
Seorang Guru Dianiaya Murid Hingga Alami Luka Robek di Pelipis Mata
D'On, Luwu Utara - Sebuah peristiwa mengejutkan dunia pendidikan terjadi di SMP Negeri 1 Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara. Seorang guru diduga menjadi korban penganiayaan brutal oleh muridnya sendiri saat proses belajar mengajar masih berlangsung, Senin (26/1/2026).
Korban diketahui bernama Arpan Lisman, guru yang saat itu tengah menjalankan tugasnya seperti biasa. Namun, hari itu berubah menjadi mimpi buruk yang meninggalkan luka fisik sekaligus trauma mendalam.
Berawal dari Absen Kelas yang Kosong
Insiden ini bermula ketika Arpan memasuki ruang kelas untuk melakukan pengecekan kehadiran siswa. Situasi tak lazim langsung ia temukan dari seluruh daftar hadir, hanya satu siswa yang berada di dalam kelas.
Merasa ada kejanggalan serius dan khawatir aktivitas belajar terganggu, Arpan berinisiatif mencari siswa lain di sekitar lingkungan sekolah. Sekitar 100 meter dari ruang kelas, ia menemukan sekelompok siswa berkumpul di depan kantor sekolah, bukannya mengikuti pelajaran.
Siswa Kabur, Satu Ditinggal
Saat Arpan meminta para siswa kembali ke kelas, respons yang diterima justru mengejutkan. Sekelompok siswa tersebut melarikan diri, meninggalkan satu orang siswa berinisial YS di lokasi.
Setelah kembali ke kelas, YS mendatangi Arpan dan melontarkan pertanyaan bernada menantang,
“Kamu cari siapa?”
Arpan menjawab singkat,
“Saya cari kamu.”
Dalam situasi spontan dan emosional, Arpan secara refleks menendang bagian pantat YS, sebuah tindakan yang kemudian menjadi pemicu konflik lebih besar.
Ancaman dan Umpatan Kasar Berujung Kekerasan
Usai kejadian itu, Arpan memilih menjauh dari kelas untuk meredakan situasi. Ia duduk di depan kantor sekolah bersama seorang guru lain. Namun ketegangan belum berakhir.
Tak berselang lama, YS kembali mendatangi korban, kali ini sambil berteriak dan melontarkan kata-kata kasar bernada ancaman,
“Hai tailas mau ko duet/singel!”*
Merasa terancam, Arpan berdiri dan mendekati siswa tersebut. Tanpa peringatan, YS tiba-tiba melancarkan pukulan secara membabi buta ke arah wajah dan kepala korban.
Guru Terluka, Darah Mengalir
Akibat penganiayaan tersebut, Arpan mengalami luka robek di alis kanan hingga mengeluarkan darah, serta memar parah di bagian mata kanan. Korban langsung mendapatkan penanganan medis atas luka-luka yang dideritanya.
Insiden ini sontak menggemparkan lingkungan sekolah dan memicu keprihatinan mendalam, mengingat kekerasan tersebut terjadi di dalam institusi pendidikan, yang seharusnya menjadi ruang aman bagi guru dan siswa.
Dilaporkan ke Polisi, Kasus Naik ke Ranah Hukum
Tidak terima atas tindakan kekerasan yang dialaminya, Arpan akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Luwu Utara agar diproses sesuai hukum yang berlaku.
Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, Iptu Kadek Andi Pradnyadana, membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut.
“Benar, kami telah menerima laporan terkait dugaan penganiayaan terhadap seorang guru oleh siswanya. Saat ini kasus masih dalam penanganan dan proses penyelidikan,” ujarnya.
Tamparan Keras Dunia Pendidikan
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan, sekaligus membuka kembali diskusi serius soal krisis disiplin, perlindungan guru, dan pembinaan karakter siswa di sekolah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami kronologi kejadian serta memeriksa saksi-saksi untuk mengungkap peristiwa secara utuh.
(*)
#Peristiwa #Pendidikan #Daerah