Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemko Padang Perkuat Layanan Kesehatan Inklusif Lewat Khitan Massal Anak Disabilitas

10 July 2026 | July 10, 2026 WIB Last Updated 2026-07-10T11:27:11Z

Pemko Padang Perkuat Layanan Kesehatan Inklusif Lewat Khitan Massal Anak Disabilitas



D'On, Padang Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Khitan Massal Disabilitas Tahun 2026 yang digelar di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah, Kamis (9/7/2026).


Program kemanusiaan ini merupakan hasil kolaborasi antara Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Sumatera Barat, Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) Regional Sumatera Bagian Tengah, Rumah Sakit Islam Siti Rahmah, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Pemerintah Kota Padang. Sinergi lintas sektor tersebut menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan bagi penyandang disabilitas memerlukan dukungan bersama agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.


Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Padang, Irwandi, Kepala Perwakilan IZI Sumatera Barat Abdul Ghofur, Perwakilan MTT Sumbagteng Rosady, perwakilan Rumah Sakit Islam Siti Rahmah, serta sejumlah tamu undangan lainnya.


Berbeda dengan khitan massal pada umumnya, program ini dirancang secara khusus untuk anak-anak penyandang disabilitas yang membutuhkan penanganan medis lebih komprehensif. Seluruh peserta menjalani proses skrining kesehatan terlebih dahulu untuk memastikan kondisi mereka layak menjalani tindakan medis. Khitan dilakukan di rumah sakit dengan standar pelayanan yang lebih tinggi, didukung tenaga medis profesional serta pemantauan pascatindakan demi menjamin keamanan dan kenyamanan peserta.


Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Padang, Irwandi, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi semangat Padang Melayani, yakni memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan tanpa diskriminasi.


Menurutnya, kondisi anak-anak penyandang disabilitas memerlukan pendekatan yang berbeda dibandingkan peserta khitan pada umumnya.


"Khitan massal bagi anak-anak penyandang disabilitas ini dilakukan dengan anestesi umum dan ditangani oleh dokter spesialis bedah di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah. Penanganan tersebut diperlukan karena kondisi peserta tidak memungkinkan menggunakan anestesi lokal seperti pada khitan umumnya," ujarnya.


Irwandi menambahkan, kehadiran program tersebut juga memberikan ketenangan bagi para orang tua yang selama ini masih memiliki kekhawatiran untuk membawa anak-anak mereka menjalani prosedur khitan.


Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada IZI dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Pendekatan yang dilakukan kepada orang tua serta jaminan keamanan dalam setiap tahapan pelayanan menjadi bagian dari implementasi Padang Melayani. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang," katanya.


Sementara itu, Kepala Perwakilan IZI Sumatera Barat, Abdul Ghofur, menjelaskan bahwa Program Khitan Massal Disabilitas telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraan dengan dukungan penuh dari MTT Regional Sumatera Bagian Tengah.


Ia mengatakan, program tersebut lahir dari kepedulian terhadap anak-anak penyandang disabilitas yang selama ini kerap belum terakomodasi dalam kegiatan khitan massal reguler.


"Program ini kami hadirkan karena anak-anak penyandang disabilitas sering kali belum mendapatkan perhatian dalam pelaksanaan khitan massal. Melalui kolaborasi bersama MTT Sumbagteng dan para mitra, kami ingin memastikan mereka memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, aman, dan berkualitas," jelasnya.


Pada tahun 2026, IZI menargetkan sebanyak 25 peserta mengikuti program tersebut. Namun, hingga pelaksanaan tahap pertama, baru 10 anak yang dinyatakan lolos skrining kesehatan dan dapat menjalani tindakan khitan.


Menurut Abdul Ghofur, sebagian calon peserta memilih menunda keikutsertaan karena waktu pelaksanaan berdekatan dengan dimulainya tahun ajaran baru sehingga membutuhkan waktu pemulihan yang lebih longgar.


"Mengingat waktu pelaksanaan yang berdekatan dengan awal masuk sekolah, sebagian calon peserta memilih menjadwalkan kembali keikutsertaannya agar memiliki waktu pemulihan yang lebih optimal. Karena itu, program ini akan kami lanjutkan hingga kuota terpenuhi. Kami juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang memiliki anak penyandang disabilitas untuk mendaftarkan diri melalui IZI Perwakilan Sumatera Barat," tuturnya.


Di sisi lain, Perwakilan MTT Regional Sumatera Bagian Tengah, Rosady, menegaskan bahwa dukungan terhadap program tersebut merupakan bagian dari komitmen sosial Telkomsel yang terus dijalankan secara berkelanjutan.


Menurutnya, kegiatan sosial bukan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi telah menjadi budaya perusahaan dalam memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.


"Khitan massal disabilitas bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan telah menjadi budaya perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial. Selain bidang kesehatan, MTT Sumbagteng sendiri juga secara konsisten mendukung berbagai program pendidikan, keagamaan, dan sosial bersama para mitra strategis," ungkap Rosady.


Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga filantropi, dunia usaha, serta fasilitas pelayanan kesehatan, Program Khitan Massal Disabilitas Tahun 2026 diharapkan mampu memperluas akses layanan kesehatan yang aman, bermutu, dan ramah bagi penyandang disabilitas. Lebih dari itu, program ini menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam membangun pelayanan publik yang inklusif, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh hak atas pelayanan kesehatan yang layak.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update