Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Yofialdi Terpilih Aklamasi Pimpin Squash Sumbar 2026–2031, Siap Bangun Generasi Atlet Berprestasi Nasional

08 June 2026 | June 08, 2026 WIB Last Updated 2026-06-08T10:52:11Z

Yofialdi Terpilih Aklamasi Pimpin Squash Sumbar 2026–2031, Siap Bangun Generasi Atlet Berprestasi Nasional



D'On, PADANG — Babak baru perkembangan olahraga squash di Sumatera Barat resmi dimulai. Dalam suasana penuh semangat kebersamaan dan optimisme, Yofialdi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Squash Sumatera Barat periode 2026–2031 pada Musyawarah Provinsi (Musprov) I Squash Sumbar yang digelar di Padang, Senin (8/6/2026).


Dukungan bulat dari delapan pengurus cabang kabupaten dan kota menjadi bukti kuat tingginya kepercayaan terhadap sosok Yofialdi untuk memimpin organisasi tersebut menggantikan kepengurusan sebelumnya yang dipimpin Nela Abdika Zamri.


Terpilihnya Yofialdi tidak hanya menandai pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi untuk mempercepat pertumbuhan squash sebagai cabang olahraga yang memiliki potensi besar melahirkan atlet-atlet berprestasi dari Ranah Minang.


“Terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang diberikan oleh seluruh pengurus kabupaten dan kota. Ini bukan kemenangan pribadi, melainkan tanggung jawab bersama untuk membangun masa depan squash Sumatera Barat yang lebih baik,” ujar Yofialdi usai ditetapkan sebagai ketua terpilih.


Menurutnya, Sumatera Barat memiliki banyak talenta muda yang berpotensi bersaing di level nasional bahkan internasional. Namun, potensi tersebut membutuhkan ruang pembinaan yang terencana, kompetisi yang berkelanjutan, serta dukungan lintas sektor.


“Potensi atlet kita tidak kalah dengan daerah lain. Yang dibutuhkan adalah kesempatan, pembinaan yang konsisten, dan kompetisi yang rutin. Jika ekosistem ini terbangun, saya yakin akan lahir atlet-atlet squash yang mampu mengharumkan nama Sumatera Barat dan Indonesia,” tegasnya.


Musprov Jadi Titik Awal Kebangkitan Squash Sumbar


Yofialdi menegaskan bahwa Musprov I bukan sekadar agenda organisasi, melainkan titik awal penyusunan peta jalan pengembangan squash di Sumatera Barat.


Ia berkomitmen memperluas sosialisasi olahraga squash ke sekolah, kampus, komunitas olahraga, hingga sektor swasta agar cabang olahraga yang selama ini relatif kurang populer dapat semakin dikenal masyarakat luas.


“Arena Musprov ini menjadi pintu masuk untuk menyusun langkah-langkah strategis ke depan. Kita ingin squash hadir lebih dekat dengan masyarakat dan menjadi olahraga yang diminati generasi muda,” katanya.


Ia juga mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, KONI, dunia pendidikan, pelaku usaha hingga komunitas pecinta olahraga untuk bersama-sama membesarkan squash di Sumatera Barat.


“Squash Sumatera Barat membutuhkan semangat kolektif. Organisasi ini harus menjadi rumah besar yang mampu menghimpun seluruh gagasan, energi, dan potensi demi kemajuan olahraga squash,” ujarnya.


Hamdanus: Prestasi Tidak Lahir Secara Kebetulan


Sementara itu, pada sesi pembukaan Musprov, Ketua KONI Sumatera Barat, Hamdanus, memberikan apresiasi terhadap perjalanan panjang squash di Sumbar yang tetap bertahan dan berkembang meski menghadapi keterbatasan sarana dan dukungan dibandingkan sejumlah cabang olahraga lainnya.


Hamdanus mengingatkan bahwa sejarah squash Sumbar pernah mencatatkan prestasi membanggakan dengan mengirimkan empat atlet ke ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Pekanbaru, Riau.


Namun menurutnya, capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh, bukan sekadar kebanggaan masa lalu.


“Keberadaan organisasi olahraga harus mampu melahirkan prestasi yang terukur, bukan hanya menjadi wadah administratif. Organisasi harus menjadi mesin penggerak pembinaan atlet dan pencetak prestasi,” tegas Hamdanus.


Ia menilai squash memiliki peluang besar berkembang menjadi cabang olahraga unggulan apabila mampu membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan dan profesional.


“Tantangan olahraga modern semakin kompleks. Kita tidak bisa hanya mengandalkan bakat alami atlet. Dibutuhkan sistem pembinaan yang terstruktur sejak usia dini, pelatih yang kompeten, program latihan yang berkesinambungan, serta tata kelola organisasi yang modern dan transparan,” katanya.


Hamdanus juga mengingatkan pentingnya kepemimpinan yang adaptif terhadap perkembangan dunia olahraga saat ini.


“Prestasi tidak lahir secara kebetulan. Prestasi lahir dari perencanaan yang matang, pembinaan yang konsisten, pelatih yang berkualitas, serta organisasi yang mampu bekerja secara kolektif dan profesional,” ujarnya.


Menurut Hamdanus, jika seluruh komponen tersebut berjalan seiring, maka peluang Squash Sumatera Barat untuk menembus persaingan nasional bahkan internasional sangat terbuka lebar.


“Kalau semua itu mampu diwujudkan, saya optimistis Squash Sumatera Barat tidak hanya menjadi peserta di berbagai kejuaraan, tetapi mampu menjadi kekuatan yang diperhitungkan di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.


Menatap Masa Depan


Musprov I Squash Sumatera Barat menjadi momentum penting dalam membangun fondasi baru organisasi. Dengan kepemimpinan baru, semangat baru, serta dukungan seluruh pengurus cabang dan pemangku kepentingan olahraga, harapan besar kini tertuju pada lahirnya generasi atlet squash Sumbar yang mampu mengukir prestasi lebih tinggi.


Tantangan memang tidak ringan. Namun dengan komitmen pembinaan yang terukur, penguatan organisasi, serta kolaborasi seluruh elemen, Squash Sumatera Barat kini memasuki fase baru menuju kebangkitan dan prestasi yang lebih gemilang. 


(*)


#Squash #Olahraga 

×
Berita Terbaru Update