Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Diksista MAN 3 Padang Resmi Dibuka, Fadly Amran: Bangsa Butuh Pemimpin Berani, Brilliant, dan Siap Bersaing di Tingkat Global

27 July 2026 | July 27, 2026 WIB Last Updated 2026-07-27T10:44:34Z

Diksista MAN 3 Padang Resmi Dibuka, Fadly Amran: Bangsa Butuh Pemimpin Berani, Brilliant, dan Siap Bersaing di Tingkat Global



D'On, PadangSemangat membentuk generasi pemimpin masa depan kembali digaungkan melalui pembukaan Pendidikan Siswa Takhassus (Diksista) MAN 3 Padang Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar di Bumi Perkemahan Sungrilla, Sungai Lareh, Lubuk Minturun, Senin (27/7/2026). Program yang telah menjadi agenda rutin MAN 3 Padang itu dinilai sebagai salah satu inovasi pendidikan karakter yang mampu mencetak calon-calon pemimpin muda berintegritas, bermental tangguh, sekaligus memiliki kompetensi menghadapi tantangan global.


Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran dan dihadiri Koorsmin Kodaeral II Kolonel Laut (KH) Zulkarni, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Ikhwansyah, Plt Kabag Kesra Setdako Padang Zul Asfi Lubis, Sekcam Koto Tangah Bambang Suprianto, serta Kepala MAN 3 Padang Marliza.


Dalam sambutannya, Fadly Amran memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi MAN 3 Padang yang terus menyelenggarakan Diksista sebagai wadah pembinaan karakter dan kepemimpinan siswa. Menurutnya, program tersebut bukan sekadar kegiatan orientasi atau pelatihan biasa, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi penerus bangsa.


Ia menilai, Diksista merupakan inovasi pendidikan yang layak mendapat dukungan karena mampu mempersiapkan siswa menjadi pemimpin masa depan sejak masih duduk di bangku sekolah.


Fadly mengajak seluruh peserta untuk belajar dari sejarah kejayaan Sumatera Barat yang pernah melahirkan tokoh-tokoh besar bangsa. Ia mengingatkan bahwa daerah ini memiliki tradisi panjang dalam melahirkan pemimpin nasional.

 

“Mari kita lihat sejarah, tiga pendiri bangsa merupakan Urang Awak. Saya yakin pasti ada treatment berbeda yang dilakukan oleh ninik mamak di masa lalu dalam memberikan ilmu pengetahuan kepada anak kemenakannya sehingga dapat berkuliah hingga ke luar negeri waktu itu,” ujarnya.


Menurut Fadly, kejayaan tersebut harus menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan, literasi, dan pengembangan kemampuan.


Ia menegaskan bahwa dunia saat ini tidak lagi hanya menuntut kecerdasan akademik semata, tetapi juga kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kreativitas, serta keberanian mengambil keputusan.


“Anak-anak sekalian harus rajin membaca dan belajar. Jika hanya memiliki skill biasa akan tertinggal dan tidak akan pernah memimpin nantinya. Saya ingin yang di sini nantinya menjadi pemimpin,” katanya.


Wali Kota juga memberikan motivasi khusus kepada 80 peserta Diksista yang telah lolos seleksi. Menurutnya, mereka merupakan siswa-siswa pilihan yang telah dipersiapkan untuk menjadi kader pemimpin masa depan.


Ia berpesan agar seluruh peserta tidak pernah ragu ketika diberikan amanah atau kesempatan memimpin.

 

“Angkat tangan ketika diberi peluang untuk menjadi pemimpin. Apa sulitnya angkat tangan? Jika takut dengan diri sendiri tidak akan bisa memimpin. Bangsa ini membutuhkan pemimpin yang berani, brilliant, percaya diri, dan memiliki kapasitas untuk memberi kontribusi nyata kepada masyarakat,” tegas Fadly.


Ia juga mengingatkan bahwa persaingan generasi muda ke depan tidak lagi berada pada level daerah maupun nasional semata, melainkan sudah memasuki era kompetisi global. Oleh sebab itu, penguasaan hard skill dan soft skill harus berjalan seiring agar mampu bersaing di tingkat internasional.


Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang, Yasril, menyampaikan bahwa Diksista merupakan salah satu program strategis Kementerian Agama yang mengintegrasikan pendidikan akademik dengan pembinaan keagamaan dan karakter.


Menurutnya, pendidikan karakter yang kuat menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki moral dan spiritual yang kokoh.


Yasril juga mengapresiasi berbagai program unggulan Pemerintah Kota Padang yang dinilai selaras dengan visi Kementerian Agama, khususnya program Smart Surau.

 

“Kementerian Agama bangga dengan program yang dilakukan Pemerintah Kota Padang, karena banyak program Kemenag dilaksanakan di Padang. Program Smart Surau merupakan program yang sangat baik bagi anak-anak dan dilaksanakan di lingkungan tempat tinggal mereka,” ujarnya.


Menurut Yasril, sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, dan Kementerian Agama menjadi kunci dalam melahirkan generasi muda yang cerdas, religius, serta memiliki kepedulian sosial.


Di kesempatan yang sama, Kepala MAN 3 Padang Marliza menjelaskan bahwa seluruh peserta Diksista merupakan siswa yang telah melewati proses seleksi secara ketat sehingga mereka layak menjadi kader pemimpin dan pejuang masa depan.


Ia mengatakan, Diksista merupakan tahapan awal dalam sistem pembinaan siswa takhassus yang bertujuan membentuk karakter, mental kepemimpinan, disiplin, ideologi kebangsaan, serta kepribadian Islami.


“Selepas kegiatan Diksista ini akan lahir siswa tangguh, bermental pejuang, senantiasa berpikir kritis, aktif, kreatif, serta selektif dalam pergaulan sehingga terhindar dari perilaku negatif,” kata Marliza.


Ia menjelaskan, pelaksanaan Diksista berlangsung selama 27–29 Juli 2026 dengan kombinasi materi teori dan praktik lapangan. Seluruh peserta juga mendapatkan pembinaan langsung dari Kodaeral II Padang sehingga pendidikan yang diberikan tidak hanya menanamkan wawasan kepemimpinan, tetapi juga disiplin, tanggung jawab, serta semangat kebangsaan.


Adapun peserta Diksista terdiri dari 30 siswa kelas X sebagai peserta program dasar, 22 siswa kelas XI yang mengikuti program lanjutan, dan 27 siswa kelas XII sebagai peserta tingkat akhir pembinaan.


Melalui program tersebut, MAN 3 Padang berharap mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menjadi pemimpin yang memiliki integritas, wawasan kebangsaan, akhlak Islami, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian menghadapi tantangan zaman.


Pembukaan Diksista tahun ini menjadi penegasan bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak siswa berprestasi di ruang kelas, tetapi juga membangun karakter, mental, dan jiwa kepemimpinan. Dengan pembinaan yang berkesinambungan, MAN 3 Padang optimistis para peserta Diksista akan tumbuh menjadi generasi yang siap membawa perubahan positif bagi Kota Padang, Sumatera Barat, bahkan Indonesia di masa mendatang.


(Mond)


#Diksar #Padang #Pendidikan #Daerah

×
Berita Terbaru Update