
Perbaikan IPA Gunung Pangilun Dikebut, Distribusi Air Kota Padang Sempat Terdampak
D'On, Padang - PDAM atau Perumda Air Minum Kota Padang memastikan proses rehabilitasi besar-besaran Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun saat ini terus berlangsung secara intensif oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Proyek strategis tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan dan penguatan sistem penyediaan air minum pascabencana sekaligus optimalisasi layanan air bersih bagi masyarakat Kota Padang.
Perbaikan yang sedang berjalan difokuskan pada tiga komponen utama instalasi, yakni unit prasedimentasi, accelerator, dan filtrasi. Ketiga unit tersebut merupakan jantung pengolahan air yang sangat menentukan kualitas, kejernihan, hingga kapasitas produksi air sebelum didistribusikan kepada pelanggan.
Dalam proses rehabilitasi ini, pekerjaan teknis dilakukan secara menyeluruh, mulai dari optimalisasi waktu detensi air pada bak pengolahan, peningkatan sistem pengurasan lumpur agar lebih efektif, hingga penguatan integritas media saring pada unit filtrasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan sistem pengolahan air mampu bekerja lebih stabil, efisien, dan tahan terhadap gangguan operasional di masa mendatang.
Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa proses rehabilitasi memang berdampak langsung terhadap kualitas maupun kuantitas air yang diproduksi selama pekerjaan berlangsung.
“Perbaikan IPA Gunung Pangilun ini merupakan pekerjaan besar dan sangat teknis. Karena dilakukan pada komponen inti pengolahan air, maka dalam prosesnya tentu berdampak pada distribusi air ke pelanggan. Kami memahami adanya keluhan masyarakat terkait kekeruhan maupun penurunan debit air di beberapa wilayah pelayanan. Namun kondisi ini bersifat sementara demi perbaikan sistem jangka panjang yang jauh lebih baik,” ujar Adhie Zein, kepada dirgantaraonline, Jumat (29/5/2026).
Ia menjelaskan, dari total 12 unit filter yang ada di IPA Gunung Pangilun, sebanyak enam filter telah selesai diperbaiki. Saat ini dua filter lainnya masih dalam tahap pengerjaan, sementara empat filter sisanya akan dilanjutkan secara bertahap hingga keseluruhan proyek rampung pada kuartal IV tahun 2026.
Menurut Adhie, percepatan pekerjaan yang dilakukan Kementerian PU menjadi langkah penting untuk mengembalikan performa produksi air secara maksimal. Selama proses rehabilitasi berlangsung, kapasitas pengolahan air mengalami penyesuaian sehingga mempengaruhi stabilitas distribusi di sejumlah kawasan.
“Air yang keruh di beberapa titik pelayanan terjadi karena sistem pengolahan sedang dalam tahap penyesuaian selama proses rehabilitasi berlangsung. Kami terus melakukan pengawasan kualitas air dan pengaturan distribusi agar dampaknya bisa diminimalkan. Percepatan pekerjaan dari Kementerian PU sangat kami apresiasi karena masyarakat tentu menunggu pelayanan yang kembali normal,” katanya.
Adhie juga menegaskan bahwa proyek rehabilitasi ini bukan sekadar perbaikan rutin, melainkan investasi penting untuk masa depan pelayanan air bersih Kota Padang. Dengan sistem pengolahan yang lebih optimal, masyarakat nantinya diharapkan memperoleh suplai air yang lebih stabil, jernih, dan memiliki kapasitas distribusi yang lebih baik.
“Ini adalah fase penting pembenahan infrastruktur air minum Kota Padang. Ketika seluruh pekerjaan selesai, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh pelanggan dalam jangka panjang. Kami berharap masyarakat dapat memahami situasi ini dan bersama-sama mendukung proses perbaikan yang sedang berlangsung,” tambahnya.
Perumda Air Minum Kota Padang juga mengimbau pelanggan untuk menggunakan air secara bijak selama masa pengerjaan berlangsung. Masyarakat diminta menampung air saat distribusi normal serta menghemat pemakaian guna menjaga stabilitas suplai di tengah proses rehabilitasi instalasi.
Pemerintah melalui Kementerian PU menargetkan percepatan penyelesaian proyek ini agar kualitas layanan SPAM Kota Padang dapat segera kembali optimal dan lebih tangguh menghadapi tantangan kebutuhan air bersih di masa mendatang.
(Mond)
#PerumdaAirMinum #Padang