Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menyatu Tanpa Sekat, Bupati Annisa Nobar Final Piala Dunia 2026 Bersama Ratusan Warga Dharmasraya

20 July 2026 | July 20, 2026 WIB Last Updated 2026-07-20T07:02:25Z

Menyatu Tanpa Sekat, Bupati Annisa Nobar Final Piala Dunia 2026 Bersama Ratusan Warga Dharmasraya



D'On, Dharmasraya Udara dini hari masih terasa sejuk ketika halaman Kantor Bupati Dharmasraya mulai dipenuhi masyarakat dari berbagai penjuru. Ada yang datang bersama keluarga, sahabat, hingga rekan kerja. Sebagian mengenakan jersey tim favorit, sementara yang lain membawa semangat untuk menikmati momen langka: menyaksikan Final Piala Dunia FIFA 2026 secara bersama-sama.


Di tengah lautan penonton yang terus berdatangan, tak terlihat jarak antara pemimpin dan masyarakat. Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, hadir dan memilih duduk membaur bersama warga. Tanpa protokoler yang berlebihan, ia menikmati jalannya pertandingan layaknya seorang pencinta sepak bola pada umumnya.


Sekitar 500 masyarakat memadati halaman Kantor Bupati pada Senin dini hari (20/7). Kegiatan nonton bareng (nobar) yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Budparpora), serta Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Kumperdag) itu menjelma menjadi ruang kebersamaan yang hangat, penuh semangat, dan sarat makna.


Sorak-sorai bergema setiap kali peluang tercipta. Tepuk tangan membahana ketika para pemain memperlihatkan aksi terbaiknya. Di sela-sela pertandingan, terdengar gelak tawa, obrolan ringan, hingga teriakan penuh harap dari para penonton yang larut dalam atmosfer final sepak bola terbesar di dunia.


Kehadiran Bupati Annisa menjadi daya tarik tersendiri. Banyak warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyapa, bersalaman, berbincang singkat, hingga mengabadikan momen melalui swafoto. Suasana yang terbangun terasa akrab, memperlihatkan hubungan yang hangat antara pemerintah dan masyarakat.


Partai final yang mempertemukan Spanyol dan Argentina berlangsung sangat ketat. Kedua tim saling menampilkan permainan terbaik sehingga pertandingan harus berlanjut hingga babak perpanjangan waktu. Ketegangan memuncak ketika Ferran Torres berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-106. Gol tersebut memastikan kemenangan 1-0 bagi Spanyol sekaligus mengantarkan mereka meraih gelar juara dunia.


Ledakan sorak dan tepuk tangan pun pecah memenuhi lokasi nobar. Para penonton merayakan gol kemenangan dengan penuh antusias. Momen itu menjadi bukti bahwa sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai latar belakang dalam satu semangat yang sama.


Bupati Annisa mengatakan bahwa kegiatan nobar bukan sekadar menyaksikan pertandingan olahraga, tetapi juga menjadi wadah mempererat hubungan sosial antara pemerintah dan masyarakat.


"Sepak bola mampu menyatukan semua kalangan. Melalui nobar ini kita tidak hanya menikmati pertandingan kelas dunia, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kekeluargaan di Dharmasraya," ujarnya.


Menurutnya, ruang-ruang kebersamaan seperti ini penting untuk terus dihadirkan karena mampu membangun komunikasi yang lebih dekat antara pemerintah dan masyarakat dalam suasana yang santai dan penuh keakraban.


Tidak hanya menghadirkan hiburan, kegiatan tersebut juga memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat. Sekitar 20 pelaku UMKM turut meramaikan lokasi dengan membuka lapak yang menawarkan berbagai makanan, minuman, dan jajanan khas. Sejak sebelum pertandingan dimulai hingga laga usai, lapak-lapak tersebut dipadati pengunjung yang menikmati kuliner sembari menunggu kick-off maupun saat jeda pertandingan.


Perputaran ekonomi yang tercipta menjadi bukti bahwa sebuah kegiatan publik dapat menghadirkan dampak ganda: memperkuat kebersamaan sekaligus menggerakkan roda usaha masyarakat kecil.


Semangat nobar juga tidak hanya terpusat di halaman Kantor Bupati. Pada waktu yang sama, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya membuka titik nobar kedua di G Coffee Koto Baru. Ratusan warga memenuhi lokasi tersebut dan merasakan atmosfer yang sama meriahnya, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pesta sepak bola dunia.


Lebih dari sekadar menyaksikan pertandingan final, malam itu menjadi simbol bahwa kebersamaan adalah modal sosial yang sangat berharga. Di bawah langit Dharmasraya, masyarakat berkumpul tanpa memandang usia, profesi, maupun latar belakang. Semua larut dalam semangat yang sama, berbagi tawa, harapan, dan kegembiraan.


Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memperlihatkan bahwa membangun daerah tidak selalu dilakukan melalui ruang-ruang formal. Terkadang, kebersamaan yang lahir dari satu layar besar, sorak-sorai penonton, dan secangkir kopi di tengah malam justru menjadi perekat yang memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.


Malam final Piala Dunia 2026 itu pun akan dikenang bukan hanya karena lahirnya juara baru dunia, tetapi juga karena hadirnya sebuah potret kebersamaan yang memperlihatkan Dharmasraya sebagai daerah yang hangat, inklusif, dan terus membangun kedekatan antara pemimpin dengan rakyatnya.


(Papa Juan)


#Daerah #KabupatenDharmasraya #PialaDunia

×
Berita Terbaru Update