Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Padang Matangkan Dossier Menuju Kota Gastronomi UNESCO, Fadly Amran: Momentum Besar Angkat Kuliner Minang ke Panggung Dunia

23 July 2026 | July 23, 2026 WIB Last Updated 2026-07-23T13:38:43Z

Padang Matangkan Dossier Menuju Kota Gastronomi UNESCO, Fadly Amran: Momentum Besar Angkat Kuliner Minang ke Panggung Dunia



D'On, Padang – Pemerintah Kota Padang terus mematangkan langkah untuk mewujudkan ambisi besar menjadikan ibu kota Provinsi Sumatera Barat sebagai Kota Gastronomi di bawah jaringan UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui Rapat Pleno Dossier Padang sebagai Kota Gastronomi yang dipimpin langsung Wali Kota Padang Fadly Amran di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (23/7/2026).


Rapat strategis ini menjadi tahapan krusial dalam penyempurnaan Dossier Gastronomy City, dokumen utama yang akan menjadi dasar penilaian dalam proses seleksi nasional sebelum diajukan sebagai nominasi Indonesia ke UNESCO.


Hadir dalam rapat tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza, Tim Dossier Pusat Indah Kartika Sari dan Gaura Mancacaritadipura yang mengikuti rapat melalui Zoom Meeting, Koordinator Tim Penyusunan Dossier Padang Haris Satria, unsur Academics, Business, Community, Government, and Media (ABCGM), serta pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kota Padang.


Dalam arahannya, Fadly Amran menegaskan bahwa rapat tersebut bukan sekadar agenda administratif, melainkan momentum penting untuk memastikan seluruh substansi dalam dossier benar-benar mencerminkan identitas, kekuatan, serta keunikan Kota Padang sebagai salah satu pusat kuliner terbaik di Indonesia.


"Hari ini rapat lanjutan membahas dossier Gastronomy City sebagai langkah untuk menjadi nominasi yang akan diajukan sebagai kota kreatif kepada UCCN. Alhamdulillah, seluruh stakeholder melalui kolaborasi ABCGM sudah terlibat, dan hari ini kita juga memperoleh berbagai masukan yang sangat baik untuk penyempurnaan dossier," ujar Fadly Amran.


Menurutnya, berbagai masukan dari tim asesor dan Tim Dossier Pusat akan menjadi bahan penyempurnaan agar dokumen yang diajukan tidak hanya memenuhi standar penilaian UNESCO, tetapi juga mampu memperlihatkan karakter khas Kota Padang yang tidak dimiliki daerah lain.


Fadly menjelaskan, pengajuan Kota Padang sebagai Kota Gastronomi juga selaras dengan tema Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 Tahun 2026, yakni "Taste of Padang Experience: Padang Road to Gastronomy City." Tema tersebut menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Padang dalam menjadikan kuliner sebagai kekuatan utama pembangunan, promosi pariwisata, pelestarian budaya, hingga penguatan ekonomi kreatif masyarakat.


Apabila berhasil lolos sebagai nominasi Indonesia, Kota Padang akan melanjutkan tahapan penilaian di tingkat internasional yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2027.


Fadly optimistis, keberhasilan masuk ke dalam jaringan Kota Kreatif UNESCO akan membawa dampak besar bagi perkembangan daerah.


"Kita berharap Kota Padang dapat lolos seleksi nasional ini, sehingga cita-cita kita bersama menjadikan Kota Padang sebagai Gastronomy City di bawah UNESCO dapat terwujud. Jika hal ini terwujud, maka akan memberikan multiplier effect bagi Kota Padang, terutama di sektor kuliner, pariwisata, dan event," pungkasnya.


Sementara itu, Tim Dossier Pusat Indah Kartika Sari mengungkapkan bahwa proses penyusunan Dossier Padang Gastronomy City telah mencapai 100 persen. Namun demikian, masih terdapat sejumlah catatan yang perlu disempurnakan agar dokumen tersebut memiliki nilai lebih dibandingkan daerah lain yang juga mengikuti seleksi.


Menurut Indah, salah satu aspek yang perlu diperkuat adalah pengarusutamaan kesetaraan gender dalam narasi dossier.


"Kami menyarankan agar kesetaraan gender dapat dimasukkan ke dalam penyusunan dossier ini. Salah satunya terkait peran Bundo Kanduang dalam bidang gastronomi, sehingga dapat menjadi nilai tambah dalam penilaian," ujarnya.


Ia menilai, keterlibatan perempuan, khususnya melalui peran Bundo Kanduang, merupakan bagian penting dari sejarah dan keberlanjutan budaya kuliner Minangkabau. Nilai tersebut dinilai mampu memperkuat identitas Kota Padang sebagai kota yang tidak hanya kaya cita rasa, tetapi juga memiliki warisan budaya yang hidup dan terus diwariskan lintas generasi.


Di sisi lain, Koordinator Tim Penyusunan Dossier Padang Haris Satria menjelaskan bahwa waktu penyelesaian dokumen sudah sangat terbatas. Dossier harus diserahkan kepada UCCN paling lambat 28 Juli 2026, sebelum memasuki tahapan verifikasi oleh Tim Dossier Pusat.


Ia menerangkan, setelah proses verifikasi selesai, perjalanan Kota Padang masih akan berlanjut melalui beberapa tahapan seleksi yang cukup ketat.


"Tahapan selanjutnya, pada Agustus 2026 akan diumumkan 10 besar Kota Gastronomi Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan pengumuman enam besar. Jika semua berjalan lancar, kita bisa mendapatkan rekomendasi dari Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU). Setelah itu, prosesnya akan dikawal oleh Kementerian Ekonomi Kreatif bersama KNIU untuk diajukan ke UNESCO pada tahun 2027," jelas Haris.


Dengan kolaborasi seluruh unsur ABCGM, dukungan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, serta media, Pemerintah Kota Padang optimistis mampu menghadirkan dossier yang tidak hanya memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga mampu menggambarkan kekayaan gastronomi Minangkabau secara utuh.


Lebih dari sekadar mengejar pengakuan internasional, langkah ini menjadi strategi jangka panjang untuk memperkuat identitas Kota Padang sebagai destinasi kuliner kelas dunia, meningkatkan daya saing pariwisata, memperluas peluang ekonomi kreatif, sekaligus membuka ruang promosi budaya Minangkabau di tingkat global.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update