Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Alek Nagari Nan XX ke-III Resmi Dibuka, Perkuat Pelestarian Adat Minangkabau dan Dukung Padang Menuju Gastronomy City UNESCO

12 July 2026 | July 12, 2026 WIB Last Updated 2026-07-12T08:01:22Z

Alek Nagari Nan XX ke-III Resmi Dibuka, Perkuat Pelestarian Adat Minangkabau dan Dukung Padang Menuju Gastronomy City UNESCO



D'On, Padang  Semangat melestarikan adat, budaya, dan memperkuat jati diri masyarakat Minangkabau kembali bergema dalam pembukaan Festival Alek Nagari Nan XX ke-III yang digelar di Komplek Kehakiman Cengkeh Nan XX, Kelurahan Cengkeh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Sabtu (11/7/2026). Festival yang berlangsung meriah ini menjadi simbol kuat kebangkitan nilai-nilai budaya lokal sekaligus wadah mempererat persatuan masyarakat di tengah arus modernisasi.


Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Camat Lubuk Begalung Ikrar Prakarsa, Wali Kota Padang periode 2021–2024 Hendri Septa, Anggota DPRD Kota Padang Yendril, Ketua Umum Pelaksana James Hellyward, unsur Forkopimca Kecamatan Lubuk Begalung, tokoh adat, tokoh masyarakat, Bundo Kanduang, serta tamu undangan lainnya.


Festival yang diselenggarakan melalui dukungan Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Kota Padang Yendril ini menjadi momentum penting untuk memperkuat eksistensi adat Minangkabau sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat, sekaligus mendorong pengembangan sektor budaya dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.


Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Nagari Nan XX yang terus menjaga dan melestarikan adat istiadat melalui penyelenggaraan Alek Nagari secara berkesinambungan. Menurutnya, tradisi seperti ini bukan sekadar seremoni budaya, tetapi juga menjadi ruang mempererat persaudaraan dan memperkokoh identitas masyarakat Minangkabau.


"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangkitkan kembali batang tarandam dan mengembalikan sirih ke gagang, pinang ke tampuknya. Semangat kebersamaan seperti inilah yang harus terus kita jaga," ujar Maigus.


Ia juga mengapresiasi dukungan Anggota DPRD Kota Padang yang telah mengalokasikan dana Pokir sehingga kegiatan budaya tersebut dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.


Lebih lanjut, Maigus menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam menjaga kelestarian adat melalui kebijakan yang berpihak kepada lembaga adat. Komitmen tersebut diwujudkan dengan disahkannya Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 5 Tahun 2026 tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai-Nilai Budaya Minangkabau.


Menurutnya, regulasi tersebut menjadi landasan hukum yang kuat bagi seluruh pemangku adat untuk terus menghidupkan nilai-nilai budaya di tengah kehidupan masyarakat.


"Kami berharap Perda ini dapat menjadi payung hukum bagi kaum adat di Kota Padang untuk terus melestarikan adat dan budaya Minangkabau melalui berbagai kegiatan di tengah masyarakat, sehingga nilai-nilai tersebut tetap diwariskan kepada anak kemenakan dan generasi penerus," katanya.


Sementara itu, Anggota DPRD Kota Padang Yendril menilai Alek Nagari memiliki makna yang sangat penting sebagai media menjaga warisan budaya sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.


Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda rutin tahunan yang terus mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat maupun pemerintah.


"Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terus dipertahankan dan dilaksanakan setiap tahun sehingga nilai-nilai adat, budaya, dan kebersamaan masyarakat tetap terjaga. Alek Nagari Nan XX juga diharapkan terus menjadi wadah mempererat silaturahmi masyarakat di Kecamatan Lubuk Begalung," ungkapnya.


Di sisi lain, Ketua Umum Pelaksana James Hellyward menjelaskan bahwa Festival Alek Nagari Nan XX ke-III tidak hanya berorientasi pada pelestarian budaya, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung Pemerintah Kota Padang meraih predikat Gastronomy City dari UNESCO.


Menurutnya, kekayaan kuliner tradisional Minangkabau merupakan salah satu aset budaya yang memiliki nilai tinggi dan layak dipromosikan di tingkat internasional. Karena itu, festival ini dirancang untuk menghadirkan berbagai aktivitas yang memperlihatkan kekayaan budaya sekaligus potensi ekonomi masyarakat.


"Dalam Alek Nagari ini ditampilkan berbagai potensi daerah mulai dari bazar UMKM, prosesi adat seperti makan bajamba dan batagak gala, hingga lomba pembuatan kuliner khas Minangkabau seperti marandang dan malamang," jelas James.


Ia menambahkan, penyelenggaraan festival diharapkan menjadi bahan masukan bagi Pemerintah Kota Padang dalam menyusun konsep pengembangan gastronomi daerah yang mengintegrasikan sektor kuliner, budaya, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.


Melalui kolaborasi antara pemerintah, DPRD, tokoh adat, pelaku UMKM, dan masyarakat, Festival Alek Nagari Nan XX ke-III diharapkan mampu menjadi contoh nyata bagaimana pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pembangunan ekonomi berbasis kearifan lokal.


Lebih dari sekadar perayaan adat, Alek Nagari menjadi pengingat bahwa warisan budaya Minangkabau merupakan identitas yang harus terus dijaga, diwariskan, dan dikembangkan agar tetap hidup di tengah perubahan zaman serta menjadi kekuatan bagi kemajuan Kota Padang di masa depan.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update