Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kota Padang Jadi Percontohan Nasional Pemulihan Pascabencana, Tim Kemendagri Apresiasi Progres Huntap dan Pengelolaan TKD Tambahan

20 July 2026 | July 20, 2026 WIB Last Updated 2026-07-20T07:53:23Z

Kota Padang Jadi Percontohan Nasional Pemulihan Pascabencana, Tim Kemendagri Apresiasi Progres Huntap dan Pengelolaan TKD Tambahan



D'On, PADANGKomitmen Pemerintah Kota Padang dalam mempercepat pemulihan pascabencana kembali menuai apresiasi dari pemerintah pusat. Dalam kegiatan monitoring Tim Satuan Tugas (Satgas) terkait penggunaan Tambahan Transfer ke Daerah (TKD) serta pembangunan Hunian Tetap (Huntap), Kota Padang dinilai sebagai salah satu daerah dengan kinerja terbaik di Indonesia dalam penanganan pascabencana.


Kegiatan monitoring tersebut berlangsung di kawasan pembangunan Huntap Bumi Perkemahan Pramuka, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Senin (20/7/2026).


Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Politik dan Media Kastorius Sinaga, Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Horas Maurits Panjaitan, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Tri Hadiyanto, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton, serta Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri.


Dalam peninjauan lapangan, tim dari pemerintah pusat melihat langsung perkembangan pembangunan kawasan Huntap yang menjadi salah satu proyek strategis pemulihan pascabencana di Kota Padang. Hasilnya, pemerintah pusat memberikan penilaian sangat positif terhadap perencanaan, pelaksanaan, hingga progres pembangunan yang dinilai berjalan terstruktur dan tepat sasaran.


Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Politik dan Media, Kastorius Sinaga, mengatakan Kota Padang menjadi salah satu daerah yang menunjukkan kecepatan pemulihan pascabencana berdasarkan pemantauan pemerintah pusat melalui dasbor nasional yang mengukur 38 indikator penanganan bencana.


Menurutnya, hampir seluruh indikator menunjukkan perkembangan yang menggembirakan sehingga Sumatera Barat, khususnya Kota Padang, layak menjadi contoh bagi daerah lain dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.


"Kita mengucapkan apresiasi, Provinsi Sumatera Barat, khususnya Kota Padang, sebagai salah satu daerah yang cukup cepat pulih di dalam pascabencana ini, dilihat dari berbagai indikator. Kami di pusat memiliki dasbor yang memonitor hampir 38 indikator dan Sumbar termasuk salah satu yang cukup bagus, termasuk juga Padang," ujar Kastorius.


Ia menambahkan, Kota Padang memikul tanggung jawab yang sangat besar dalam pembangunan Hunian Tetap di Sumatera Barat. Dari keseluruhan target provinsi, lebih dari 500 unit Huntap atau sekitar seperempatnya berada di Kota Padang.


Menurut Kastorius, besarnya target tersebut mampu dijawab Pemerintah Kota Padang melalui perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang berjalan sesuai tahapan.


"Khusus di Padang, target dari pendirian Huntap itu cukup besar di seluruh provinsi, sebanyak 500-an lebih. Seperempat dari seluruh provinsi ada di Kota Padang. Maka memang melihat tadi keterangan dari Pak Sekda, nampaknya dari perencanaannya sudah sangat bagus sekali, baik dari segi target maupun dari kondisi sekarang yang sudah kita lihat," katanya.


Tidak hanya pembangunan Huntap, tim monitoring juga memberikan penilaian positif terhadap berbagai program pemulihan lain yang telah dijalankan Pemerintah Kota Padang.


Mulai dari pembangunan Hunian Sementara (Huntara), penyaluran dana tunggu hunian kepada masyarakat, distribusi bantuan sosial, program pemulihan lahan pertanian, hingga rehabilitasi dan normalisasi sungai dinilai berjalan efektif, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak bencana.


Di kawasan Huntap Bumi Perkemahan Pramuka sendiri direncanakan akan dibangun sebanyak 340 unit Hunian Tetap. Saat ini, 39 unit telah memasuki tahap finishing dan ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026. Penyelesaian tahap awal tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan.


Keberhasilan pembangunan Huntap tidak terlepas dari dukungan pendanaan melalui Tambahan Transfer ke Daerah (TKD) serta kolaborasi lintas sektor. Pemerintah Kota Padang memperoleh alokasi TKD tambahan sebesar Rp371,85 miliar, yang salah satunya dimanfaatkan untuk pengadaan lahan pembangunan Huntap.


Selain dukungan pemerintah pusat, sinergi dengan berbagai pihak, termasuk yayasan kemanusiaan Buddha Tzu Chi, turut memperkuat percepatan pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak.


Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Horas Maurits Panjaitan, menyampaikan bahwa pihaknya telah melihat secara langsung kesiapan dan progres pemanfaatan TKD tambahan di Kota Padang.


"Padang telah menerima TKD tambahan yang besarnya Rp371,85 miliar. Dan ini kami sudah melihat progres dan juga persiapannya cukup bagus. Dan termasuk juga sebenarnya untuk lahan, untuk pengadaan lahan Huntap ini juga nantinya dibiayai dari TKD tambahan ini. Jadi kami apresiasi untuk Pemko Padang karena bisa bersinergi," ujarnya.


Horas menegaskan, pemerintah pusat akan terus melakukan pengawasan agar penggunaan TKD tambahan benar-benar tepat sasaran dan mampu mempercepat pemulihan bagi masyarakat yang masih menunggu hunian permanen.


"Maka nanti kami akan melihat apakah semuanya sudah tepat sasaran dan tentunya TKD tambahan ini bisa melakukan realisasi percepatan, karena sangat ditunggu oleh masyarakat," katanya.


Selain keberhasilan pembangunan fisik, Kota Padang juga mendapat apresiasi khusus dari Menteri Dalam Negeri atas tingginya semangat solidaritas antardaerah. Meskipun sama-sama terdampak bencana dan menerima bantuan TKD tambahan, Pemerintah Kota Padang tetap mengalokasikan bantuan kemanusiaan sebesar Rp5 miliar untuk membantu proses pemulihan di tiga kabupaten di Provinsi Aceh yang mengalami dampak bencana lebih berat.


Menurut Kastorius Sinaga, langkah tersebut menjadi cerminan kepedulian dan semangat gotong royong yang patut menjadi teladan bagi daerah lain di Indonesia.


Dengan capaian yang terus menunjukkan perkembangan positif, Kota Padang tidak hanya berhasil mempercepat pemulihan pascabencana bagi masyarakatnya sendiri, tetapi juga membuktikan bahwa tata kelola pemerintahan yang baik, perencanaan yang matang, sinergi lintas sektor, serta kepedulian terhadap sesama mampu menjadi fondasi utama dalam membangun kembali daerah yang lebih tangguh menghadapi bencana di masa mendatang.


(Mond)


#Padang #Daerah #Infrastruktur

×
Berita Terbaru Update