![]() |
| Air Bersih untuk Masa Depan: Institut Teknologi PLN Hadirkan Solusi Nyata bagi Warga Desa Dramaga |
D'On, Bogor — Air bersih adalah kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan manusia. Namun, bagi sebagian masyarakat di berbagai daerah Indonesia, akses terhadap air yang layak konsumsi dan memenuhi standar kesehatan masih menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap hari. Berangkat dari realitas tersebut, Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (FTIK) Institut Teknologi PLN (ITPLN) menghadirkan solusi nyata melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa pembangunan dan penyerahan sistem pengolahan air bersih di Sarana MCK Desa Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, pada 29 Mei 2026.
Program ini tidak sekadar menghadirkan sebuah instalasi pengolahan air, tetapi juga menjadi bentuk nyata sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam menjawab persoalan lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan dan kualitas hidup warga.
Menjawab Tantangan Kualitas Air Bersih
Ketersediaan air bersih yang aman merupakan salah satu indikator penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Air yang terlihat jernih belum tentu bebas dari kandungan zat berbahaya. Kandungan besi (Fe) yang tinggi, tingkat kekeruhan yang melebihi ambang batas, hingga kondisi pH yang tidak sesuai standar dapat memengaruhi kualitas air dan berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.
Melalui kegiatan penyuluhan yang digelar di Desa Dramaga, tim FTIK Institut Teknologi PLN memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kualitas sumber air yang digunakan sehari-hari. Edukasi tersebut mencakup pengenalan parameter kualitas air, dampaknya terhadap kesehatan, serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga keberlanjutan sumber air bersih di lingkungan mereka.
Perwakilan FTIK Institut Teknologi PLN, Ir. Desi Putri, S.T., M.Eng, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
“Program ini tidak hanya memberikan solusi teknis, tetapi juga edukasi kepada masyarakat agar mampu mengelola dan menjaga kualitas air secara mandiri. Kami berharap teknologi yang diterapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan sebuah program pengolahan air tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh keterlibatan masyarakat dalam memahami, mengoperasikan, dan merawat sistem tersebut secara berkelanjutan.
Teknologi Tepat Guna yang Mudah Dioperasikan
Salah satu keunggulan program ini adalah penggunaan teknologi pengolahan air yang dirancang sederhana namun efektif. Sistem yang dipasang di Sarana MCK Desa Dramaga menggabungkan beberapa tahapan pengolahan yang saling melengkapi untuk menghasilkan air yang lebih bersih dan aman digunakan.
Instalasi tersebut terdiri atas:
- Filtrasi pasir, yang berfungsi menyaring partikel kasar dan mengurangi tingkat kekeruhan air.
- Karbon aktif, yang membantu menghilangkan bau, warna, serta berbagai zat organik yang tidak diinginkan.
- Membran PVDF (Polyvinylidene Fluoride), teknologi penyaringan modern yang mampu menyaring partikel berukuran sangat kecil.
- Sistem desinfeksi ultraviolet (UV), yang berfungsi membunuh atau menonaktifkan mikroorganisme penyebab penyakit tanpa menggunakan bahan kimia tambahan.
Kombinasi teknologi ini memungkinkan proses pengolahan air berlangsung secara efektif dengan biaya operasional yang relatif rendah. Yang lebih penting, sistem tersebut dirancang agar mudah dioperasikan oleh masyarakat setempat tanpa memerlukan keahlian teknis yang rumit.
Dalam sesi demonstrasi, warga diperlihatkan secara langsung cara kerja alat, prosedur pengoperasian, hingga langkah-langkah perawatan rutin agar sistem tetap berfungsi optimal dalam jangka panjang.
Kontribusi Nyata bagi Pencapaian SDGs
Program ini juga menjadi bagian dari kontribusi Institut Teknologi PLN dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya Tujuan ke-6, yakni memastikan ketersediaan dan pengelolaan air bersih serta sanitasi yang berkelanjutan bagi semua.
