Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Disdik Padang Turun Tangan Usai Viral Dugaan Bullying Siswi SD, Guru Mengaku Diteror Pesan WhatsApp: "Tunggu Fakta, Jangan Menghakimi"

27 July 2026 | July 27, 2026 WIB Last Updated 2026-07-27T08:31:11Z

Kadisdik Kota Padang 



D'On, Padang – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang bergerak cepat merespons viralnya dugaan perundungan (bullying) yang dikaitkan dengan meninggalnya seorang siswi SD Negeri 33 Rawang Barat. Di tengah derasnya opini yang berkembang di media sosial, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Yopi Krislova, turun langsung ke sekolah pada Senin (27/7/2026) untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.


Kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan memantau proses belajar mengajar, tetapi juga meredam berbagai spekulasi yang berkembang sebelum adanya hasil penyelidikan resmi. Dalam peninjauan itu, Yopi didampingi Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi NasDem, Nanda Satria. Keduanya berdialog dengan kepala sekolah, guru, serta melihat langsung aktivitas siswa di lingkungan sekolah.


Di balik suasana sekolah yang tampak normal, tersimpan kegelisahan para tenaga pendidik. Sejumlah guru mengaku menjadi sasaran tekanan setelah isu dugaan bullying ramai diperbincangkan di media sosial. Mereka mengaku beberapa kali menerima pesan melalui WhatsApp yang berisi tuntutan agar pihak sekolah bertanggung jawab atas meninggalnya siswi tersebut.


Tekanan itu membuat para guru merasa khawatir. Mereka berharap mendapat perlindungan sehingga tetap dapat menjalankan tugas mendidik tanpa intimidasi maupun penghakiman dari publik sebelum fakta hukum terungkap.


Meski diterpa isu yang menjadi perhatian masyarakat, aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 33 Rawang Barat tetap berlangsung seperti biasa. Para siswa terlihat mengikuti pelajaran dengan tenang dan suasana sekolah secara umum tetap kondusif.


Dalam pertemuan tersebut, kepala sekolah bersama para guru menyampaikan bahwa hingga kini belum ada bukti yang menunjukkan siswi yang meninggal dunia merupakan korban perundungan di lingkungan sekolah. Mereka menjelaskan bahwa siswi tersebut diketahui sempat mengalami sakit selama beberapa hari sebelum meninggal dunia. Bahkan, beberapa guru juga telah datang ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga.


Namun demikian, pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan menegaskan tidak menutup kemungkinan adanya proses hukum apabila keluarga memiliki bukti yang mengarah pada dugaan tindak pidana. Mereka mempersilakan keluarga melaporkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum agar seluruh fakta dapat diungkap secara transparan, profesional, dan objektif.


Langkah itu dinilai penting mengingat beredarnya foto tubuh korban yang memperlihatkan adanya memar di bagian punggung. Foto tersebut memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat dan menjadi dasar munculnya dugaan adanya tindakan kekerasan atau perundungan. Meski begitu, hingga kini penyebab munculnya memar tersebut belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pembuktian melalui proses penyelidikan oleh pihak berwenang.


Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang mengimbau seluruh masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, setiap pihak harus menghormati asas praduga tak bersalah dan memberikan ruang bagi aparat penegak hukum untuk bekerja mengungkap fakta yang sebenarnya.


Kasus ini menjadi perhatian luas karena menyangkut keselamatan seorang anak sekaligus nama baik institusi pendidikan. Di satu sisi, keluarga korban berhak memperoleh keadilan apabila benar terjadi tindak kekerasan. Di sisi lain, guru dan pihak sekolah juga berhak mendapatkan perlindungan dari tuduhan yang belum terbukti.


Publik kini menantikan hasil penyelidikan yang objektif dan berbasis bukti. Apa pun hasilnya nanti, transparansi menjadi kunci untuk menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang sekaligus menghindari munculnya penghakiman di ruang publik.


Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum yang menyatakan adanya unsur pidana ataupun menetapkan penyebab pasti meninggalnya siswi tersebut. Karena itu, semua pihak diharapkan menahan diri dari spekulasi dan menyerahkan proses pengungkapan fakta kepada pihak yang berwenang.


(Mond)


#Bullying #Peristiwa #Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update