Festival Bedol Pamarayan Makan Korban


D'On, Serang,- Aswadi  (30), warga Desa Undar-andir, Kecamatan Kragilan, tenggelam dan meninggal di aliran Sungai Ciujung, Kabupaten Serang, pada Sabtu (13/10/2018), sekira pukul 15.00 WIB.

Sedangkan di lokasi berbeda, tepatnya di Bendungan Pamarayan, sedang dilakukan Festival Bedol Pamarayan, yakni menguras air di sekitar bendungan, yang mengakibatkan kuatnya tekanan air yang keluar dari pintu air.

“Korban ini tenggelam di Ciujung, aliran sungai Pamarayan. Memang saat menanggkap ikan. Tapi kalau area yang di Pamarayan kita jaga betul. Nah korban ini rupanya ikut menangkap ikan di daerahnya dan tenggelam. Jadi lokasinya jauh sekali dengan acara bedolan,” kata AKBP Indra Gunawan, Kapolres Serang, Sabtu (13/10/2018).

Korban meninggal setelah tenggelam di Sungai Ciujung, saat mencari ikan bersama dua rekannya.

“Jadi korban ini tenggelam ketika mencari ikan di sungai. Dua teman korban sempat melakukan pertolongan setelah korban tenggelam lima menit di air, dan langsung membawa korban ke Puskesmas Kragilan,” kata Kapolsek Kragilan, Kompol Andie Firmansyah, Sabtu (13/10/2018).

Pada saat tenggelam, Andie menjelaskan, korban mengalami keram sehingga tak mampu berenang ke tepi sungai. Dugaan sementara, korban memiliki riwayat tertentu.

“Korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju puskesmas,” terangnya.

Untuk diketahui, siang tadi, Pemerintah Kabupaten Serang kembali menggelar Festival Bedolan Pamarayan tahun 2018. Acara tradisi tahunan tersebut dilakukan dengan cara warga beramai-ramai menangkap ikan di aliran sungai Pamarayan.

Tahun lalu, dua warga kampung Baru RT 06 RW 07, Desa Baru, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, bernama Ateng (25) dan Jupri (30) tenggelam. Jupri dapat diselamatkan, sementara Ateng tewas teggelam. Jasad korban baru ditemukan satu hari kemudian dalam kondisi membengkak. (tia)
Powered by Blogger.