Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rekonstruksi Total GOR H. Agus Salim Dimulai, Stadion Ikonik Padang Disulap Jadi Kawasan Olahraga Modern Berstandar Internasional

04 June 2026 | June 04, 2026 WIB Last Updated 2026-06-04T14:01:35Z

Rekonstruksi Total GOR H. Agus Salim Dimulai, Stadion Ikonik Padang Disulap Jadi Kawasan Olahraga Modern Berstandar Internasional



D'On, PADANG – Pemerintah Kota (Pemko) Padang menyatakan dukungan penuh terhadap proyek rekonstruksi total kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) H. Agus Salim yang akan mengubah wajah salah satu ikon olahraga Sumatera Barat menjadi kompleks olahraga modern berstandar internasional.


Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) antara Pemerintah Kota Padang dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang digelar di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Kamis (4/6/2026).


Rakor dipimpin langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran dan dihadiri Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar Medi Iswandi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar Mahdianur beserta jajaran, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Padang Tarmizi Ismail, Kepala Dispora Kota Padang Eka Putra Buhari, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.


Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak menegaskan komitmen untuk mengawal pembangunan kawasan olahraga terbesar di Sumatera Barat itu agar berjalan sesuai target dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.


Stadion Lama Tak Lagi Layak, Rekonstruksi Jadi Solusi


Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa rekonstruksi total GOR H. Agus Salim merupakan momentum besar yang tidak hanya akan menghadirkan fasilitas olahraga yang lebih representatif, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah.


Menurutnya, kehadiran proyek yang didukung penuh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum tersebut merupakan kehormatan sekaligus peluang besar bagi Kota Padang untuk memiliki kawasan olahraga yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.


"Pemko Padang mendukung penuh dan siap berkolaborasi menyukseskan rekonstruksi total kawasan GOR H. Agus Salim. Kehadiran proyek ini merupakan kehormatan bagi Kota Padang dan kami berkomitmen memastikan seluruh proses berjalan optimal," tegas Fadly Amran.


Ia menambahkan, kawasan yang selama puluhan tahun menjadi pusat aktivitas olahraga masyarakat itu nantinya akan tampil dengan wajah baru yang lebih aman, nyaman, bersih, tertata, dan multifungsi.


"Kita berharap rekonstruksi kawasan GOR H. Agus Salim mampu menghadirkan lingkungan yang lebih aman, bersih, dan tertata. Sekaligus mendorong perkembangan olahraga, pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta peningkatan daya tarik pariwisata Kota Padang dan Sumatera Barat," ujarnya.


Anggaran Rp340 Miliar, Dikerjakan Selama 18 Bulan


Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar Medi Iswandi mengungkapkan bahwa proyek strategis tersebut mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pekerjaan Umum dengan nilai anggaran mencapai Rp340 miliar.


Pembangunan akan dilakukan secara multiyears dengan masa pengerjaan selama 18 bulan dan menjadi salah satu proyek infrastruktur olahraga terbesar yang pernah dibangun di Sumatera Barat.


"Proyek rekonstruksi kawasan GOR H. Agus Salim dibiayai Kementerian PU dengan nilai anggaran mencapai Rp340 miliar dan dilaksanakan secara multiyears selama 18 bulan," kata Medi.


Ia menilai proyek ini akan menjadi tonggak penting dalam pengembangan infrastruktur olahraga di Sumbar sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai tuan rumah berbagai event olahraga nasional maupun internasional di masa depan.


Stadion Dibongkar Total, Dibangun Ulang Berstandar AFC


Sementara itu, Kepala Dispora Sumbar Mahdianur menjelaskan bahwa keputusan melakukan rekonstruksi total bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil kajian dan review teknis yang dilakukan tim Kementerian PU, kondisi Stadion H. Agus Salim saat ini sudah tidak memungkinkan untuk direnovasi secara parsial.


"Hasil review tim Kementerian PU menyatakan kondisi Stadion H. Agus Salim sudah tidak memungkinkan untuk direnovasi sehingga harus dilakukan pembongkaran total," ungkap Mahdianur.


