Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gelombang Tinggi dan Cuaca Ekstrem Ancam Pesisir Sumbar, BPBD Kota Padang Minta Nelayan Tunda Melaut

21 June 2026 | June 21, 2026 WIB Last Updated 2026-06-21T13:37:30Z

Gelombang Tinggi dan Cuaca Ekstrem Ancam Pesisir Sumbar, BPBD Kota Padang Minta Nelayan Tunda Melaut



D'On, Padang Cuaca ekstrem yang melanda wilayah pesisir Sumatera Barat sejak Minggu (21/6/2026) memicu kekhawatiran terhadap keselamatan masyarakat, khususnya para nelayan yang beraktivitas di laut. Pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang pun mengeluarkan imbauan tegas agar nelayan sementara waktu tidak melaut selama kondisi gelombang tinggi masih berlangsung.


Imbauan tersebut menyusul terbitnya peringatan dini dari BMKG Maritim Teluk Bayur yang menyebutkan bahwa gelombang laut dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi selama empat hari ke depan, mulai 21 hingga 24 Juni 2026.


Wilayah yang diperkirakan terdampak meliputi perairan Kota Padang dan Padang Pariaman, perairan Agam hingga Pasaman Barat, serta kawasan perairan Pesisir Selatan dan Kepulauan Mentawai.


Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh masyarakat pesisir, terutama para nelayan tradisional yang menggunakan perahu berukuran kecil.


Menurutnya, aktivitas melaut di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat sangat berisiko dan dapat mengancam keselamatan jiwa.


"Kami mengimbau kepada nelayan untuk tidak melaut ketika gelombang tinggi," ujar Hendri.


Ia menjelaskan, gelombang tinggi yang disertai angin kencang dapat membahayakan seluruh aktivitas pelayaran, termasuk kapal nelayan dan kapal tongkang yang beroperasi di perairan Sumatera Barat.


"Kondisi demikian akan berisiko bagi pemilik perahu dan kapal tongkang," lanjutnya.


Tak hanya mengancam wilayah laut, cuaca buruk juga berdampak langsung di daratan Kota Padang. Sejak Minggu siang, hujan deras yang disertai angin kencang melanda sejumlah kawasan kota.


Angin bertiup dari arah barat menuju utara dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 22 knot. Intensitas hujan yang cukup tinggi disertai embusan angin menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik.


BPBD mencatat kejadian pohon tumbang terjadi di wilayah Kecamatan Padang Selatan dan kawasan Sungai Pisang. Peristiwa tersebut sempat mengganggu aktivitas masyarakat dan akses jalan di sekitar lokasi terdampak.


Di saat yang sama, bencana tanah longsor juga terjadi di kawasan Kelok Jariang, Kelurahan Teluk Kabung Tengah, Kecamatan Bungus Teluk Kabung.


Material longsor menutupi badan jalan yang menjadi jalur penghubung utama antara Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan, sehingga arus lalu lintas terganggu.


Tim gabungan BPBD bersama instansi terkait segera diterjunkan ke lapangan untuk melakukan penanganan dan evakuasi material longsor.


"Saat ini tim masih berada di lokasi kejadian untuk mengevakuasi," kata Hendri.


Ia juga meminta masyarakat, khususnya pengguna jalan yang hendak menuju Kabupaten Pesisir Selatan, agar menunda perjalanan sementara waktu hingga proses pembersihan material selesai dilakukan.


"Tim sudah menuju lokasi longsor untuk evakuasi, pengendara yang ingin menuju Pesisir Selatan untuk menahan diri dulu hingga longsor dapat kita atasi," ujarnya.


BPBD Kota Padang juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama beberapa hari ke depan mengingat kondisi cuaca masih berpotensi berubah secara cepat.


Masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah, serta menghindari aktivitas berisiko di laut, bantaran sungai, maupun daerah yang rawan longsor dan pohon tumbang.


Situasi ini menjadi pengingat bahwa ancaman bencana hidrometeorologi masih menjadi tantangan serius yang harus dihadapi bersama. Kewaspadaan, kepatuhan terhadap peringatan dini, dan kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko dan mencegah jatuhnya korban jiwa.


(Mond)


#Padang #Daerah #CuacaEkstrem

×
Berita Terbaru Update