Breaking News

Ramadan Dimulai di Gaza di Tengah Kekurangan Makanan dan Ketidakpastian Gencatan Senjata

Warga Palestina shalat di depan masjid yang hancur oleh serangan udara Israel di Rafah, Jalur Gaza, pada Jumat, 8 Maret 2024.

D'On, Rafah,-
Harapan untuk terwujudnya gencatan senjata, yang memungkinkan warga muslim Palestina di Gaza memulai puasa di Ramadan dengan damai, tampaknya tak bakal terwujud. Diketahui, perundingan di Kairo, Mesir yang melibatkan milisi Hamas dan perwakilan Israel terhenti.

Padahal ini menjadi peluang besar terciptanya gencatan senjata selama enam pekan, yang bisa membuat warga Gaza menjalani ibadah Ramadan tanpa diwarnai kekerasan, dan masuknya banyak bantuan kemanusiaan.

Namun perundingan gencatan senjata itu menemui jalan buntu setelah Israel menarik diri dengan dalih Hamas tak mau memenuhi syarat yang diajukan, yaitu memberi informasi terkait sisa sandera yang masih ditahan.

Di Kota Rafah, Gaza, puluhan ribu warga Palestina terpaksa tinggal di kota tenda plastik dan menghadapi kekurangan makanan yang parah. Suasananya juga suram.

“Kami tidak melakukan persiapan apa pun untuk menyambut Ramadan karena kami telah berpuasa selama lima bulan,” kata Maha, ibu dari lima anak.

Ia mengaku, biasanya memenuhi rumahnya dengan dekorasi dan mengisi lemari esnya dengan perbekalan untuk perayaan berbuka puasa.

“Tidak ada makanan, kami hanya punya makanan kaleng dan nasi, sebagian besar makanan dijual dengan harga yang sangat mahal,” katanya melalui aplikasi chat 

Dia telah beberapa waktu mengungsi ke Rafah bersama keluarganya.

“Ramadan adalah bulan yang penuh berkah walaupun tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun. kita tetap tabah dan sabar, dan kita akan menyambut bulan Ramadan seperti biasa, dengan doa dan puasa,” kata Nehad El- Jed yang mengungsi bersama keluarganya di Gaza.

Sumber: Beritasatu.com

#Internasional #Ramadan #Gaza #Palestina