Karena itu, stadion lama akan dibongkar sepenuhnya dan digantikan dengan stadion baru berstandar Asian Football Confederation (AFC) yang memiliki kapasitas sekitar 12.000 hingga 13.000 penonton.


Mahdianur menyebutkan proses tender proyek saat ini masih berjalan dan pengumuman pemenang diperkirakan akan dilakukan dalam satu hingga dua minggu mendatang. Perusahaan BUMN diproyeksikan menjadi pelaksana pembangunan stadion tersebut.


"Pengumuman pemenang tender diperkirakan selesai dalam satu hingga dua minggu ke depan, dengan perusahaan BUMN diproyeksikan menggarap pembangunan stadion berstandar AFC berkapasitas 12.000 hingga 13.000 penonton," jelasnya.


Kawasan Sport Tourism Seluas 7,8 Hektare


Tidak hanya membangun stadion baru, rekonstruksi kawasan GOR H. Agus Salim juga dirancang menjadi pengembangan kawasan terpadu berbasis olahraga dan wisata olahraga (sport tourism).


Kawasan seluas 7,8 hektare tersebut akan dibagi menjadi tiga ring utama yang saling terintegrasi.


Ring pertama akan menjadi pusat kegiatan olahraga dengan stadion berstandar internasional sebagai ikon utama kawasan.


Ring kedua akan difungsikan sebagai ruang terbuka hijau yang dilengkapi jogging track, area olahraga masyarakat, serta ruang publik yang dapat dimanfaatkan warga untuk beraktivitas sehari-hari.


Sedangkan ring ketiga akan dikembangkan sebagai kawasan sport tourism yang menggabungkan fungsi olahraga, rekreasi, dan ekonomi masyarakat. Di area ini akan dibangun pusat kuliner, gedung parkir terpadu, hingga sekretariat bersama cabang olahraga se-Sumatera Barat.


Konsep tersebut diharapkan mampu menjadikan GOR H. Agus Salim bukan hanya sebagai arena pertandingan, tetapi juga sebagai destinasi baru yang hidup sepanjang hari dan mampu menggerakkan ekonomi lokal.


Pedagang Direlokasi, Pemko Jamin Penataan dan Kepastian Usaha


Dalam Rakor tersebut, perhatian khusus juga diberikan terhadap nasib para pedagang dan pelaku usaha yang selama ini menggantungkan aktivitas ekonomi di kawasan GOR H. Agus Salim.


Fadly Amran menegaskan bahwa Pemko Padang akan mengawal proses relokasi secara humanis, tertib, dan terukur. Ia bahkan siap menginstruksikan Dinas Koperasi dan UKM serta Satpol PP Kota Padang untuk memastikan proses penataan berjalan lancar.


Selain menyediakan lokasi relokasi sementara yang layak, Pemko juga berkomitmen memberikan kepastian penempatan bagi pedagang yang terdaftar setelah pembangunan kawasan selesai.


Menurut rencana, pedagang kafe dan pujasera akan direlokasi sementara ke kawasan Panjat Tebing. Sementara itu, sekretariat cabang olahraga dan lembaga terkait akan dipusatkan di Gedung KNPI Sumbar.


Pengosongan Kawasan Dimulai 15 Juni


Untuk mempercepat proses pembangunan, Pemerintah Provinsi Sumbar menetapkan pengosongan dan penutupan total kawasan GOR H. Agus Salim mulai 15 Juni 2026.


Langkah ini menjadi tahapan awal sebelum pekerjaan fisik dimulai dan sekaligus menandai dimulainya transformasi besar kawasan olahraga legendaris yang telah menjadi saksi berbagai peristiwa olahraga penting di Sumatera Barat selama puluhan tahun.


Dengan dukungan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Sumbar, dan Pemerintah Kota Padang, rekonstruksi total GOR H. Agus Salim diharapkan tidak hanya melahirkan stadion baru yang megah, tetapi juga menciptakan pusat olahraga modern yang mampu mengangkat prestasi atlet, memperkuat ekonomi masyarakat, serta menjadikan Kota Padang sebagai salah satu destinasi sport tourism unggulan di Indonesia.


(Mond)


#Padang #Daerah #Infrastruktur

×
Berita Terbaru Update