Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jambore KSB 2026, Ajang Penguatan 700 Relawan Tangguh Hadapi Bencana di Kota Padang

11 June 2026 | June 11, 2026 WIB Last Updated 2026-06-11T15:56:15Z

Jambore KSB 2026, Ajang Penguatan 700 Relawan Tangguh Hadapi Bencana di Kota Padang



D'On, PADANG Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Jambore Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kota Padang Tahun 2026 yang akan berlangsung pada 12-14 Juni 2026 di Bumi Perkemahan ABG, Lubuk Minturun, Kota Padang.


Kegiatan yang digadang-gadang sebagai salah satu agenda kebencanaan terbesar yang pernah digelar di Kota Padang itu akan diikuti sekitar 700 relawan KSB yang berasal dari berbagai kelurahan dan kecamatan di Kota Padang. Jambore tersebut menjadi wadah strategis untuk meningkatkan kapasitas, keterampilan, serta memperkuat koordinasi para relawan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana di tengah masyarakat.


Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan bahwa seluruh jajaran panitia saat ini tengah bekerja maksimal untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi para peserta.


"Alhamdulillah, saat ini persiapan terus kita lakukan. Tinggal menghitung waktu menuju pelaksanaan Jambore KSB Kota Padang Tahun 2026. Sekitar 700 relawan akan hadir mengikuti kegiatan ini. Kami bersama panitia terus berbenah dan mematangkan seluruh kebutuhan agar pelaksanaan jambore berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta," ujarnya, Kamis (11/6/2026).


Menurut Hendri, berbagai sarana dan prasarana penunjang kegiatan terus dibenahi secara intensif. Mulai dari kesiapan lahan perkemahan untuk pendirian tenda peserta, area simulasi dan pelatihan lapangan, fasilitas sanitasi dan kebersihan, hingga pengaturan teknis kedatangan peserta dari seluruh wilayah Kota Padang.


Persiapan tersebut dilakukan mengingat jambore ini bukan sekadar kegiatan seremonial atau ajang berkumpul para relawan, melainkan momentum penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.


Sebagai daerah yang berada di kawasan rawan gempa bumi, tsunami, banjir, longsor, serta berbagai bencana hidrometeorologi lainnya, Kota Padang membutuhkan sumber daya relawan yang memiliki kemampuan teknis dan respons cepat dalam menghadapi situasi darurat. Peran KSB selama ini terbukti sangat vital karena menjadi pihak pertama yang hadir membantu warga sebelum bantuan skala besar tiba di lokasi bencana.


Karena itu, panitia telah menyiapkan berbagai agenda pelatihan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas dan keterampilan lapangan para peserta. Beberapa di antaranya adalah pelatihan manajemen posko darurat, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), pelatihan penggunaan gergaji mesin (chainsaw) untuk penanganan pohon tumbang dan material bencana, serta penggunaan radio komunikasi (handy talky) sebagai sarana koordinasi saat kondisi darurat.


Selain pelatihan teknis, kegiatan juga akan diisi dengan malam keakraban untuk mempererat hubungan antarrelawan, serta aksi sosial berupa pengabdian kepada masyarakat sekitar lokasi kegiatan. Konsep ini sengaja dirancang agar para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membangun solidaritas serta semangat gotong royong yang menjadi modal utama dalam penanganan bencana.


"Seluruh kegiatan itu kita harapkan nantinya dapat mendongkrak kemampuan teknis, sinergi, dan solidaritas para relawan kebencanaan," kata Hendri.


Ia menegaskan bahwa keberadaan KSB merupakan ujung tombak sistem penanggulangan bencana berbasis masyarakat. Kecepatan informasi, ketepatan tindakan awal, dan kemampuan berkoordinasi yang dimiliki relawan menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko serta dampak yang ditimbulkan saat bencana terjadi.


"KSB merupakan ujung tombak penanggulangan bencana di tingkat masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas dan kekompakan relawan menjadi hal yang sangat penting untuk terus kita perkuat," tegasnya.


Lebih jauh, pelaksanaan Jambore KSB 2026 juga menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Padang dalam membangun budaya sadar bencana sekaligus memperkuat ketangguhan masyarakat dari tingkat paling bawah. Melalui kegiatan ini, Pemko Padang berharap mampu melahirkan relawan-relawan yang semakin profesional, memiliki kemampuan teknis yang mumpuni, serta mampu bergerak cepat dan tepat ketika bencana melanda lingkungan masyarakat.


Sesuai rencana, kegiatan Jambore KSB Tahun 2026 akan dibuka langsung oleh Fadly Amran. Kehadiran orang nomor satu di Kota Padang tersebut menjadi simbol dukungan penuh pemerintah daerah terhadap penguatan kapasitas relawan sebagai bagian penting dalam sistem penanggulangan bencana yang tangguh dan berkelanjutan.


Dengan melibatkan ratusan relawan dari berbagai wilayah, Jambore KSB 2026 diharapkan menjadi tonggak penting dalam membangun jaringan relawan yang solid, profesional, dan siap menjadi pelindung pertama masyarakat ketika situasi darurat terjadi. Bagi Kota Padang yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi, investasi pada peningkatan kapasitas relawan bukan hanya kebutuhan, tetapi menjadi sebuah keharusan demi keselamatan dan ketahanan masyarakat di masa depan.


(Mond)


#Padang #Daerah 

×
Berita Terbaru Update