Dharmasraya di bawah kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramadhani terus mempercepat penyelesaian pembangunan ruas strategis tersebut. Hingga awal Juli 2026, progres pekerjaan telah melampaui 90 persen dan tinggal menyisakan penyelesaian beberapa pekerjaan akhir sebelum seluruh proyek dinyatakan rampung.


Jalan Simpang Koto Agung–Blok C Sitiung I bukanlah ruas biasa. Jalan kabupaten ini menjadi urat nadi mobilitas masyarakat di kawasan padat penduduk Kecamatan Sitiung. Setiap hari, jalan ini dilalui pelajar menuju sekolah, petani mengangkut hasil panen, pedagang membawa barang dagangan, kendaraan distribusi logistik, hingga masyarakat yang mengakses layanan kesehatan dan berbagai fasilitas publik.


Tingginya intensitas lalu lintas membuat kerusakan jalan selama ini menjadi persoalan serius. Lubang-lubang besar, permukaan jalan yang bergelombang, hingga badan jalan yang rusak di berbagai titik tidak hanya memperlambat perjalanan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan.


Saat musim kemarau, debu pekat menjadi pemandangan sehari-hari. Rumah-rumah warga di sepanjang jalan dipenuhi debu, aktivitas usaha terganggu, bahkan pengendara harus mengurangi kecepatan karena jarak pandang terbatas.


Sebaliknya, ketika musim hujan tiba, lubang-lubang jalan berubah menjadi kubangan air. Pengendara, khususnya sepeda motor, harus ekstra hati-hati agar tidak terjatuh.


Kondisi itulah yang kemudian menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Dharmasraya.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Dharmasraya Zakirman, melalui Kepala Bidang Bina Marga Willy Kurniawan, menjelaskan bahwa ruas tersebut memang telah lama tidak memperoleh penanganan menyeluruh sehingga tingkat kerusakannya terus meningkat dari tahun ke tahun.


Menurut Willy, Bupati Annisa Suci Ramadhani memberikan perhatian khusus terhadap kondisi jalan tersebut karena menjadi salah satu ruas kabupaten dengan volume lalu lintas yang tinggi sekaligus berada di kawasan permukiman yang padat.


"Ruas ini sudah cukup lama tidak mendapat penanganan. Karena menjadi salah satu jalan kabupaten dengan lalu lintas yang padat dan berada di kawasan permukiman, Ibu Bupati memberikan perhatian khusus agar ruas ini menjadi prioritas pembangunan tahun ini," ujarnya.


Perbaikan yang dilakukan pun bukan sekadar menutup lubang atau melapisi ulang permukaan jalan. Sebelum pengaspalan, tim pelaksana terlebih dahulu melakukan rekonstruksi pada puluhan titik dengan tingkat kerusakan berat. Selanjutnya dilakukan recycling (recing) di tujuh titik untuk memperkuat struktur perkerasan jalan, disusul pekerjaan patching (pecing) pada puluhan titik lainnya sesuai kondisi lapangan.


Tahapan pekerjaan yang berlapis tersebut dilakukan agar kualitas jalan tidak hanya baik secara visual, tetapi juga memiliki daya tahan lebih lama terhadap beban kendaraan dan perubahan cuaca.


Kini hasilnya mulai terlihat jelas. Permukaan jalan telah kembali hitam, rata, dan nyaman dilalui. Progres pembangunan telah mencapai lebih dari 90 persen dan hanya menyisakan beberapa pekerjaan penyempurnaan agar seluruh hasil sesuai spesifikasi teknis.


"Saat ini kondisi jalan sudah kembali menghitam dan progres pekerjaan telah mencapai di atas 90 persen. Tinggal penyelesaian beberapa item pekerjaan agar hasilnya benar-benar sesuai spesifikasi teknis," jelas Willy.


Kebahagiaan atas selesainya pembangunan tersebut juga dirasakan pemerintah nagari dan masyarakat.


Wali Nagari Sungai Duo, Ali Amran, mengatakan masyarakat telah menunggu perbaikan jalan ini dalam waktu yang cukup lama. Menurutnya, kerusakan jalan selama bertahun-tahun telah menjadi keluhan utama warga karena berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi maupun kehidupan sehari-hari.


"Selama ini masyarakat sangat mendambakan perbaikan jalan ini. Ketika musim kemarau, debu yang ditimbulkan sangat mengganggu aktivitas warga dan pelaku usaha. Sebaliknya, saat musim hujan banyak genangan air yang membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua. Alhamdulillah, kini jalan sudah jauh lebih baik dan nyaman dilalui," katanya.


Ali Amran menambahkan, ruas tersebut memiliki posisi yang sangat strategis karena menghubungkan kawasan permukiman dengan Blok B Sitiung I yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan dan aktivitas ekonomi terbesar di Kecamatan Sitiung.


Dengan kondisi jalan yang semakin baik, biaya transportasi diperkirakan akan menurun, distribusi barang menjadi lebih lancar, waktu tempuh masyarakat semakin singkat, dan aktivitas ekonomi diyakini akan tumbuh lebih cepat.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati Annisa Suci Ramadhani beserta jajaran Dinas PUPR yang telah merealisasikan pembangunan ini. Perbaikan jalan ini tidak hanya memberikan kenyamanan bagi masyarakat, tetapi juga akan memperlancar aktivitas perdagangan, distribusi barang, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujarnya.


Pembangunan ruas Simpang Koto Agung–Blok C Sitiung I merupakan bagian dari program besar pembangunan infrastruktur Pemerintah Kabupaten Dharmasraya sepanjang Tahun Anggaran 2026.


Selain ruas tersebut, pemerintah daerah juga tengah merehabilitasi Jalan Samping RSUD Sungai Dareh sepanjang 900 meter, Jalan Pulau Punjung–Lubuk Bulang sepanjang 6,2 kilometer, serta Jalan Sungai Rumbai–Blok D Sitiung II sepanjang 1,3 kilometer.


Tak hanya jalan, pembangunan infrastruktur jembatan juga terus dikebut. Jembatan Batang Mimpi, Jembatan Sungai Pinang, dan Jembatan Sungai Duo saat ini masih dalam tahap pengerjaan sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarwilayah di Dharmasraya.


Seluruh pembangunan tersebut didukung anggaran sekitar Rp63,6 miliar pada Tahun Anggaran 2026, yang diarahkan untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.


Bagi sebagian orang, jalan hanyalah hamparan aspal. Namun bagi masyarakat Sitiung, jalan yang kembali mulus ini adalah simbol hadirnya pembangunan yang nyata. Ia membuka akses, memangkas waktu perjalanan, menurunkan biaya distribusi, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, dan menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya perekonomian masyarakat.


Di atas aspal hitam yang kini membentang rapi itu, tersimpan harapan baru bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Dharmasraya.


(Papa Juan)


#Daerah #Infrastruktur #KabupatenDharmasraya

×
Berita Terbaru Update