Anggota tim PkM, Ir. Rachmad Ardhianto, S.T., M.T, menegaskan bahwa penerapan teknologi tepat guna seperti ini memiliki dampak yang jauh lebih luas daripada sekadar penyelesaian masalah lokal.
“Program ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata dalam mendukung SDGs, khususnya poin ke-6 yang berfokus pada akses air bersih dan sanitasi yang layak bagi seluruh masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa Institut Teknologi PLN berkomitmen dalam penerapan teknologi tepat guna yang tidak hanya menyelesaikan permasalahan lokal, tetapi juga sejalan dengan agenda pembangunan global,” jelasnya.
Menurutnya, tantangan air bersih tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah atau masyarakat semata. Diperlukan kolaborasi berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan tinggi yang memiliki kapasitas riset dan inovasi teknologi untuk menghadirkan solusi yang aplikatif.
Dari Kampus untuk Masyarakat
Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan resmi instalasi pengolahan air bersih kepada masyarakat Desa Dramaga. Momen tersebut menjadi simbol peralihan tanggung jawab operasional kepada warga, sekaligus bentuk kepercayaan bahwa masyarakat mampu mengelola teknologi tersebut secara mandiri.
Sebagai pendukung keberlanjutan program, tim FTIK Institut Teknologi PLN juga menyerahkan panduan operasional berupa Standar Operasional Prosedur (SOP) lapangan yang berisi petunjuk penggunaan, perawatan, serta langkah penanganan sederhana apabila terjadi kendala teknis.
Ketua RW 03 Desa Dramaga, Haerul Patah, yang mewakili Kepala Desa, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan yang diberikan oleh Institut Teknologi PLN.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan pendampingan dari Institut Teknologi PLN. Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami, terutama dalam meningkatkan akses air bersih yang layak. Harapan kami, masyarakat dapat menjaga dan memanfaatkan fasilitas ini dengan baik untuk keberlanjutan bersama,” katanya.
Antusiasme Warga dan Harapan ke Depan
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Warga tampak aktif mengikuti sesi penyuluhan, mengajukan pertanyaan, hingga mencoba langsung proses pengoperasian alat yang dipasang.
Ketertarikan masyarakat menunjukkan bahwa persoalan air bersih memang menjadi kebutuhan yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kehadiran teknologi yang mudah dipahami dan dioperasikan memberikan optimisme baru bagi warga untuk memperoleh akses air yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Program ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi yang dapat direplikasi di wilayah lain yang menghadapi tantangan serupa.
Kolaborasi Akademisi untuk Solusi Berkelanjutan
Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Bersih di Sarana MCK Desa Dramaga merupakan hasil kolaborasi dua tim Pengabdian kepada Masyarakat FTIK Institut Teknologi PLN.
Tim 1
- Ketua: Ir. Desi Putri, S.T., M.Eng
- Anggota:
- Ir. Dyah Pratiwi Kusumastuti, S.T., M.T
- Dr. Ir. Iskandar Purba, S.T., M.T
- Dr. Ir. Herry Vaza, M.Sc
Tim 2
- Ketua: Nana Suryana, S.Kom., M.T
- Anggota:
- Ir. Rachmad Ardhianto, S.T., M.T
- Eqiu Alkahfi Tarif, S.T., M.T
Melalui kolaborasi tersebut, Institut Teknologi PLN menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga motor penggerak perubahan sosial melalui penerapan ilmu pengetahuan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Di tengah meningkatnya tantangan lingkungan dan kebutuhan akan sumber daya air yang berkualitas, langkah kecil yang dilakukan di Desa Dramaga ini menjadi bukti bahwa inovasi teknologi yang tepat guna dapat menghadirkan perubahan besar. Sebab pada akhirnya, akses terhadap air bersih bukan sekadar soal infrastruktur, melainkan investasi bagi kesehatan, kesejahteraan, dan masa depan masyarakat.
(AM)
#Pendidikan #Nasional
