Breaking News

Kelakuan Sadis Ponakan Majikan, ART Tewas Mengenaskan


D'On, Jakarta,-
 Perempuan asisten rumah tangga (ART) berinisial SL (43) tewas mengenaskan di rumah majikannya di kawasan Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur. SL tewas bersimbah darah akibat luka tusukan di perutnya.

SL ditemukan oleh majikannya pada Jumat (6/1/2023) sekitar pukul 12.00 WIB. Sejumlah barang berharga di rumah majikan korban raib.

Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya turun menyelidiki kasus tersebut. Keesokannya, Sabtu (7/1/2023), pelaku pembunuhan ditangkap polisi.

Tersangka berinisial MMD (26) ditangkap di Tol Ngawi Kertosono, Jawa Timur. Usut punya usut, tersangka adalah keponakan majikannya yang merupakan anggota TNI.

Tersangka datang ke rumah pamannya untuk mencuri. Uang itu tadinya akan ia gunakan untuk merantau di Bali.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan MMD saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat pasal berlapis.

"Kedapatan pengakuan dan bukti pendukung terhadap kasus ini. Pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka," kata Zulpan dalam konferensi pers, Senin (9/1/2023).

Tersangka dijerat Pasal 365 KUHP dan/atau Pasal 338 KUHP dengan pidana pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.

Curi Uang dan HP Milik Paman yang Anggota TNI

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Indrawienny Panjiyoga mengatakan MMD datang ke rumah pamannya yang merupakan anggota TNI untuk mencuri.

"Uang Rp 2,9 juta, kemudian mengambil juga tiga buah celengan di lemari rias, kemudian mengambil dua unit handphone merek Vivo warna biru," ujar Panji.

Panjiyoga mengatakan MMD sudah memprediksi kapan rumah tersebut kosong. Bahkan, lanjut dia, MMD sempat menelepon pamannya hanya untuk memastikan pamannya tidak ada di rumah.

"Karena tersangka ini cukup kenal dengan keluarga rumah targetnya, pelaku sudah tahu jam-jam berapa yang kosong. Sebelum berangkat ke rumah yang ditargetkan ini, pelaku sempat menelepon pamannya, seolah-olah melihat pamannya naik motor di salah satu daerah. Memang pelaku ini memastikan bahwa pamannya ini tidak ada di rumah," jelasnya.

Mencuri buat Ongkos Merantau di Bali

Kompol Panji menjelaskan tersangka nekat mencuri di rumah pamannya yang anggota TNI demi merantau ke Bali.

"Dari hasil pemeriksaan, sementara tujuan pelaku untuk mengambil uang di rumah saudaranya ini adalah pelaku ingin merantau ke Bali," kata Panji.
Pada kesempatan sama, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan tersangka MMD juga mencuri tiga celengan di rumah pamannya, tetapi belum sempat ia buka.

"Uangnya Rp 2,9 juta, dengan HP 2 itu, dengan celengan 3. Celengan ini belum sempat dilihat sama dia, rencananya mau ditukarkan nanti setelah sampai Bali. Ya uangnya segitu, tetapi ini yang sudah telanjur membunuh ART," jelasnya.

Alasan Nekat Mencuri di Rumah Paman yang Anggota TNI

Panji mengatakan tersangka MMD beralasan nekat mencuri di rumah pamannya yang merupakan anggota TNI karena mengira pamannya banyak uang.

"Jadi dalam imajinasi pelaku, uang yang dimiliki oleh saudaranya ini banyak. Jadi sesaat setelah kita lakukan pemeriksaan, pelaku juga kaget ternyata uang yang didapat hanya Rp 2,9 juta dan handphone," ungkap Panji.

Modus Berpura-pura Pinjam Termos

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan tersangka datang ke rumah pamannya dengan berpura-pura hendak meminjam termos.

"Tersangka ini merupakan keponakan majikan korban. Tersangka ini datang ke rumah majikan korban dengan pura-pura meminjam termos," kata Zulpan.
Selanjutnya, saat korban lengah, tersangka menusuk korban di bagian perut hingga meninggal dunia. Hal tersebut dilakukan agar memuluskan niatnya mencuri barang dan uang milik pemilik rumah yang tak lain adalah pamannya sendiri.

"Kemudian, pada saat korban lengah, ditusuk dengan pisau yang sudah disiapkan tersangka dengan maksud setelah menusuk memudahkan tersangka melakukan pencurian barang dan uang milik majikan korban," jelasnya.

Buang Pisau di Perjalanan Kabur

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Indrawienny Panjiyoga mengatakan, setelah membunuh dan mencuri barang milik pamannya yang merupakan anggota TNI, tersangka MMD memesan ojek online untuk menuju Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur.

Dalam perjalanan pulang itu, tersangka membuang pisau, yang merupakan barang bukti. Polisi masih mencari pisau yang dibuang tersangka itu.

"Barang bukti ini (pisau) masih kita lakukan pencarian karena tersangka membuang pada saat naik ojol, dibuang ke pinggir jalan. Inilah yang masih kita lakukan pencarian," kata Panjiyoga.


(detik)

#Pembunuhan #Kriminal