Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mahasiswa KKN Universitas Andalas Perkuat Pelayanan Posyandu dan Edukasi Kesehatan Lansia di Tiga Jorong Nagari Andiang

20 July 2026 | July 20, 2026 WIB Last Updated 2026-07-20T12:30:59Z

Mahasiswa KKN Universitas Andalas Perkuat Pelayanan Posyandu dan Edukasi Kesehatan Lansia di Tiga Jorong Nagari Andiang



D'On, Nagari Andiang Komitmen mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat diwujudkan melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan Posyandu yang dilaksanakan di tiga jorong di Nagari Andiang, yakni Jorong Siboka, Jorong Padang Bungo, dan Jorong Simpang Limo. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan menggabungkan pelayanan kesehatan dan edukasi yang berorientasi pada pencegahan penyakit.


Dimulai setiap pukul 10.00 WIB, kegiatan Posyandu melibatkan kader Posyandu, tenaga kesehatan setempat, serta mahasiswa KKN Universitas Andalas yang bersama-sama memastikan seluruh rangkaian pelayanan berjalan dengan tertib dan optimal. Kehadiran mahasiswa tidak hanya membantu kelancaran teknis pelaksanaan Posyandu, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi dalam menyampaikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.


Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa turut membantu proses pencatatan data peserta, mengarahkan masyarakat mengikuti tahapan pelayanan, serta mendampingi kader dan petugas kesehatan dalam memberikan layanan kepada ibu, balita, dan lansia. Sinergi tersebut menciptakan suasana pelayanan yang lebih efektif sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat setempat.


Selain mendukung pelayanan kesehatan bagi ibu dan balita, mahasiswa KKN memberikan perhatian khusus kepada kelompok lanjut usia (lansia) melalui penyuluhan kesehatan yang dikemas secara sederhana, komunikatif, dan interaktif. Edukasi yang diberikan menitikberatkan pada pentingnya menjaga pola makan bergizi seimbang, memperbanyak konsumsi buah dan sayuran, menjaga kecukupan cairan tubuh, melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan, mengelola stres, beristirahat yang cukup, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai langkah deteksi dini berbagai penyakit yang umum dialami pada usia lanjut.


Tidak hanya menyampaikan materi, mahasiswa juga membuka ruang diskusi bersama para lansia. Berbagai pengalaman dan keluhan kesehatan yang disampaikan peserta menjadi bahan diskusi yang memperkaya wawasan sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Pendekatan yang bersifat dialogis ini membuat para lansia lebih antusias mengikuti kegiatan dan merasa dihargai karena dapat berbagi pengalaman secara langsung.


Berdasarkan data kehadiran, Posyandu di Jorong Siboka diikuti oleh 17 peserta yang terdiri dari 13 balita dan anak serta 4 lansia. Di Jorong Padang Bungo, jumlah peserta mencapai 26 orang, terdiri atas 13 balita dan anak serta 13 lansia. Sementara itu, di Jorong Simpang Limo, kegiatan dihadiri oleh 20 peserta yang terdiri dari 15 balita dan anak serta 5 lansia. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil menjangkau 63 peserta, meliputi 41 balita dan anak serta 22 lansia.


Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa Posyandu masih menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan dasar yang sangat dibutuhkan, khususnya di tingkat nagari. Selain sebagai tempat pemantauan tumbuh kembang balita, Posyandu juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui edukasi, pencegahan penyakit, serta pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat.


Bagi mahasiswa KKN Universitas Andalas, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan ke dalam kehidupan nyata. Berinteraksi langsung dengan masyarakat memberikan pemahaman mengenai pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah nagari, kader Posyandu, dan tenaga kesehatan dalam membangun masyarakat yang lebih sehat.


Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa berharap kegiatan Posyandu tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek berupa pelayanan kesehatan, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat secara berkelanjutan. Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat, diharapkan angka penyakit yang dapat dicegah dapat ditekan sehingga kualitas hidup masyarakat Nagari Andiang terus meningkat.


Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pengabdian mahasiswa tidak sebatas menjalankan program kerja KKN, melainkan juga menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Semangat gotong royong yang terjalin antara mahasiswa, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi modal penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik serta membangun generasi yang sehat, produktif, dan berkualitas di Nagari Andiang.


(*)


#UniversitasAndalas #SumateraBarat

×
Berita Terbaru Update