Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bidik Predikat Tertinggi Nasional, Padang Mulai Bergerak Menuju Kota Sehat Terbaik Indonesia 2027

02 June 2026 | June 02, 2026 WIB Last Updated 2026-06-02T06:08:57Z

Walikota Padang Fadly Amran 



D'On, PADANG — Pemerintah Kota Padang mulai memanaskan mesin untuk mengejar target ambisius meraih predikat tertinggi Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tingkat nasional, yakni Swasti Saba Wistara, pada tahun 2027. Langkah awal dilakukan melalui Rapat Persiapan Penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Tahun 2027 yang digelar di Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang Aie Pacah, Selasa (2/6/2026).


Rapat strategis tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran dan dihadiri Kepala Bappeda Kota Padang sekaligus Ketua Pembina Forum Kota Sehat (FKS) Kota Padang Swesti Fanloni, Ketua FKS Kota Padang Rukayah Anwar, kepala OPD terkait, camat se-Kota Padang, pengurus FKS, serta narasumber dari Universitas Andalas, Prof. Asrinaldi dan Andri Rusta, S.IP., M.PP.


Pertemuan ini menjadi titik awal konsolidasi seluruh pemangku kepentingan dalam mempersiapkan berbagai indikator penilaian yang akan menentukan posisi Kota Padang dalam ajang nasional tersebut.


Dari Perak Menuju Emas


Keberhasilan Kota Padang meraih predikat Swasti Saba Wiwerda atau kategori perak pada tahun 2025 menjadi modal penting untuk melangkah ke level yang lebih tinggi. Namun, Pemerintah Kota Padang tidak ingin berpuas diri.


Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa program Kota Sehat bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan bagian dari visi besar pembangunan daerah yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.


"Kota Sehat adalah bagian dari visi kejayaan Kota Padang. Karena itu, kami menargetkan Padang meraih predikat Kota Sehat terbaik nasional pada 2027," tegas Fadly Amran.


Menurutnya, pencapaian tersebut hanya dapat diraih apabila seluruh unsur pemerintahan, masyarakat, dunia usaha, akademisi, hingga komunitas bergerak bersama dalam satu arah dan tujuan.


Fadly meminta seluruh perangkat daerah menjadikan setiap indikator penilaian sebagai perhatian serius. Ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap hasil penilaian sebelumnya agar berbagai kelemahan yang masih ditemukan dapat diperbaiki sejak dini.


"Seluruh indikator penilaian harus menjadi perhatian khusus kita bersama. Evaluasi menyeluruh harus dilakukan terhadap hasil penilaian sebelumnya, sehingga kita dapat memastikan setiap kekurangan dapat diperbaiki sejak sekarang," ujarnya.


Padang Raih Nilai Tertinggi di Sumbar


Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bappeda Kota Padang sekaligus Ketua Pembina FKS Kota Padang, Swesti Fanloni, mengungkapkan bahwa pada penilaian KKS tahun 2025, Kota Padang berhasil mencatatkan nilai tertinggi di Sumatera Barat.


Meski demikian, sejumlah indikator masih perlu ditingkatkan jika ingin menembus kategori tertinggi nasional.


Swesti menjelaskan bahwa penilaian Kabupaten/Kota Sehat memiliki standar yang sangat komprehensif dengan cakupan 9 tatanan dan 136 indikator yang harus dipenuhi secara optimal.


Kesembilan tatanan tersebut meliputi kehidupan masyarakat sehat mandiri, permukiman dan fasilitas umum sehat, sekolah sehat, pasar sehat dan pariwisata sehat, industri dan perkantoran sehat, transportasi dan tertib lalu lintas, perlindungan sosial, hingga penanggulangan bencana.


Menurutnya, seluruh indikator tersebut membutuhkan keterlibatan lintas sektor karena tidak bisa dipenuhi oleh satu organisasi perangkat daerah saja.


"Sesuai arahan Bapak Wali Kota, tujuan utama program KKS ini bukan semata-mata meraih penghargaan, tetapi bagaimana menciptakan lingkungan kota yang bersih, sehat, nyaman, dan layak huni bagi seluruh masyarakat," kata Swesti.


Persiapan Dimulai dari Sekarang


Keseriusan Pemerintah Kota Padang terlihat dari langkah percepatan pengumpulan berbagai evidence atau data dukung sejak tahun 2026. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar penilaian pada KKS 2027.


Selain memperkuat kelembagaan Forum Kota Sehat hingga tingkat kecamatan dan kelurahan, seluruh OPD diminta segera melengkapi dokumen pendukung sesuai bidang masing-masing. Kualitas dokumentasi dan pelaporan kegiatan juga menjadi perhatian khusus karena menjadi bagian penting dalam proses verifikasi nasional.


Persiapan yang matang dinilai sangat penting mengingat penilaian KKS tidak hanya melihat program yang dilaksanakan, tetapi juga bukti implementasi, dampak nyata di lapangan, serta keberlanjutan program yang dijalankan pemerintah daerah.


Penginputan Data Sudah Dimulai


Sementara itu, Ketua Forum Kota Sehat (FKS) Kota Padang, Rukayah Anwar, mengungkapkan bahwa tahapan menuju penilaian KKS 2027 sesungguhnya sudah berjalan. Saat ini proses penginputan data dan evidence telah dilakukan melalui aplikasi SiPantas yang menjadi platform resmi penilaian.


Menurutnya, FKS bersama OPD terkait akan melakukan pendampingan dan evaluasi secara intensif agar seluruh indikator dapat terpenuhi sebelum tim verifikasi nasional turun melakukan penilaian.


"Kami optimistis Kota Padang dapat meningkatkan predikat dari Swasti Saba Wiwerda menjadi Swasti Saba Wistara pada 2027. Sehingga dengan itu Padang menjadi salah satu kota sehat terbaik di Indonesia," ujar Rukayah.


Lebih dari Sekadar Penghargaan


Program Kabupaten/Kota Sehat pada dasarnya merupakan gerakan nasional yang bertujuan menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. Karena itu, keberhasilan meraih predikat Wistara tidak hanya menjadi simbol prestasi pemerintah daerah, tetapi juga mencerminkan kualitas lingkungan, pelayanan publik, serta partisipasi masyarakat yang semakin baik.


Dengan dimulainya persiapan sejak dini, Pemerintah Kota Padang berharap seluruh elemen masyarakat dapat terlibat aktif dalam mewujudkan kota yang bersih, aman, sehat, nyaman, dan berdaya saing.


Target Swasti Saba Wistara 2027 kini bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan misi bersama yang tengah dibangun melalui kolaborasi lintas sektor demi menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh warga Kota Padang.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update