D'On, Sumatera Barat - Kurangnya pemahaman masyarakat, khususnya pelajar, dalam menghadapi bencana gempa bumi masih menjadi persoalan serius di Sumatera Barat. Wilayah yang berada di jalur cincin api Pasifik ini menyimpan potensi risiko gempa yang tinggi, namun literasi kebencanaan di kalangan generasi muda dinilai belum optimal.
Berangkat dari kondisi tersebut, Program Studi Fakultas Farmasi Sains dan Teknologi Universitas Dharma Andalas (Unidha) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa sosialisasi dan roadshow di dua sekolah menengah atas di Kabupaten Solok Selatan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 26 Januari 2026 itu menyasar siswa di SMA Negeri 3 Solok Selatan yang berlokasi di Kecamatan Muara Labuh serta SMA Negeri 5 Solok Selatan di Kecamatan Padang Aro.
Edukasi Mitigasi Gempa Sejak Bangku Sekolah
Ketua tim pengusul PKM, Anita Dewi Masdar, ST, MT yang akrab disapa Ibu Dewi menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar memperkenalkan dunia Teknik Sipil, tetapi juga membekali siswa dengan pemahaman dasar menghadapi bahaya gempa bumi.
“Kita hidup di wilayah rawan gempa. Edukasi mitigasi harus dimulai sejak usia sekolah. Siswa perlu memahami bagaimana bersikap saat gempa terjadi, mengenali struktur bangunan yang aman, serta pentingnya perencanaan konstruksi yang sesuai standar,” ujar Ibu Dewi saat diwawancarai www.dirgantaraonline.co.id.
Menurutnya, banyak korban dalam bencana gempa terjadi bukan semata karena kekuatan gempa, melainkan karena kurangnya kesiapsiagaan dan lemahnya kualitas konstruksi bangunan. Di sinilah peran ilmu Farmasi Sains dan Teknologi menjadi sangat vital.
“Sains dan Teknologi bukan hanya soal membangun gedung atau jalan. Ini tentang bagaimana kita merancang infrastruktur yang aman, tahan gempa, dan berkelanjutan demi keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Minim Informasi, Minat Siswa Masih Terbatas
Selain aspek kebencanaan, tim PKM juga menyoroti rendahnya pemahaman siswa SMA dan sederajat di Sumatera Barat mengenai prospek dan kompetensi lulusan Fakultas Farmasi Sains dan Teknologi. Ibu Dewi menyebutkan bahwa keterbatasan informasi menjadi salah satu faktor utama.
“Banyak siswa belum memahami ruang lingkup keilmuan Farmasi Sains dan Teknologi kompetensi apa saja yang dimiliki lulusan, dan peluang karier yang terbuka luas. Akibatnya, pilihan studi mereka sering kali tidak didasarkan pada pemahaman yang utuh,” jelasnya.
Padahal, lanjutnya, bidang Farmasi Sains dan Teknologi sangat strategis dalam pembangunan nasional, mulai dari infrastruktur jalan dan jembatan, bangunan tahan gempa, sistem irigasi, pelabuhan, hingga pengembangan kawasan industri.
“Indonesia terus membangun. Infrastruktur berkembang pesat. Artinya, kebutuhan tenaga ahli Farmasi Sains dan Teknologi akan selalu ada. Ini peluang besar bagi generasi muda,” tambahnya.
Tim Akademisi Turun Langsung ke Sekolah
Kegiatan PKM ini melibatkan tim dosen yang terdiri dari:
- Dr. Deni Irda Mazni, ST, MT
- Gusni Vitri, ST, MT
- Hazmal Herman, ST, MT
- Dr. Wendy Boy, ST, MM
- Zerha Fajserly, ST, MT
Dalam sesi roadshow, para dosen menyampaikan materi interaktif tentang dasar-dasar struktur bangunan tahan gempa, pengenalan bidang keahlian dalam Farmasi Sains dan Teknologi. hingga simulasi sederhana terkait konsep kekuatan struktur.
Para siswa terlihat antusias, terutama saat sesi diskusi mengenai bagaimana sebuah bangunan dapat tetap berdiri kokoh meski diguncang gempa. Pertanyaan seputar jalur masuk kuliah, prospek kerja, hingga kisaran bidang pekerjaan juga mendominasi sesi tanya jawab.
Mendorong Minat Generasi Muda ke Dunia Teknik
Sebagai Sekretaris Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Unidha, Ibu Dewi berharap kegiatan ini mampu membuka wawasan siswa mengenai pentingnya peran insinyur sipil dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin siswa tidak hanya tahu bahwa gempa itu berbahaya, tetapi juga memahami bahwa ada ilmu dan profesi yang berperan mengurangi risiko tersebut. Kami ingin menumbuhkan kesadaran sekaligus minat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Program Studi Farmasi Sains dan Teknologi Universitas Dharma Andalas berkomitmen meningkatkan literasi dan pemahaman siswa SMA tentang profil lulusan, cakupan keilmuan, serta peluang karier di bidang ini.
“Kegiatan ini bukan semata promosi kampus, tetapi bagian dari tanggung jawab akademik kami untuk memberi sumbangsih nyata bagi masyarakat dan dunia pendidikan. Jika semakin banyak generasi muda yang tertarik dan kompeten di bidang ini, maka masa depan infrastruktur Indonesia akan semakin kuat,” tutup Ibu Dewi.
Melalui roadshow ini, Unidha tidak hanya menghadirkan sosialisasi akademik, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa di balik setiap bangunan kokoh dan jembatan megah, ada ilmu pengetahuan dan dedikasi yang bekerja demi keselamatan banyak orang. Di daerah rawan gempa seperti Sumatera Barat, pesan itu menjadi semakin relevan dan mendesak.
(Nov)
#MitigasiBencana #SumateraBarat #Pendidikan #UniversitasDharmaAndalas

