Breaking News

Warga Terintimidasi, Makin Banyak Polisi Kepung Desa Wadas Hari Ini, Aliran Listrik Sengaja Diputus

D'On, Purworejo (Jateng),- Seorang warga Desa Wadas melaporkan puluhan kompi polisi memasuki wilayah Desa Wadas,  Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Rabu (9/2) pagi ini.


Warga yang tidak ingin disebutkan namanya itu mengatakan jumlah aparat yang datang tersebut belum bisa dipastikan.

"Update pagi ini, dari aparat sudah mengirim puluhan kompi," ujar warga tersebut, dinukil dari CNNIndonesia.com, Rabu (9/2).

Dia mengatakan, situasi terkini di Desa Wadas masih berada di bawah intimidasi aparat. Sebab, para polisi dikabarkan terus melakukan penyisiran di sepanjang wilayah Wadas.

"[Masih patroli] dari kemarin. Semalam pun juga ada. Makanya kan kayak terintimidasi," ujar dia.

Akibat patroli tersebut, dia mengungkapkan, warga desa tidak berani keluar rumah untuk beraktivitas.

"Saat ini warga masih sembunyi di dalam rumah. Mau ke kebun aja juga was-was," katanya.

Laporan terkini, listrik di Desa Wadas sejak Selasa (8/2) sore tidak tersedia. Warga menduga aliran tersebut sengaja dimatikan agar warga kesulitan mengisi baterai telepon genggam.

"Handphone pada mati, ini saya harus cari-cari powerbank. Sengaja biar tidak bisa komunikasi keluar," ujar warga lainnya saat dihubungi.

Diketahui, ratusan personel memaksa masuk dan mengepung Desa Wadas pada Selasa (8/2) pagi. Polisi menyusuri desa sambil mencopot sejumlah spanduk yang berisi penolakan tambang batu andesit untuk Bendungan Bener.

Polisi juga menangkap puluhan warga yang dianggap melawan. Setidaknya 63 orang ditangkap mulai dari lansia hingga anak di bawah umur. Kedatangan aparat diklaim untuk mendampingi tim dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengukur lahan untuk pembangunan proyek Bendungan Bener.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Iqbal Alqudussy beralasan puluhan orang itu diangkut lantaran bertindak anarkis dan menghalangi petugas.

"Ada 23 orang yang diamankan dan langsung dibawa ke Polsek Bener untuk dilakukan interogasi," kata Iqbal kepada wartawan.


(blq/isn)

#desawadas#polisikepungdesawadas#sengketalahan